Tulungagung - Kabar gembira datang bagi jutaan penerima bantuan sosial di Indonesia. Kementerian Sosial (Kemensos) resmi memulai pencairan bansos PKH dan BPNT tahap 2 tahun 2026 setelah surat penyaluran terbaru diterbitkan dengan nomor 1285/3/BS.01.00/5/2026.
Melalui surat tersebut, pemerintah memastikan penyaluran bantuan sosial PKH tahap 2 dan BPNT tahap 2 mulai berjalan secara serentak di 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Proses pencairan kini sudah mulai dirasakan sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di berbagai daerah.
Menariknya, banyak KPM dilaporkan menerima pencairan dobel atau gabungan antara bantuan PKH dan BPNT dengan total nominal mencapai Rp3 juta hingga Rp3,2 juta. Nominal besar tersebut umumnya diterima keluarga dengan komponen lengkap, mulai dari ibu hamil, balita, anak sekolah, hingga lansia.
Pencairan bansos PKH dan BPNT tahap 2 ini langsung menjadi sorotan masyarakat karena dianggap sebagai “panen raya” bantuan sosial pada pertengahan tahun 2026.
Dana PKH dan BPNT Sudah Masuk Bank Penyalur
Dalam surat resmi Kemensos tersebut dijelaskan bahwa dana bansos telah dipindahbukukan ke rekening bank penyalur dan siap dicairkan penerima manfaat.
Bank penyalur yang terlibat dalam pencairan kali ini meliputi Bank BRI, BNI, Mandiri, hingga Bank Syariah Indonesia (BSI) khusus wilayah Aceh.
Kemensos juga mengingatkan bahwa penerima bantuan wajib segera melakukan transaksi pencairan karena ada batas waktu maksimal 30 hari sejak dana masuk rekening. Jika tidak segera dicairkan, dana bantuan berpotensi dikembalikan ke kas negara.
“Dana sudah tersedia di bank penyalur dan harus segera ditransaksikan dalam waktu 30 hari,” demikian isi informasi yang ramai dibahas masyarakat penerima bansos.
Selain itu, daftar penerima bantuan sosial by name by address disebut sudah dapat diakses melalui aplikasi 6NG yang digunakan dalam proses pemantauan penyaluran bansos.
Daerah yang Sudah Cair Dobel PKH dan BPNT
Sejumlah daerah dilaporkan menjadi wilayah tercepat dalam pencairan bansos PKH dan BPNT tahap 2 tahun 2026.
Wilayah Aceh menjadi salah satu daerah paling aktif dalam proses pencairan melalui Bank BSI. Beberapa daerah seperti Aceh Utara dan Banda Aceh dilaporkan sudah menerima bantuan lebih awal.
Sementara itu, pencairan melalui Bank Mandiri mulai terpantau di sejumlah wilayah seperti Bogor, Sukabumi, Garut, Jember, hingga Banyuwangi.
Untuk Bank BRI, laporan pencairan muncul dari Sulawesi Selatan, Lampung, Brebes, dan Cilacap. Sedangkan Bank BNI dilaporkan mulai mencairkan bantuan di wilayah Jakarta Timur, Bandung, Surabaya, hingga Medan.
Meski begitu, pencairan bansos masih berlangsung bertahap sehingga tidak semua penerima mendapatkan bantuan di waktu yang sama.
Ada 475 Ribu KPM Baru Masuk Sistem
Kabar penting lainnya, Kemensos juga disebut telah memasukkan sekitar 475.800 KPM baru ke dalam sistem penerima bansos bulan ini.
Tambahan penerima tersebut berasal dari hasil pembaruan data sosial dan evaluasi terbaru pemerintah terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
Sebagian penerima baru merupakan warga yang sebelumnya sempat tidak menerima bantuan karena perubahan desil ekonomi, namun kini kembali masuk daftar penerima manfaat.
Karena itu, masyarakat diimbau rutin memeriksa status bantuan melalui DTKS maupun saldo rekening KKS masing-masing.
Dana Diminta Digunakan untuk Kebutuhan Penting
Pemerintah juga mengingatkan agar dana bantuan sosial digunakan secara bijak untuk kebutuhan prioritas keluarga, terutama pendidikan anak, kesehatan, dan pemenuhan gizi.
Selain itu, penerima bantuan diminta menjaga keamanan rekening dengan tidak memberikan PIN KKS kepada pihak lain demi menghindari penyalahgunaan bantuan sosial.
Dengan dimulainya pencairan bansos PKH dan BPNT tahap 2 di ratusan daerah, masyarakat kini berharap proses penyaluran berjalan lancar hingga seluruh penerima mendapatkan hak mereka tanpa hambatan.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh