RADAR TULUNGAGUNG - Uji performa motor listrik kembali menarik perhatian publik, kali ini melalui pengujian ekstrem di tanjakan curam. Dalam uji tanjakan motor listrik ini, tiga model diuji langsung di medan menanjak dengan kemiringan hingga 30 persen, yakni Gesits, Polytron Fox-R, dan Alva One.
Pengujian uji tanjakan motor listrik ini dilakukan dengan skenario realistis, yakni membawa dua orang dengan total bobot sekitar 152 kg. Dalam tiga paragraf awal ini, penting dicatat bahwa uji tanjakan motor listrik ini tidak hanya mengukur kemampuan menanjak, tetapi juga akselerasi dari posisi diam (stop and go).
Lintasan yang digunakan memiliki panjang sekitar 250–290 meter dengan titik paling curam mencapai 30 persen. Pengujian dilakukan dengan metode time attack, menghitung waktu dari titik start hingga garis finis di puncak tanjakan.
Baca Juga: 7 HP RAM 8 GB Internal 256 GB Harga 1 Jutaan Terbaik, Spek Gahar Buat Gaming dan Multitasking!
Metode Uji yang Ketat
Untuk menjaga objektivitas, pengendara dan pembonceng dibuat sama di setiap motor. Hal ini dilakukan agar hasil uji tanjakan motor listrik benar-benar mencerminkan performa kendaraan, bukan faktor berat atau teknik berkendara.
Selain uji kecepatan menanjak, dilakukan juga pengujian stop and go, yakni kemampuan motor untuk kembali berjalan setelah berhenti di tanjakan curam. Tes ini sangat penting, terutama dalam kondisi lalu lintas padat di jalan menanjak.
Hasil Time Attack: Gesits Unggul Tipis
Dari hasil pengujian, Gesits berhasil mencatat waktu tercepat dalam kategori time attack. Motor listrik buatan dalam negeri ini mampu mencapai garis finis dalam waktu sekitar 48 detik.
Sementara itu, Polytron Fox-R mencatat waktu sekitar 49 detik, hanya terpaut satu detik dari Gesits. Perbedaan tipis ini menunjukkan bahwa kedua motor memiliki performa yang cukup seimbang di medan tanjakan.
Alva One Gagal Menyelesaikan Tanjakan
Berbeda dengan dua kompetitornya, Alva One justru gagal menyelesaikan tanjakan. Motor ini harus berhenti di tengah lintasan karena tidak mampu melanjutkan perjalanan dengan beban dua orang.
Pengujian bahkan sempat dihentikan demi keamanan, mengingat risiko kerusakan pada motor jika dipaksakan terus berjalan. Hal ini menjadi catatan penting, terutama bagi pengguna yang sering berkendara di daerah berbukit.
Uji Stop and Go: Tantangan Sesungguhnya
Pada pengujian stop and go, hasilnya kembali menarik. Gesits mampu kembali berjalan dari posisi diam di tanjakan dengan waktu sekitar 1,85 detik.
Polytron Fox-R juga menunjukkan kemampuan serupa, bahkan sedikit lebih cepat dalam merespons akselerasi awal. Namun, keduanya tetap membutuhkan teknik yang tepat agar motor tidak kehilangan tenaga saat mulai bergerak.
Sementara itu, Alva One kembali mengalami kendala dan tidak mampu menjalankan uji stop and go secara optimal.
Analisis Performa
Dari pengujian ini terlihat bahwa karakter motor listrik sangat berpengaruh pada performa di tanjakan. Motor dengan respons awal yang kuat dan sistem penggerak yang stabil cenderung lebih unggul.
Gesits dan Polytron Fox-R menunjukkan performa yang cukup solid untuk penggunaan di medan berat, meski tetap lebih ideal digunakan di area perkotaan.
Catatan untuk Pengguna
Pengujian ini menegaskan bahwa tidak semua motor listrik dirancang untuk medan ekstrem. Sebagian besar memang difokuskan untuk kebutuhan harian di jalan datar atau perkotaan.
Bagi pengguna yang tinggal di daerah berbukit, penting untuk mempertimbangkan spesifikasi tenaga, torsi, serta sistem pendinginan motor sebelum membeli.
Baca Juga: 9 HP 2 Jutaan Terbaik Spek Gahar, Gaming Lancar dan Kamera 108 MP, Pilihan Murah Rasa Flagship!
Kesimpulan
Dari uji tanjakan motor listrik ini, Gesits keluar sebagai pemenang tipis, diikuti oleh Polytron Fox-R. Sementara Alva One belum mampu menunjukkan performa maksimal dalam kondisi ekstrem.
Namun secara umum, ketiga motor ini tetap layak digunakan untuk kebutuhan harian, dengan catatan disesuaikan dengan kondisi medan yang dihadapi.
Editor : Edo Trianto