RADAR TULUNGAGUNG – Perbandingan biaya motor listrik vs bensin kembali menarik perhatian setelah seorang pengguna membagikan pengalaman nyata saat mengisi daya motor listrik Polytron Fox. Hasilnya cukup mencengangkan, biaya pengisian penuh ternyata jauh lebih murah dibandingkan konsumsi bensin.
Dalam uji coba tersebut, pengguna mengisi baterai dari 3 persen hingga 100 persen dan mencatat seluruh konsumsi listrik secara detail. Data ini sekaligus memperkuat klaim bahwa biaya motor listrik vs bensin memang jauh lebih hemat, terutama untuk penggunaan harian.
Pada pengisian kali ini, total listrik yang terpakai mencapai 4,46 kWh dengan durasi sekitar 5 jam. Pengisian dilakukan menggunakan daya listrik rumah tangga 2.200 VA dengan tarif Rp1.444,7 per kWh.
Biaya Ngecas Hanya Rp6.500
Jika dihitung, biaya pengisian penuh motor listrik tersebut hanya sekitar Rp6.443 atau dibulatkan menjadi Rp6.500. Dengan biaya tersebut, motor mampu menempuh jarak hingga 113 kilometer dalam penggunaan normal.
Angka ini menjadi bukti nyata bahwa biaya motor listrik vs bensin sangat berbeda jauh. Sebagai pembanding, motor bensin 155 cc dengan konsumsi rata-rata 35 km per liter membutuhkan sekitar 3,2 liter BBM untuk jarak yang sama.
Dengan harga Pertalite Rp10.000 per liter, biaya yang harus dikeluarkan mencapai Rp32.000. Artinya, motor listrik hanya membutuhkan sekitar seperlima biaya dibandingkan motor bensin.
Konsumsi Listrik dan Daya
Selama proses pengisian, daya listrik sempat menyentuh 800 watt. Hal ini menjadi catatan penting bagi pengguna dengan kapasitas listrik rumah 900 VA agar lebih berhati-hati atau mempertimbangkan penambahan daya.
Selain itu, ditemukan juga adanya fenomena power loss saat pengisian baterai. Dari kapasitas baterai resmi sebesar 3,7 kWh, konsumsi listrik tercatat lebih tinggi yakni 4,46 kWh.
Power loss ini berkisar antara 5 hingga 15 persen dan disebabkan oleh beberapa faktor seperti panas pada charger dan kabel, serta penggunaan kabel yang terlalu panjang.
Tips Aman dan Efisien Ngecas Motor Listrik
Pengguna juga membagikan beberapa tips penting agar proses pengisian lebih aman dan baterai lebih awet. Salah satunya adalah memperhatikan urutan saat menghubungkan charger.
Langkah pertama adalah menghubungkan kabel ke motor hingga terkunci dengan baik, kemudian baru disambungkan ke sumber listrik. Saat mencabut, urutannya dibalik untuk menghindari risiko korsleting.
Selain itu, disarankan untuk tidak mengisi daya hingga 100 persen setiap saat. Pengisian ideal berada di kisaran 80 persen, kecuali untuk perjalanan jauh.
Pengguna juga menekankan pentingnya menghindari panas berlebih saat pengisian, misalnya dengan tidak meletakkan charger di area yang panas seperti dekat baterai.
Efisiensi Jadi Keunggulan Utama
Dari pengalaman ini, semakin jelas bahwa biaya motor listrik vs bensin memberikan keunggulan signifikan bagi kendaraan listrik, terutama dari sisi operasional.
Dengan biaya harian yang jauh lebih rendah, motor listrik menjadi solusi ekonomis bagi pengguna dengan mobilitas tinggi. Selain itu, perawatan yang lebih sederhana juga menambah nilai efisiensi.
Kesimpulan
Perbandingan biaya motor listrik vs bensin dalam kasus ini menunjukkan selisih yang sangat besar. Dengan hanya Rp6.500, motor listrik mampu menempuh jarak lebih dari 100 km, sementara motor bensin membutuhkan biaya hingga Rp32.000.
Meski demikian, pengguna tetap perlu memperhatikan faktor teknis seperti kapasitas listrik rumah, kualitas kabel, serta cara pengisian yang benar untuk menjaga keamanan dan umur baterai.
Dengan semakin banyaknya pengalaman nyata seperti ini, motor listrik kian membuktikan diri sebagai alternatif kendaraan yang hemat dan efisien di masa depan.
Editor : Edo Trianto