RADAR TULUNGAGUNG - Samsung Galaxy A26 5G mulai menarik perhatian setelah kehadiran seri di atasnya seperti Galaxy A56 dan A36. Dengan harga sekitar Rp3,9 jutaan, banyak yang penasaran apakah Samsung Galaxy A26 5G benar-benar layak dibeli di kelas mid-range yang semakin kompetitif.
Samsung Galaxy A26 5G hadir membawa chipset Exynos 1380, prosesor yang sebelumnya digunakan pada Galaxy A35 dan bahkan Galaxy A54. Meski bukan chipset terbaru, performanya masih tergolong kencang untuk penggunaan harian hingga gaming.
Di sisi lain, Samsung Galaxy A26 5G sudah dibekali software terbaru One UI 7 berbasis Android 15. Menariknya, Samsung juga menjanjikan dukungan update sistem operasi dan keamanan hingga 6 tahun, menjadikannya salah satu keunggulan utama di kelas harga ini.
Desain Lebih Rapi dan Premium
Dari segi desain, Samsung Galaxy A26 5G tampil lebih modern dengan modul kamera yang kini menyatu dalam satu housing. Tampilan ini dinilai lebih rapi dibanding pendahulunya yang masih menggunakan desain kamera terpisah.
Build quality terasa solid berkat penggunaan Gorilla Glass Victus+ di bagian depan dan belakang. Sementara frame samping dilengkapi tombol power yang sekaligus berfungsi sebagai sensor sidik jari.
Untuk port dan tombol, susunannya masih standar: slot SIM hybrid di sisi kiri, tombol volume dan power di kanan, serta port USB-C dan speaker di bagian bawah.
Layar AMOLED Tajam, Tapi Bezel Masih Tebal
Samsung Galaxy A26 5G dibekali layar Super AMOLED khas Samsung yang dikenal tajam dan cerah. Kualitas warna yang dihasilkan sangat memanjakan mata, terutama untuk konsumsi konten multimedia.
Namun, bezel bagian bawah atau “dagu” masih terlihat cukup tebal. Ini menjadi catatan tersendiri di tengah tren smartphone dengan desain layar yang semakin tipis.
Di sektor audio, perangkat ini masih menggunakan speaker mono. Suaranya cukup nyaring, namun cenderung dominan di frekuensi tinggi.
Performa Kencang untuk Gaming
Salah satu daya tarik utama Samsung Galaxy A26 5G ada pada performanya. Dengan chipset Exynos 1380 berbasis 5nm, RAM 8GB, dan storage 256GB UFS generasi kedua, performanya tergolong solid.
Hasil benchmark AnTuTu v10 menunjukkan skor di kisaran 600 ribuan poin. Angka ini cukup baik untuk kelas mid-range.
Untuk gaming, performanya cukup memuaskan. PUBG Mobile dapat dimainkan di setting Smooth Extreme dengan gameplay stabil. Sementara Genshin Impact masih bisa dijalankan di 60 fps dengan setting rendah, meski sesekali terjadi frame drop.
Suhu perangkat juga relatif terjaga, dengan rata-rata di kisaran 42–45 derajat Celsius setelah bermain selama 30 menit.
Kamera OIS dan Video 4K
Di sektor kamera, Samsung Galaxy A26 5G dibekali kamera utama 50MP dengan OIS, didukung ultrawide 8MP dan makro 2MP. Kamera depan memiliki resolusi 13MP.
Kamera utama mampu merekam video hingga resolusi 4K 30fps, sementara kamera depan masih terbatas di Full HD 30fps.
Hasil foto terlihat cukup tajam dengan warna khas Samsung yang cerah dan natural. Kehadiran OIS juga membantu menghasilkan video yang lebih stabil.
Baterai dan Fitur Tambahan
Samsung Galaxy A26 5G membawa baterai 5.000 mAh dengan dukungan fast charging 25W. Dalam pengujian PCMark, daya tahannya mencapai hampir 14 jam, tergolong cukup baik meski bukan yang terbaik di kelasnya.
Fitur tambahan lainnya termasuk sertifikasi IP67 yang membuatnya tahan air dan debu. Ini menjadi nilai lebih yang jarang ditemukan di smartphone harga Rp3 jutaan.
Worth It di Harga Rp3,9 Jutaan?
Secara keseluruhan, Samsung Galaxy A26 5G menawarkan paket lengkap: performa solid, layar AMOLED berkualitas, kamera dengan OIS, serta dukungan update panjang hingga 6 tahun.
Meski masih memiliki kekurangan seperti speaker mono dan desain bezel yang belum kekinian, keunggulan di sektor software dan build quality membuatnya tetap kompetitif.
Bagi pengguna yang mencari smartphone awet dengan performa stabil dan dukungan jangka panjang, Samsung Galaxy A26 5G bisa menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan di kelas Rp3 jutaan.
Editor : Edo Trianto