Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Honda Icon E Diuji Harian! Motor Listrik Rp28 Jutaan Ini Lincah, Fungsional, Tapi Lemah di Tanjakan?

Auliya Nur'Aini Khafadzoh • Senin, 4 Mei 2026 | 12:00 WIB
Honda Icon E motor listrik Rp28 jutaan diuji harian, lincah dan fungsional, tapi lemah di tanjakan dan performa terbatas.(Pinterest)
Honda Icon E motor listrik Rp28 jutaan diuji harian, lincah dan fungsional, tapi lemah di tanjakan dan performa terbatas.(Pinterest)

Tulungagung - Honda Icon E kembali menjadi sorotan setelah diuji langsung untuk penggunaan harian di jalan perkotaan. Motor listrik Honda dengan harga Rp28 jutaan ini disebut punya karakter lincah dan fungsional, namun memiliki beberapa catatan penting terutama saat menghadapi tanjakan.

Sebagai motor listrik Honda paling murah, Honda Icon E memang dirancang untuk mobilitas jarak dekat. Dengan dimensi yang kompak dan bobot ringan, motor ini terasa sangat mudah dikendalikan, bahkan di kondisi lalu lintas padat.

Bobot kosong Honda Icon E hanya sekitar 89 kg, dan jika ditambah baterai sekitar 11,4 kg, totalnya masih berada di kisaran 100 kg. Angka ini membuat motor terasa ringan saat digunakan, sehingga pengendara tidak cepat lelah saat bermanuver di kemacetan.

Dari sisi ergonomi, Honda Icon E memiliki tinggi jok sekitar 742 mm yang tergolong ramah untuk berbagai postur tubuh. Pengendara dengan tinggi sekitar 170 cm masih dapat menapak dengan mudah menggunakan kedua kaki.

Namun, posisi dek menjadi salah satu hal yang cukup mencolok. Karena baterai ditempatkan di bawah dek, bagian ini terasa lebih tinggi dibandingkan motor konvensional. Akibatnya, posisi kaki cenderung lebih naik dan sedikit mengurangi kenyamanan bagi sebagian pengguna.

Meski begitu, dek yang luas justru menjadi nilai tambah. Pengguna dapat membawa barang berukuran besar seperti galon atau kardus tanpa kesulitan. Hal ini membuat Honda Icon E terasa sangat fungsional untuk aktivitas sehari-hari.

Bagasi juga menjadi keunggulan lain. Dengan kapasitas sekitar 21 liter, ruang penyimpanan ini mampu menampung berbagai barang termasuk helm kecil, charger, hingga perlengkapan harian lainnya.

Dari sisi fitur, Honda Icon E memang tergolong sederhana. Lampu sudah menggunakan teknologi full LED, panel instrumen digital menampilkan informasi dasar seperti kecepatan dan indikator baterai, serta tersedia port USB untuk mengisi daya perangkat.

Sistem pengereman mengandalkan cakram di depan dan tromol di belakang, lengkap dengan combi brake system (CBS). Tersedia juga fitur parking brake, meskipun mekanismenya dinilai kurang praktis karena sulit dioperasikan dengan satu tangan.

Performa Honda Icon E ditopang motor listrik tipe BLDC dengan tenaga maksimal sekitar 1,81 kW atau setara 2,46 PS, serta torsi mencapai 85 Nm. Karakter tenaga terasa cukup responsif di putaran bawah, namun tidak terlalu kuat di putaran menengah hingga atas.

Motor ini memiliki dua mode berkendara, yaitu standar dan Eco (Icon). Mode standar memberikan akselerasi yang lebih responsif dengan kecepatan maksimal sekitar 58-59 km/jam. Sementara mode Eco lebih fokus pada efisiensi daya, namun akselerasinya terasa lambat dan kurang cocok untuk jalan raya besar.

Salah satu karakter unik yang perlu diperhatikan adalah sistem keamanan saat pengereman. Ketika tuas rem ditekan, motor tidak akan merespons gas. Hal ini bisa membuat pengendara yang belum terbiasa merasa kagok, terutama saat berkendara di kondisi macet atau turunan.

Baca Juga: 10 HP Harga Rp1 Jutaan Terbaik Mei 2026, RAM Besar dan Baterai Jumbo Mulai Redmi A7 Pro hingga Tecno Spark Go 3

Dalam pengujian tanjakan, Honda Icon E menunjukkan keterbatasannya. Pada mode Eco, motor bahkan tidak mampu melanjutkan perjalanan di tanjakan sekitar 15 derajat. Sementara pada mode standar, motor masih bisa menanjak, meski dengan kecepatan yang sangat rendah.

Baterai yang digunakan memiliki kapasitas sekitar 48 volt dengan 30,6 Ah. Pengisian daya dari nol hingga penuh membutuhkan waktu sekitar 7 jam 20 menit, sementara dari 25 persen ke 75 persen sekitar 3,5 jam.

Menariknya, baterai ini bisa diisi langsung di motor atau dilepas untuk pengisian di dalam ruangan. Fitur ini memberikan fleksibilitas bagi pengguna yang tidak memiliki akses colokan di area parkir.

Secara keseluruhan, Honda Icon E adalah motor listrik yang cocok untuk penggunaan ringan di perkotaan. Kendaraan ini ideal untuk aktivitas seperti ke kantor jarak dekat, belanja, atau antar-jemput sekolah.

Namun, bagi pengguna yang membutuhkan performa lebih tinggi atau sering melewati tanjakan curam, motor ini mungkin bukan pilihan utama. Dengan segala kelebihan dan keterbatasannya, Honda Icon E tetap menawarkan solusi praktis dan efisien di era kendaraan listrik.

Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh
#rekomendasi motor honda icon e #review motor honda #honda icon e 28 jutaan