Honda Icon E Dibedah Habis! Motor Listrik Rp28 Jutaan Ini Irit Banget Cuma Rp4.000 Sekali Cas, Tapi Ada Kekurangannya
Auliya Nur'Aini Khafadzoh• Senin, 4 Mei 2026 | 12:04 WIB
Honda Icon E motor listrik Rp28 jutaan, biaya cas cuma Rp4.000, irit untuk harian tapi punya beberapa kekurangan.(Pinterest)
Tulungagung - Honda Icon E kembali menarik perhatian publik setelah diuji secara menyeluruh untuk penggunaan harian. Motor listrik Honda paling murah ini dibanderol sekitar Rp28 jutaan dan menawarkan biaya operasional yang sangat rendah, bahkan hanya sekitar Rp4.000 untuk sekali pengisian penuh.
Dengan harga tersebut, Honda Icon E diposisikan sebagai motor listrik entry-level dari pabrikan Jepang. Dibandingkan model lain seperti EM1 e atau CUV e, motor ini memang hadir dengan spesifikasi lebih sederhana, namun tetap membawa sejumlah keunggulan yang relevan untuk penggunaan perkotaan.
Salah satu daya tarik utama Honda Icon E adalah efisiensi biaya. Dengan kapasitas baterai sekitar 1,8 kWh, biaya listrik rumah tangga diperkirakan hanya sekitar Rp1.700 hingga Rp2.000 per kWh. Artinya, untuk mengisi daya dari nol hingga penuh, pengguna hanya perlu mengeluarkan biaya sekitar Rp4.000.
Efisiensi ini menjadikan Honda Icon E lebih hemat dibandingkan motor bensin seperti Honda Beat, terutama untuk penggunaan jarak dekat. Namun, keunggulan ini tetap bergantung pada pola penggunaan dan jarak tempuh harian.
Dari sisi desain, Honda Icon E masih mengusung tampilan yang mirip dengan EM1 e, meskipun terdapat beberapa perbedaan. Salah satu yang paling mencolok adalah posisi baterai yang tidak menggunakan sistem Mobile Power Pack (MPP), sehingga tidak memakan ruang bagasi.
Sebagai gantinya, baterai ditempatkan di bawah dek kaki. Hal ini membuat dek terasa lebih tinggi dibandingkan motor konvensional, yang berdampak pada posisi berkendara. Bagi sebagian pengendara, posisi ini terasa seperti sedikit jongkok karena lutut berada lebih tinggi dari jok.
Meski demikian, dek yang luas justru memberikan kepraktisan tambahan. Pengendara dapat membawa barang berukuran besar seperti galon tanpa mengganggu posisi kaki. Sementara itu, bagasi di bawah jok tetap cukup lega untuk menyimpan helm kecil dan barang lainnya.
Bobot motor yang hanya sekitar 89 kg menjadi keunggulan lain. Dengan bobot ringan, Honda Icon E terasa mudah dikendalikan dan tidak melelahkan saat digunakan di kemacetan. Handling juga terasa lincah, cocok untuk mobilitas di jalan perkotaan yang padat.
Dari segi performa, Honda Icon E dibekali motor listrik bertenaga 1,81 kW dengan torsi 85 Nm. Akselerasi awal terasa cukup responsif, terutama pada mode standar. Namun, tenaga mulai terasa menurun di kecepatan menengah hingga atas.
Kecepatan maksimal motor ini berada di kisaran 59 km/jam. Saat kecepatan di atas 30 km/jam, akselerasi terasa melambat dan membutuhkan waktu lebih lama untuk meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa motor ini memang difokuskan untuk penggunaan dalam kota, bukan perjalanan jarak jauh.
Terdapat dua mode berkendara yang bisa dipilih, yaitu mode standar dan mode Icon. Mode Icon cenderung memiliki akselerasi lebih lambat, sehingga kurang cocok digunakan di jalan raya besar karena dapat menghambat arus lalu lintas.
Menariknya, performa motor juga dipengaruhi oleh kondisi baterai. Saat kapasitas baterai di bawah 40 persen, tenaga dan akselerasi mulai menurun. Namun berbeda dengan beberapa motor listrik lain, Honda Icon E tidak membatasi kecepatan secara drastis meski baterai di bawah 10 persen.
Untuk pengisian daya, Honda Icon E menyediakan dua metode, yaitu pengisian langsung melalui motor dan dengan melepas baterai. Namun, pengguna perlu memperhatikan bahwa charger tidak tahan air, sehingga tidak disarankan digunakan saat hujan.
Durasi pengisian dari nol hingga penuh membutuhkan waktu sekitar 7 jam 20 menit. Sementara pengisian dari 25 persen ke 75 persen hanya memakan waktu sekitar 3,5 jam, yang dinilai masih cukup praktis untuk penggunaan harian.
Dalam penggunaan nyata, konsumsi baterai juga cukup terasa. Untuk perjalanan sekitar 15 km, baterai bisa berkurang hingga 37 persen. Artinya, untuk perjalanan pulang-pergi, pengguna perlu mengisi daya setiap hari.
Secara keseluruhan, Honda Icon E menawarkan paket yang menarik bagi pengguna dengan kebutuhan mobilitas jarak dekat. Motor ini cocok untuk aktivitas seperti pergi ke kantor dengan jarak dekat, ke pasar, atau ke stasiun.
Meski memiliki beberapa kekurangan seperti posisi dek tinggi, performa terbatas, dan waktu pengisian yang cukup lama, keunggulan dari sisi efisiensi biaya dan kemudahan penggunaan tetap menjadi daya tarik utama.
Bagi konsumen yang mengutamakan kendaraan ramah lingkungan dengan biaya operasional rendah, Honda Icon E masih menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan di kelas motor listrik terjangkau.