Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Terbukti! Biaya Motor Listrik vs Bensin Bisa Hemat Rp2 Juta per Tahun, Ini Hitungannya

Edo Trianto • Sabtu, 18 April 2026 | 20:25 WIB
Terbukti! Biaya Motor Listrik vs Bensin Bisa Hemat Rp2 Juta per Tahun, Ini Hitungannya. (ai gemini)
Terbukti! Biaya Motor Listrik vs Bensin Bisa Hemat Rp2 Juta per Tahun, Ini Hitungannya. (ai gemini)

RADAR TULUNGAGUNG – Perdebatan soal biaya motor listrik vs bensin terus menjadi topik hangat di masyarakat. Banyak yang menganggap motor listrik lebih hemat, namun tidak sedikit pula yang ragu karena harga belinya yang relatif lebih tinggi. Lantas, mana yang sebenarnya lebih menguntungkan?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, dilakukan simulasi sederhana terkait biaya motor listrik vs bensin dengan membandingkan konsumsi energi, biaya operasional, hingga perawatan tahunan. Hasilnya cukup mengejutkan.

Dalam perhitungan ini, motor bensin diasumsikan memiliki konsumsi bahan bakar 50 km per liter dengan harga BBM Rp10.000 per liter. Artinya, untuk menempuh jarak 50 km dibutuhkan biaya Rp10.000.

Sementara itu, motor listrik dengan kapasitas baterai 2 kWh mampu menempuh jarak serupa, yakni sekitar 50–60 km. Dengan tarif listrik rumah tangga Rp1.700 per kWh, biaya pengisian penuh hanya sekitar Rp3.400.

Baca Juga: Sepeda Listrik Uwinfly T70 Bikin Kaget! Tes Jarak Tempuh Tembus 45 Km, Baterai Cadangan Malah Tak Terpakai

Biaya Energi: Motor Listrik Tiga Kali Lebih Murah

Dari perbandingan tersebut, terlihat jelas bahwa biaya motor listrik vs bensin dari sisi energi sangat berbeda. Motor listrik hanya membutuhkan sekitar sepertiga biaya dibandingkan motor bensin untuk jarak yang sama.

Jika digunakan untuk aktivitas harian sejauh 50 km selama 25 hari kerja dalam sebulan, pengguna motor bensin akan menghabiskan sekitar Rp250.000 untuk bahan bakar. Sedangkan motor listrik hanya sekitar Rp85.000.

Artinya, ada potensi penghematan hingga Rp165.000 per bulan atau hampir Rp2 juta dalam setahun hanya dari biaya energi.

Baca Juga: Uwinfly M135H Resmi Meluncur, Motor Listrik 105 Km/Jam Jarak Tempuh 180 Km Cuma Rp21 Jutaan, Bikin Kompetitor Panik?

Biaya Perawatan: Motor Listrik Lebih Minim

Selain energi, faktor penting lainnya dalam biaya motor listrik vs bensin adalah perawatan. Motor bensin memiliki banyak komponen seperti mesin, oli, busi, dan filter yang memerlukan perawatan rutin.

Biaya servis motor bensin, termasuk ganti oli dan komponen lain, bisa mencapai Rp500.000 hingga Rp1 juta per tahun, bahkan lebih jika terjadi kerusakan.

Sebaliknya, motor listrik memiliki sistem yang jauh lebih sederhana. Tidak ada oli, busi, atau sistem pembakaran. Perawatan hanya sebatas pengecekan kelistrikan, rem, dan ban.

Dengan demikian, pengguna motor listrik dapat menghemat ratusan ribu hingga jutaan rupiah setiap tahun dari sisi perawatan.

Baca Juga: Davigo Dragon S Dibawa dari Jakarta ke Cirebon, Motor Listrik Ini Tembus 204 Km Sekali Cas, Baterai Habis Tinggal 4 Km Lagi!

Bagaimana dengan Harga Baterai?

Salah satu kekhawatiran terbesar adalah harga baterai motor listrik yang relatif mahal. Umumnya, baterai memiliki masa pakai sekitar 3 hingga 5 tahun tergantung penggunaan.

Namun, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan. Pertama, harga baterai cenderung menurun seiring perkembangan teknologi. Kedua, banyak produsen memberikan garansi baterai hingga tiga tahun atau lebih.

Yang paling penting, total penghematan selama penggunaan dapat menutupi biaya penggantian baterai di masa depan.

Baca Juga: Sepeda Listrik Ofero Stareer 5 Lit Resmi Meluncur, Punya TCS, Jarak Tempuh 130 Km dan Harga Rp19 Jutaan!

Hitung Total Penghematan

Jika dihitung secara keseluruhan, penghematan dari bahan bakar mencapai sekitar Rp2 juta per tahun. Ditambah penghematan dari perawatan minimal Rp500.000 per tahun, totalnya mencapai Rp2,5 juta per tahun.

Dalam empat tahun, pengguna motor listrik bisa menghemat hingga Rp10 juta. Angka ini bahkan bisa digunakan untuk menutupi biaya penggantian baterai.

Baca Juga: Sepeda Listrik Tailing GF52 Diuji Tempuh 102 Km Sekali Cas, Dipakai dari Tangsel ke PIK 2 PP Masih Kuat!

Keuntungan Lain Motor Listrik

Selain dari sisi biaya motor listrik vs bensin, kendaraan listrik juga memiliki sejumlah keunggulan lain. Motor listrik tidak menghasilkan emisi, sehingga lebih ramah lingkungan.

Suara mesin yang senyap juga mengurangi polusi suara di perkotaan. Selain itu, akselerasi motor listrik cenderung lebih responsif dan praktis karena tidak perlu mengisi bahan bakar di SPBU.

Pengguna cukup mengisi daya di rumah, dan motor siap digunakan keesokan harinya.

Baca Juga: Review Motor Listrik Selis IMX: Kelebihan dan Kekurangan Terungkap, Ternyata Segini Performa dan Jarak Tempuhnya!

Kesimpulan: Lebih Hemat dalam Jangka Panjang

Dari berbagai perhitungan tersebut, dapat disimpulkan bahwa biaya motor listrik vs bensin menunjukkan keunggulan signifikan pada motor listrik, terutama dalam jangka panjang.

Meski harga awal mungkin lebih tinggi, biaya operasional yang rendah membuat motor listrik lebih ekonomis seiring waktu. Semakin tinggi mobilitas pengguna, semakin besar pula penghematan yang didapat.

Namun, keputusan tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan, pola penggunaan, serta kesiapan infrastruktur di masing-masing daerah.

Baca Juga: Review Motor Listrik Selis MX HD: Desain Stylish, Baterai Tahan 50 Km, Cocok untuk Mobilitas Harian!

Editor : Edo Trianto
#motor listrik hemat #biaya motor listrik vs bensin #perbandingan motor listrik bensin #berapaharga batrai motor listrik #biaya operasional motor listrik