Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Review Polygon Siskiu T7E: E-MTB Rp 55 Jutaan Ini Dijuluki “Sepeda Sesat”, Siap Hajar Tanjakan dan Blusukan ke Mana Saja

M. Helmi Nurhisam • Minggu, 10 Mei 2026 | 19:52 WIB
Review Polygon Siskiu T7E, e-MTB Rp 55 jutaan dengan motor Shimano EP801 yang dijuluki “sepeda sesat”. (Pinterest)
Review Polygon Siskiu T7E, e-MTB Rp 55 jutaan dengan motor Shimano EP801 yang dijuluki “sepeda sesat”. (Pinterest)

Radar Tulungagung – Polygon kembali mencuri perhatian pecinta sepeda gunung lewat kehadiran Polygon Siskiu T7E, sebuah e-mountain bike (e-MTB) yang disebut-sebut sebagai “sepeda sesat” karena karakter riding-nya yang siap diajak blusukan ke mana saja. Dengan desain ala kendaraan militer, motor listrik bertenaga, dan geometri agresif, sepeda ini sukses memberikan sensasi adventure yang berbeda.

Dalam ulasan seorang kreator otomotif dan mountain bike di YouTube, Polygon Siskiu T7E disebut mampu mengembalikan esensi awal bermain mountain bike, yakni petualangan dan sensasi tersesat di jalur liar. Julukan “sepeda sesat” pun lahir karena sepeda ini dinilai nyaman dipakai menjelajah tanpa takut kehabisan tenaga.

Secara tampilan, Polygon Siskiu T7E hadir dengan frame alloy ALX khas Polygon yang dibalut warna brown olive dipadukan aksen hitam. Desainnya dibuat ramping dan low profile sehingga sekilas terlihat seperti MTB full suspension biasa, bukan e-bike berukuran besar.

Bagian frame memiliki profil poligonal membulat yang memberi kesan kokoh dan padat. Sentuhan decal kecil berwarna kuning kunyit membuat tampilannya lebih agresif sekaligus elegan. Desain ini bahkan disebut menyerupai kendaraan militer karena warna dan bentuk bodinya yang misterius serta gahar.

Baca Juga: 7 HP Oppo 5G Terbaik 2026 Mulai Rp2 Jutaan, Reno 15 F 5G dan A6T Pro Jadi yang Paling Diburu

Geometri Agresif Tapi Tetap Nyaman Pedaling

Salah satu daya tarik utama Polygon Siskiu T7E ada pada sektor geometri. Seat tube angle 77 derajat membuat posisi pedaling terasa efisien karena kayuhan kaki lebih mengarah ke bawah mengikuti gravitasi.

Sementara head tube angle 65 derajat memberikan stabilitas tinggi saat melibas turunan curam. Ditambah chainstay pendek 440 mm, sepeda ini tetap terasa lincah dan responsif ketika diajak bermanuver di jalur teknikal.

Polygon juga menyematkan fitur flip chip yang memungkinkan pengguna mengatur setup roda belakang antara full 29er atau mullet setup 27,5 inci belakang dan 29 inci depan. Pengaturan ini menjaga tinggi bottom bracket tetap ideal sehingga aman saat melewati obstacle ekstrem.

Baca Juga: 7 HP Vivo 5G RAM 8/256 GB Terbaik 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan hingga Spek Gaming dan Kamera Makin Gahar

Motor Shimano EP801 Jadi Andalan

Untuk urusan tenaga, Polygon Siskiu T7E dibekali motor listrik Shimano EP801 dengan torsi 85 Nm dan bobot hanya 2,6 kilogram. Motor ini mampu menghasilkan tenaga hingga 600 watt sehingga siap membantu melibas tanjakan ekstrem.

Baterainya memiliki kapasitas 630 Wh yang diklaim cukup untuk perjalanan jauh. Dalam pengujian, sepeda ini mampu menempuh sekitar 80 kilometer di mode boost dengan kondisi jalan perkotaan dan power maksimal.

Respons motor disebut sangat spontan tanpa jeda tenaga yang mengganggu ritme kayuhan. Pengguna juga dimanjakan dengan display informatif yang menampilkan kecepatan, jarak tempuh, hingga sisa baterai.

Menariknya, Shimano EP801 memiliki dua profil tenaga. Selain mode Eco, Trail, dan Boost, tersedia pula fitur seven step power mode yang memungkinkan pengendara mengatur level bantuan tenaga lebih detail sesuai kebutuhan medan.

Komponen Proper untuk Trail dan Adventure

Polygon Siskiu T7E menggunakan kombinasi komponen trail yang cukup mumpuni. Cockpit didominasi brand Entity, sementara suspensi depan memakai SR Suntour Ion 150 mm dan rear shock SR Suntour TriAir 3CR.

Groupset memadukan Shimano SLX dan Deore 12 speed. Sistem pengereman menggunakan SRAM Code R dengan rotor Shimano 203 mm depan-belakang.

Wheelset memakai rims Entity XL3 dipadukan ban Schwalbe Hans Dampf 29x2.60. Namun unit test ride yang digunakan reviewer justru menggunakan Maxxis Assegai 29x2.50 depan-belakang.

Saat diuji di jalur perkebunan teh dan trek berbatu, sepeda ini terasa sangat stabil dan percaya diri. Posisi riding dinilai ergonomis sehingga nyaman dipakai berjam-jam untuk solo adventure.

Ada Catatan di Suspensi SR Suntour

Meski overall riding experience mendapat banyak pujian, reviewer menemukan satu kekurangan pada sektor suspensi SR Suntour. Saat melibas turunan makadam panjang dengan benturan beruntun, suspensi terasa semakin keras dan kehilangan sensasi plush.

Efeknya, tangan dan kaki terasa cepat pegal meski stabilitas sepeda tetap terjaga. Namun kekurangan ini dianggap masih bisa diatasi lewat setting ulang atau upgrade suspensi.

Dengan harga sekitar Rp 55 jutaan, Polygon Siskiu T7E disebut sebagai salah satu e-bike paling worth it di kelasnya. Perpaduan desain, geometri, motor listrik, dan pengalaman riding membuat sepeda ini cocok untuk rider yang suka eksplorasi dan petualangan ekstrem.

Bagi pecinta mountain bike yang ingin menikmati sensasi menjelajah tanpa takut kehabisan tenaga, Polygon Siskiu T7E bisa menjadi pilihan menarik. Tak heran jika sepeda ini akhirnya mendapat julukan unik: “sepeda sesat”.

Editor : M. Helmi Nurhisam
#Polygon Siskiu T7E #Shimano EP801 #e-MTB Polygon #sepeda listrik gunung #review mountain bike