Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Polytron Fox 350 Tembus 100 Km ! Tes Jarak Tempuh Real Bikin Kaget, Baterai Masih Sisa 9 Persen

Muhamad Ahsanul Wildan • Selasa, 5 Mei 2026 | 13:00 WIB
Polytron Fox 350 tembus 100 km dalam tes real jalan kota. Baterai masih sisa 9 persen. (Ilustrasi Gemini AI)
Polytron Fox 350 tembus 100 km dalam tes real jalan kota. Baterai masih sisa 9 persen. (Ilustrasi Gemini AI)

RADAR TULUNGAGUNG - Motor listrik Polytron Fox 350 kembali jadi sorotan setelah dilakukan uji jarak tempuh real di jalan perkotaan.

Hasilnya cukup mengejutkan. Dengan mode D dan bobot pengendara sekitar 100 kilogram, motor listrik ini mampu menembus lebih dari 100 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Tes dilakukan tanpa mode hemat ekstrem maupun penggunaan mode S. Pengendara memilih memakai mode D secara penuh dengan kecepatan rata-rata 40 hingga 60 km/jam.

Kondisi jalan yang dilalui juga cukup beragam, mulai jalur kota, tanjakan ringan, hingga beberapa kali menyalip kendaraan besar.

Pada awal perjalanan, baterai Polytron Fox 350 berada di angka 100 persen.

Namun penguji menjelaskan bahwa indikator charger portable masih berwarna merah, bukan hijau penuh. Kondisi ini ternyata memengaruhi daya tahan baterai di awal penggunaan.

“Hasilnya beda kalau charger sudah hijau penuh. Biasanya 5 kilometer pertama baterai masih tetap 100 persen,” ungkap penguji dalam video.

Setelah menempuh 10 kilometer pertama, baterai turun menjadi 91 persen.

Angka ini dianggap masih cukup wajar mengingat motor dipacu stabil di kecepatan 50 hingga 60 km/jam.

Baca Juga: Perjuangan Atlet Muda Panahan Tulungagung Adhymas Yudhistira Lawan Gangguan Kecemasan, Bangkit Raih Medali di Piala Gubernur Jatim

Polytron Fox 350 Tetap Irit di Kecepatan Tinggi

Memasuki jarak 40 kilometer, sisa baterai masih berada di angka 63 persen.

Pengendara mengaku cukup sering melakukan akselerasi untuk menyalip kendaraan lain, tetapi konsumsi daya tetap stabil.

Menariknya, saat motor dipacu konstan di kecepatan 60 km/jam, penurunan baterai terasa lambat. Bahkan dari 40 persen menuju 39 persen membutuhkan waktu cukup lama.

Hal ini menjadi catatan penting karena banyak motor listrik biasanya lebih boros ketika dipakai konstan di kecepatan tinggi. Namun pada Polytron Fox 350, efisiensi baterai justru masih terasa cukup baik.

Di jarak 70 kilometer, baterai masih tersisa 37 persen. Penguji menyebut kondisi tersebut cukup impresif untuk penggunaan harian di area perkotaan.

Selain membahas baterai, penguji juga memberikan catatan terkait kenyamanan berkendara. Menurutnya, posisi riding Polytron Fox 350 sangat nyaman untuk perjalanan jauh.

“Kaki masih enak selonjoran walaupun sudah 40 kilometer lebih,” katanya.

Meski demikian, bagian jok disebut masih memiliki kekurangan pada ketebalan busa, terutama untuk pengendara berbobot besar.

Mode D Dikunci Saat Baterai Menipis

Saat perjalanan mencapai 85,8 kilometer dengan sisa baterai 22 persen, sistem motor mulai berubah otomatis.

Indikator mode D berkedip dan layar langsung menampilkan estimasi jarak tersisa sekitar 30 kilometer.

Pada kondisi ini, mode S sudah tidak bisa digunakan dan motor otomatis terkunci di mode D untuk menjaga efisiensi daya baterai.

Fitur tersebut dinilai cukup membantu agar pengguna tetap bisa mencapai tujuan tanpa khawatir kehabisan daya mendadak.

Pengujian terus dilanjutkan hingga baterai menyentuh angka 10 persen. Hasilnya, odometer menunjukkan angka 98,9 kilometer dengan estimasi jarak tambahan masih sekitar 14 kilometer.

Motor akhirnya berhenti di angka 100,5 kilometer dengan sisa baterai 9 persen dan estimasi jarak 12 kilometer lagi.

Charging Jadi Faktor Penting

Dalam pengujian tersebut, penguji juga menemukan fakta menarik soal proses pengisian daya.

Saat charger portable benar-benar menunjukkan lampu hijau penuh, baterai terasa jauh lebih awet dibanding hanya berhenti di indikator 100 persen biasa.

Pada percobaan berikutnya, setelah charger benar-benar hijau, motor mampu menempuh hampir 6 kilometer tanpa penurunan persen baterai.

Hasil tes ini membuat Polytron Fox 350 dinilai cukup kompetitif di kelas motor listrik harian. Dengan kecepatan stabil 40 hingga 60 km/jam dan bobot pengendara 100 kilogram, jarak tempuh tembus 100 kilometer menjadi nilai jual yang cukup menarik.

Apalagi penggunaan dilakukan full di mode D tanpa teknik eco riding berlebihan. Hal tersebut menunjukkan performa baterai Polytron Fox 350 masih sangat layak untuk kebutuhan mobilitas harian maupun perjalanan menengah.

Baca Juga: Perjuangan Atlet Muda Panahan Tulungagung Adhymas Yudhistira Lawan Gangguan Kecemasan, Bangkit Raih Medali di Piala Gubernur Jatim

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#baterai motor listrik #tes jarak tempuh #motor listrik indonesia #motor listrik Polytron #polytron fox 350