Honda Icon E Lebih Worth It dari EM1 e? Test Ride Ungkap Kelebihan Motor Listrik Honda Rp28 Jutaan Ini
Auliya Nur'Aini Khafadzoh• Senin, 4 Mei 2026 | 12:12 WIB
Honda Icon E dinilai lebih worth it dari EM1 e, motor listrik Rp28 jutaan dengan pengendalian natural dan cocok untuk penggunaan harian.(Pinterest)
Tulungagung - Honda Icon E kembali jadi sorotan setelah hasil test ride menunjukkan motor listrik Honda ini dinilai lebih worth it dibandingkan EM1 e. Dengan harga di kisaran Rp28 jutaan, Honda Icon E menawarkan pengalaman berkendara yang disebut lebih natural dan nyaman untuk penggunaan harian di perkotaan.
Dalam pengujian langsung, Honda Icon E memperlihatkan karakter berkendara yang mirip dengan motor bensin konvensional. Hal ini menjadi nilai lebih yang jarang ditemukan pada motor listrik di kelas harga sejenis. Posisi berkendara disebut ergonomis, dengan dek yang tidak terlalu tinggi sehingga tetap nyaman untuk pengendara dengan tinggi sekitar 164 cm.
Setang motor dirancang cukup lebar namun tidak berlebihan, sehingga memudahkan manuver di jalan sempit maupun saat menghadapi kemacetan. Fleksibilitas ini menjadikan Honda Icon E sangat cocok untuk mobilitas perkotaan yang dinamis.
Pengujian kelincahan menunjukkan bahwa Honda Icon E mampu bermanuver dengan sangat baik. Saat digunakan untuk berpindah jalur atau melewati tikungan tajam, motor ini tetap stabil dan mudah dikendalikan. Bahkan, sensasi berkendara disebut terasa ringan seolah tanpa beban.
Perbandingan dengan EM1 e pun cukup mencolok, terutama dari sisi respons throttle. Honda Icon E dinilai memiliki bukaan gas yang lebih halus dan mudah diatur. Berbeda dengan beberapa motor listrik lain yang cenderung memberikan respons tiba-tiba, Honda Icon E justru menghadirkan akselerasi yang lebih terkontrol.
Meski begitu, performa kecepatan tetap memiliki batas. Tenaga motor listrik sebesar 2,4 PS dan torsi 85 Nm memang cukup untuk kebutuhan dalam kota. Namun, saat kecepatan menyentuh 40 km/jam ke atas, tenaga mulai terasa berkurang. Hal ini wajar mengingat motor ini memang difokuskan untuk penggunaan urban.
Di sisi kenyamanan, suspensi Honda Icon E tergolong cukup keras. Saat melewati jalan tidak rata, bantingan terasa cukup signifikan. Namun, hal ini diimbangi dengan jok yang empuk sehingga tetap memberikan kenyamanan bagi pengendara.
Stabilitas motor juga cukup baik meskipun memiliki wheelbase yang relatif pendek. Namun, pengendara tidak disarankan melakukan manuver ekstrem seperti cornering di kecepatan tinggi karena bodi motor bisa terasa kurang stabil.
Salah satu keunggulan utama Honda Icon E adalah karakter pengendaliannya yang natural. Hal ini mencakup kombinasi antara respons gas dan sistem pengereman yang terasa halus dan responsif. Pengalaman ini disebut mendekati sensasi berkendara motor skutik berbahan bakar bensin.
Keunggulan ini menjadi pembeda dibandingkan motor listrik lain, khususnya produk yang lebih murah. Banyak motor listrik di kelas entry-level yang memiliki karakter gas agresif dan pengereman yang kurang konsisten. Honda Icon E justru menawarkan keseimbangan yang lebih baik.
Selain itu, dari sisi keamanan dan kualitas, Honda juga dinilai memberikan standar yang lebih tinggi. Meskipun dibanderol dengan harga Rp28 jutaan, motor ini sudah termasuk paket pembelian baterai dan charger, sehingga tidak memerlukan biaya tambahan.
Menariknya lagi, Honda Icon E tidak menggunakan rangka eSAF seperti beberapa model lain. Hal ini memberikan rasa lebih aman bagi pengguna yang khawatir soal kekuatan dan durabilitas rangka.
Secara keseluruhan, Honda Icon E menjadi pilihan menarik di segmen motor listrik entry-level. Dengan kombinasi harga yang kompetitif, pengendalian yang natural, serta kenyamanan berkendara, motor ini dinilai lebih unggul dibandingkan EM1 e untuk penggunaan sehari-hari.
Bagi masyarakat perkotaan yang mencari kendaraan listrik praktis, Honda Icon E bisa menjadi solusi yang seimbang antara performa, kenyamanan, dan keamanan.