Tulungagung - Pencairan bansos PKH dan BPNT tahap 2 periode April-Mei-Juni 2026 masih menjadi perhatian jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Indonesia. Hingga kini, banyak warga terus melakukan pengecekan saldo melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) untuk memastikan apakah bantuan sosial sudah masuk atau belum.
Hasil pengecekan terbaru terhadap beberapa KKS Bank Mandiri menunjukkan bahwa pencairan bansos PKH dan BPNT tahap 2 masih belum merata. Dari tiga kartu yang dicek, seluruhnya belum menunjukkan adanya saldo bantuan yang masuk.
Pengecekan pertama dilakukan pada KKS Bank Mandiri keluaran tahun 2017. Dalam kartu tersebut, saldo yang tersedia hanya Rp28 ribu dan belum terdapat tambahan dana bantuan PKH maupun BPNT tahap 2 tahun 2026.
Sementara itu, pengecekan pada KKS Bank Mandiri keluaran tahun 2018 menunjukkan saldo Rp0 tanpa adanya tanda pencairan bantuan sosial. Kondisi serupa juga ditemukan pada kartu keluaran tahun 2021 yang masih menunjukkan saldo kosong.
KKS Bank Mandiri Belum Cair
Dari hasil pengecekan tersebut, dapat disimpulkan bahwa hingga saat ini pencairan bansos PKH dan BPNT tahap 2 melalui KKS Bank Mandiri masih belum dilakukan secara luas.
Kondisi ini membuat banyak penerima bantuan masih harus menunggu proses penyaluran dari pemerintah dan bank penyalur. Meski demikian, masyarakat diminta tetap tenang karena pencairan bansos memang dilakukan secara bertahap.
Sejumlah penerima mengaku rutin memeriksa saldo rekening mereka setiap hari untuk memastikan apakah bantuan sudah masuk. Namun hingga 7 Mei 2026, belum ditemukan adanya pencairan signifikan melalui Bank Mandiri.
“Untuk Bank Mandiri masih belum ada pencairan PKH dan BPNT tahap 2. Saldo masih kosong,” demikian informasi yang disampaikan dalam video pengecekan bansos terbaru yang ramai dibahas di media sosial.
BSI Jadi Bank Pertama yang Mulai Cairkan Bansos
Di tengah belum cairnya bantuan melalui Bank Mandiri, kabar berbeda justru datang dari Bank Syariah Indonesia (BSI). Beberapa KPM di wilayah Aceh dilaporkan sudah menerima pencairan bansos PKH dan BPNT tahap 2.
Nominal bantuan yang masuk bervariasi, mulai dari Rp600 ribu untuk BPNT hingga Rp1,5 juta untuk gabungan bantuan PKH dan BPNT sesuai komponen penerima.
Hal ini menunjukkan bahwa proses pencairan bansos tahap 2 tahun 2026 memang tidak dilakukan serentak di seluruh bank penyalur maupun seluruh wilayah Indonesia.
Perbedaan waktu pencairan disebut dipengaruhi status data penerima di sistem Kementerian Sosial. Penerima yang telah berstatus SI atau Standing Instruction biasanya lebih cepat diproses pencairannya dibandingkan penerima lain yang masih dalam tahap verifikasi.
Masyarakat Diimbau Rutin Cek Rekening
Meski pencairan melalui KKS Bank Mandiri belum terlihat, masyarakat tetap dianjurkan rutin melakukan pengecekan saldo rekening secara berkala. Pemerintah diperkirakan masih melanjutkan proses penyaluran bantuan secara bertahap dalam beberapa hari ke depan.
Pengecekan bisa dilakukan melalui ATM, agen bank, maupun aplikasi mobile banking masing-masing bank penyalur. Jika saldo bantuan masuk, nominal akan langsung terlihat di rekening penerima.
Selain itu, KPM juga diminta memastikan data mereka tetap aktif di DTKS atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial agar bantuan tidak mengalami kendala administrasi.
Program bansos PKH dan BPNT sendiri menjadi salah satu bantuan sosial paling dinantikan masyarakat karena membantu memenuhi kebutuhan pokok di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
Dengan masih berlangsungnya proses pencairan tahap 2 periode April hingga Juni 2026, masyarakat berharap penyaluran bansos dapat berjalan lancar tanpa hambatan dan segera diterima seluruh penerima yang berhak.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh