Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Keluh Kesah Pengguna Smooth Zuzu Motor Listrik, Baterai Swap Jadi Sorotan: Jarak Tempuh Pendek hingga Stasiun Penukaran Masih Minim

M. Helmi Nurhisam • Jumat, 8 Mei 2026 | 20:45 WIB
Keluhan pengguna Smooth Zuzu motor listrik viral, mulai jarak tempuh pendek hingga swap baterai yang masih minim.(pinterest)
Keluhan pengguna Smooth Zuzu motor listrik viral, mulai jarak tempuh pendek hingga swap baterai yang masih minim.(pinterest)

Radar Tulungagung - Smooth Zuzu motor listrik semakin ramai dibicarakan setelah mendapat subsidi pemerintah dan menawarkan sistem baterai swap yang dianggap praktis. Namun di balik popularitas tersebut, muncul berbagai keluhan dari pengguna yang merasa pengalaman memakai motor listrik ini belum sepenuhnya memuaskan.

Salah satu pengguna yang membagikan pengalamannya melalui kanal YouTube mengungkap sejumlah masalah selama hampir sebulan menggunakan Smooth Zuzu motor listrik. Mulai dari gangguan teknis, jarak tempuh yang dinilai tidak sesuai klaim, hingga minimnya infrastruktur stasiun penukaran baterai.

Keluhan ini menjadi perhatian karena Smooth Zuzu termasuk salah satu motor listrik subsidi yang cukup diminati masyarakat. Harga yang lebih terjangkau dan sistem tukar baterai instan menjadi daya tarik utama dibanding motor listrik lain yang harus dicas berjam-jam di rumah.

Motor Baru Langsung Bermasalah

Pengguna tersebut mengaku mengalami kendala sejak awal membeli unit. Motor disebut tidak bisa digas sehingga harus dilakukan penggantian kartu SIM yang terpasang di sistem kendaraan.

Menurutnya, masalah tersebut cukup mengecewakan karena terjadi saat motor baru diterima. Apalagi sistem motor listrik modern seperti Smooth Zuzu sangat bergantung pada konektivitas jaringan dan aplikasi.

Baca Juga: Review Gesits Raya G 2023, Motor Listrik Rp27 Jutaan dengan Jarak Tempuh 60 Km, Tapi Suspensi dan Baterainya Jadi Sorotan

“Baru dipakai sudah rusak, enggak bisa digas. Akhirnya SIM card di jok motor diganti,” ungkapnya dalam video.

Selain itu, ia juga menilai performa jarak tempuh motor belum sesuai ekspektasi. Walaupun pada spesifikasi tertulis mampu menempuh hingga 60 kilometer dalam kondisi baterai penuh, kenyataannya dinilai jauh lebih pendek.

Infrastruktur Swap Baterai Dinilai Belum Merata

Masalah terbesar yang paling sering dirasakan adalah soal lokasi penukaran baterai. Pengguna mengaku masih kesulitan menemukan stasiun swap baterai, terutama di wilayah tertentu seperti Tangerang hingga jalur menuju Puncak Bogor.

Ia menyebut beberapa gerai Alfamart maupun SPBU BP belum semuanya menyediakan fasilitas penukaran baterai. Akibatnya, pengguna harus mencari titik swap yang jaraknya cukup jauh.

Baca Juga: Review Motorola Edge 70 Fusion: HP Midrange Rp5 Jutaan dengan Baterai 7.000 mAh, Kamera 4K dan Layar 144Hz

Padahal konsep utama motor listrik berbasis swap baterai adalah kemudahan mengganti baterai kosong dengan yang penuh dalam waktu singkat.

“Kalau infrastrukturnya lengkap di semua pom bensin atau minimarket, pasti orang bakal lebih yakin pakai motor listrik,” katanya.

Ia juga menyoroti kondisi beberapa stasiun swap yang baterainya kosong atau hanya tersedia baterai dengan daya rendah. Hal itu membuat pengguna harus antre atau mencari lokasi lain demi mendapatkan baterai dengan kondisi penuh.

Tenaga Lemah Saat Menanjak

Keluhan lain datang dari performa motor ketika digunakan di jalan menanjak. Pengguna menyebut Smooth Zuzu masih terasa kurang bertenaga, terutama saat kapasitas baterai berada di bawah 50 persen.

Kecepatan motor disebut turun drastis ketika melewati tanjakan. Bahkan dalam beberapa kondisi hanya mampu melaju sekitar 20 km/jam.

Hal tersebut membuat pengguna merasa motor listrik ini kurang cocok dipakai perjalanan jauh atau medan berbukit. Terlebih lagi jika lokasi tujuan minim stasiun swap baterai.

Meski begitu, ia tetap mengakui sistem tukar baterai menjadi salah satu keunggulan utama dibanding motor listrik lain yang masih mengandalkan pengisian daya konvensional.

Layanan Servis dan Customer Service Jadi Kritik

Tidak hanya soal baterai, layanan servis juga menjadi sorotan. Pengguna mengeluhkan tidak adanya layanan penjemputan motor ketika kendaraan mengalami kerusakan berat.

Akibatnya, pengguna harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membawa motor ke service center menggunakan mobil angkut.

“Kalau rusak harus bawa sendiri ke service center. Saya sampai pakai GoBox dan habis ratusan ribu,” ujarnya.

Customer service juga dinilai kurang responsif saat menangani keluhan pelanggan. Walaupun layanan tersedia 24 jam, respons dianggap lambat dan solusi yang diberikan kurang membantu.

Tetap Optimistis dengan Masa Depan Motor Listrik

Meski menyampaikan banyak kritik, pengguna tersebut tetap mendukung perkembangan kendaraan listrik di Indonesia. Ia berharap pemerintah dan produsen motor listrik bisa terus memperbaiki infrastruktur dan layanan agar masyarakat semakin nyaman beralih dari motor bensin.

Menurutnya, penggunaan motor listrik tetap menjadi langkah penting untuk mengurangi polusi udara dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat di masa depan.

“Motor listrik bukan jelek, tapi belum sempurna. Semoga ke depan infrastrukturnya lebih baik dan masyarakat makin nyaman pakai kendaraan listrik,” tutupnya.

Editor : M. Helmi Nurhisam
#baterai swap #Smooth Zuzu motor listrik #stasiun penukaran baterai #keluhan pengguna motor listrik #motor listrik subsidi