Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Review Polytron Fox 350 di Jalur Puncak, Suspensi Empuk, Tanjakan Kuat, Touring 70 Km Masih Aman

Muhamad Ahsanul Wildan • Selasa, 5 Mei 2026 | 13:12 WIB
Review Polytron Fox 350 di jalur Puncak bikin penasaran, touring 70 km tanpa cas masih sisa 29 persen. (Ilustrasi Gemini AI)
Review Polytron Fox 350 di jalur Puncak bikin penasaran, touring 70 km tanpa cas masih sisa 29 persen. (Ilustrasi Gemini AI)

RADAR TULUNGAGUNG - Polytron Fox 350 mulai menunjukkan tajinya sebagai motor listrik touring harian setelah diuji langsung di jalur ekstrem Bogor menuju Puncak.

Motor listrik terbaru Polytron itu dinilai punya peningkatan signifikan dari generasi sebelumnya, terutama dalam hal kenyamanan dan performa tanjakan.

Dalam pengujian yang dilakukan pada Minggu pagi, 25 Januari 2026, rider melakukan perjalanan sejauh 70 kilometer pulang pergi dari Kota Bogor menuju kawasan Puncak tanpa melakukan pengisian ulang baterai.

Perjalanan dimulai dari kawasan Taman Pajajaran, Bogor, menuju Gunung Geulis, Cibanon, hingga Puncak Pass.

Jalur tersebut terkenal memiliki tanjakan panjang dan tikungan khas pegunungan yang cukup menguji performa kendaraan listrik.

Polytron Fox 350 digunakan dalam kondisi hampir standar pabrik. Modifikasi hanya dilakukan pada bagian spion serta penambahan box belakang beserta bracket.

Baca Juga: Perjuangan Atlet Muda Panahan Tulungagung Adhymas Yudhistira Lawan Gangguan Kecemasan, Bangkit Raih Medali di Piala Gubernur Jatim

Impresi Berkendara Dinilai Jauh Lebih Matang

Sejak awal perjalanan, rider langsung mencoba mode S untuk menguji torsi motor di jalur menanjak. Hasilnya cukup memuaskan.

Motor mampu melibas tanjakan tanpa gejala kehilangan tenaga berlebih.

Selain itu, temperatur baterai, controller, dan dinamo BLDC tetap stabil meski digunakan menanjak cukup lama.

Saat tiba di rest area Gunung Mas dengan jarak tempuh 26,2 kilometer, sisa baterai masih berada di angka 62 persen. Tidak ditemukan gejala overheat yang biasanya menjadi kekhawatiran pengguna motor listrik saat melewati jalur pegunungan.

Menurut pengendara, peningkatan paling terasa ada pada sektor suspensi dan ergonomi berkendara.

“Fox 350 ini improve luar biasa dibanding Fox-R. Dalam kondisi standar saja sudah nyaman,” ujar rider dalam video pengujian.

Posisi kaki disebut lebih rileks, baik saat selonjor maupun posisi normal. Suspensi belakang juga terasa empuk untuk penggunaan harian, meski masih ada sedikit karakter mengayun saat kecepatan tinggi.

Kabut Tebal Puncak Jadi Tantangan Tambahan

Selain tanjakan, pengujian juga diwarnai kondisi cuaca berkabut tebal khas Puncak Bogor.

Bahkan jarak pandang sempat hanya sekitar tujuh meter saat perjalanan turun dari Puncak Pass.

Meski begitu, Polytron Fox 350 tetap dinilai stabil digunakan dalam kondisi jalan lembap dan dingin.

Rider juga memanfaatkan fitur regenerative braking saat perjalanan turun menuju Cisarua dan Cipayung. Teknologi tersebut membantu mengembalikan daya baterai ketika motor melakukan deselerasi.

Di Puncak Pass, baterai sempat berada di angka 42 persen. Namun saat melewati jalur turunan, indikator baterai naik menjadi 43 persen sebelum akhirnya kembali turun ke 41 persen.

Sisa Baterai 29 Persen Setelah 70 Kilometer

Pengujian berakhir setelah motor kembali tiba di Kota Bogor dengan total perjalanan mencapai 70 kilometer.

Yang menarik, baterai masih tersisa 29 persen tanpa charging tambahan.

Angka tersebut dianggap cukup impresif mengingat rute yang dilalui bukan jalan datar, melainkan kombinasi tanjakan, turunan, serta cuaca dingin pegunungan.

Hasil tes ini memperlihatkan bahwa Polytron Fox 350 tidak hanya cocok untuk penggunaan dalam kota, tetapi juga mulai layak dipertimbangkan untuk touring jarak menengah.

Rider bahkan mengungkapkan rencana touring berikutnya menuju Bandung karena merasa motor listrik ini sudah cukup nyaman dipakai perjalanan jauh.

Dengan peningkatan kenyamanan, efisiensi daya, dan performa tanjakan, Polytron Fox 350 tampaknya menjadi salah satu motor listrik yang mulai serius menantang dominasi motor konvensional di pasar harian Indonesia.

Baca Juga: Perjuangan Atlet Muda Panahan Tulungagung Adhymas Yudhistira Lawan Gangguan Kecemasan, Bangkit Raih Medali di Piala Gubernur Jatim

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#review motor listrik #touring motor listrik #baterai motor listrik #tes Puncak Bogor #polytron fox 350