Tulungagung - Pencairan bansos PKH dan BPNT tahap 2 periode April-Juni 2026 masih terus menjadi perhatian masyarakat. Hingga Rabu siang, 7 Mei 2026, banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dilaporkan masih belum menerima saldo bantuan sosial di rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Hal tersebut terlihat dari hasil pengecekan saldo KKS PKH BPNT yang dilakukan pada pukul 12.30 hingga 12.36 WIB. Dalam pengecekan tersebut, dua kartu penerima bantuan dari tahun berbeda masih menunjukkan saldo kosong atau belum ada dana bantuan yang masuk.
Kartu pertama yang dicek merupakan KKS terbitan tahun 2018. Setelah dilakukan pemeriksaan saldo, rekening tersebut masih menunjukkan nominal nol rupiah tanpa adanya pencairan bansos tahap kedua.
Sementara itu, kartu kedua yang merupakan KKS terbitan tahun 2017 juga menunjukkan hasil serupa. Tidak terdapat saldo masuk baik untuk bantuan PKH maupun BPNT tahap 2 tahun 2026.
Pencairan PKH dan BPNT Belum Merata
Hasil pengecekan ini memperlihatkan bahwa pencairan bansos PKH dan BPNT tahap 2 memang masih berlangsung secara bertahap dan belum merata di seluruh wilayah Indonesia.
Meski pemerintah telah resmi memulai penyaluran bantuan sosial tahap kedua, tidak semua rekening penerima langsung menerima dana secara bersamaan. Proses distribusi masih menyesuaikan status data penerima di sistem Kementerian Sosial dan kesiapan bank penyalur.
“Masih kosong, belum ada saldo masuk,” demikian keterangan dalam video pengecekan saldo bansos yang beredar di media sosial.
Kondisi tersebut membuat banyak masyarakat terus memantau rekening KKS mereka setiap hari untuk memastikan apakah bantuan sudah dicairkan atau belum.
Aceh Sudah Mulai Cair Lewat BSI
Di tengah banyaknya laporan saldo kosong, wilayah Aceh justru disebut menjadi salah satu daerah yang lebih dulu menerima pencairan bansos PKH dan BPNT tahap 2.
Penyaluran di Aceh dilakukan melalui Bank Syariah Indonesia (BSI), yang diketahui sudah mulai mencairkan bantuan kepada sejumlah penerima manfaat.
Beberapa KPM di wilayah tersebut dilaporkan telah menerima bantuan mulai dari Rp600 ribu hingga jutaan rupiah sesuai komponen PKH yang dimiliki masing-masing keluarga.
Namun untuk wilayah lain, terutama penerima melalui bank Himbara seperti BRI, Mandiri, dan BNI, pencairan masih terus menunggu proses lanjutan.
Penyebab Bantuan Belum Masuk Rekening
Belum cairnya bantuan pada sebagian rekening KKS disebut berkaitan dengan proses administrasi dan verifikasi data penerima bansos.
Setiap penerima memiliki status berbeda di sistem, mulai dari tahap verifikasi rekening, penerbitan SPM, hingga status SI atau Standing Instruction yang menandakan bantuan siap dicairkan.
Penerima dengan status SI biasanya lebih cepat mendapatkan pencairan dibandingkan rekening yang masih berada pada tahap pengecekan data.
Karena itu, masyarakat diminta tidak panik apabila saldo rekening masih kosong pada hari ini.
KPM Diminta Rutin Cek Saldo
Pemerintah dan pendamping sosial mengimbau masyarakat untuk rutin mengecek saldo rekening KKS secara berkala melalui ATM, mobile banking, maupun agen bank terdekat.
Jika bantuan sudah masuk, saldo akan langsung muncul sesuai nominal bantuan yang diterima. Untuk BPNT biasanya sebesar Rp600 ribu, sedangkan PKH menyesuaikan komponen keluarga penerima.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar selalu memastikan data mereka tetap aktif di DTKS atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial agar proses pencairan bantuan tidak mengalami hambatan.
Dengan pencairan yang masih berlangsung hingga Juni 2026, masyarakat diharapkan tetap bersabar sambil memantau informasi resmi terkait bansos PKH dan BPNT tahap 2.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh