Tulungagung - Tes jarak tempuh Yadea G6 kembali menjadi sorotan setelah sebuah uji coba mengungkap hasil yang tidak biasa. Motor listrik ini disebut-sebut tidak mampu mencapai klaim jarak hingga 100 kilometer, bahkan menunjukkan gejala aneh pada indikator baterai dan performanya.
Dalam pengujian tersebut, Yadea G6 diuji dalam kondisi baterai penuh 100 persen. Pengendara kemudian mencatat odometer sebagai acuan karena motor ini tidak dilengkapi trip meter. Pengujian dimulai dari angka 2.034 km untuk mengetahui seberapa jauh motor mampu berjalan hingga baterai benar-benar habis.
Sejak awal penggunaan, performa Yadea G6 langsung menunjukkan karakter yang berbeda. Pada kecepatan rendah, motor terasa kurang responsif atau cenderung “loyo”. Namun saat sudah mencapai kecepatan menengah hingga tinggi, performanya justru meningkat dan masih mampu melaju cukup kencang.
Dalam kondisi jalan lurus, motor ini bahkan masih mampu menyentuh kecepatan hingga 50 km/jam meski indikator baterai sudah menunjukkan warna merah. Hal ini menjadi kejanggalan utama dalam tes jarak tempuh Yadea G6, karena umumnya motor listrik akan langsung kehilangan tenaga saat baterai menipis.
Indikator Baterai Tidak Sinkron
Salah satu temuan paling mencolok dari pengujian ini adalah indikator baterai yang tidak sinkron dengan performa motor. Saat indikator sudah menunjukkan kondisi kritis atau hampir habis, motor justru masih bisa melaju cukup kencang.
Fenomena ini berbeda dengan motor listrik pada umumnya. Biasanya, ketika indikator baterai sudah merah, performa akan langsung turun drastis dan kecepatan terbatas. Namun pada Yadea G6 ini, kondisi tersebut tidak terjadi secara konsisten.
“Indikatornya sudah merah, tapi masih bisa ngebut sampai 50 km/jam. Ini agak membingungkan,” ujar penguji dalam video tersebut.
Sebaliknya, kelemahan justru terasa pada tarikan awal. Motor seperti kehilangan tenaga di kecepatan rendah, bahkan terasa seperti sepeda listrik. Namun ketika kecepatan sudah stabil, performa kembali muncul dan motor bisa melaju normal.
Hasil Jarak Tempuh di Bawah Klaim
Dari hasil pengujian, Yadea G6 hanya mampu menempuh jarak sekitar 70 kilometer hingga baterai benar-benar habis. Angka ini jauh di bawah klaim pabrikan yang mencapai 100 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Perjalanan dimulai dari 2.034 km dan berakhir di sekitar 2.104 km saat motor benar-benar kehabisan tenaga. Artinya, total jarak tempuh hanya berkisar 70 km dengan penggunaan kombinasi kecepatan rendah dan tinggi.
Hasil ini memunculkan dugaan adanya masalah pada sistem tertentu, baik di bagian baterai maupun controller. Terlebih, perilaku indikator baterai yang tidak akurat semakin memperkuat dugaan tersebut.
Dugaan Masalah di Controller atau Baterai
Penguji menduga bahwa sumber masalah bisa berasal dari controller yang tidak optimal dalam mengatur aliran daya. Hal ini terlihat dari karakter tenaga yang tidak stabil, terutama di putaran awal.
Controller disebut seperti “malas” dalam menyalurkan tenaga saat kecepatan rendah. Namun ketika motor sudah melaju lebih cepat, aliran daya menjadi lebih optimal sehingga performa meningkat.
Selain itu, kemungkinan masalah pada baterai juga tidak bisa diabaikan. Meski tidak menunjukkan tanda fisik seperti kembung, performa yang tidak sesuai dengan klaim tetap menjadi indikasi adanya ketidakseimbangan sistem.
Performa Tanjakan Jadi Sorotan
Dalam pengujian di medan menanjak, Yadea G6 menunjukkan performa yang cukup lemah. Kecepatan turun drastis hingga di bawah 20 km/jam, bahkan hanya berada di kisaran 15–17 km/jam saat gas dibuka penuh.
Hal ini semakin mempertegas bahwa motor ini memiliki keterbatasan tenaga di kondisi tertentu, terutama saat membutuhkan torsi besar dari posisi diam atau kecepatan rendah.
Evaluasi untuk Pengguna Harian
Dengan berbagai temuan tersebut, Yadea G6 dinilai masih memiliki beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan, terutama bagi pengguna harian. Karakter tenaga yang tidak stabil serta indikator baterai yang membingungkan bisa menjadi kendala dalam penggunaan sehari-hari.
Meski demikian, motor ini masih mampu memberikan performa yang cukup baik di kecepatan menengah hingga tinggi. Namun, untuk mencapai efisiensi dan keandalan optimal, diperlukan evaluasi lebih lanjut pada sistem controller dan baterai.
Tes jarak tempuh Yadea G6 ini menjadi pengingat bahwa spesifikasi di atas kertas tidak selalu mencerminkan performa di lapangan. Pengguna disarankan untuk mempertimbangkan berbagai faktor sebelum memutuskan membeli motor listrik ini.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh