Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Review Polygon Siskiu T7E, E-MTB Rp55 Jutaan yang Dijuluki “Sepeda Sesat” karena Bikin Ketagihan Adventure

M. Helmi Nurhisam • Minggu, 10 Mei 2026 | 20:28 WIB
Review Polygon Siskiu T7E, e-MTB Rp55 jutaan dengan motor Shimano EP801 yang dijuluki sepeda sesat karena bikin ketagihan adventure.(Pinterest)
Review Polygon Siskiu T7E, e-MTB Rp55 jutaan dengan motor Shimano EP801 yang dijuluki sepeda sesat karena bikin ketagihan adventure.(Pinterest)

Radar Tulungagung – Polygon kembali mencuri perhatian pecinta mountain bike lewat kehadiran Polygon Siskiu T7E, sebuah e-mountain bike atau e-bike trail yang disebut-sebut punya karakter paling cocok untuk petualangan liar hingga tersesat di jalur offroad.

Dalam sebuah review panjang di YouTube, Polygon Siskiu T7E bahkan dijuluki sebagai “sepeda sesat” karena sensasi berkendaranya membuat rider terlena menjelajah kebun teh, tanjakan batu, hingga turunan teknikal tanpa takut kehabisan tenaga.

Sepeda listrik gunung ini dibangun menggunakan DNA geometri khas Polygon yang sudah dikenal agresif, stabil, namun tetap efisien untuk pedaling jarak jauh. Bedanya, kini seluruh kemampuan itu dipadukan dengan motor elektrik Shimano EP801 yang membuat pengalaman riding jadi jauh lebih buas.

Polygon Siskiu T7E langsung mencuri perhatian dari sisi desain. Warna brown olive yang dipadukan hitam membuat tampilannya mirip kendaraan militer futuristik.

Frame alloy ALX miliknya terlihat kokoh dengan lekukan poligonal khas Polygon. Menariknya, baterai dan motor elektrik dibuat menyatu rapi sehingga tampilan sepeda tetap terlihat ramping layaknya MTB manual biasa.

“Kelihatannya kayak MTB normal, bukan e-bike yang bulky,” ujar reviewer dalam videonya.

Baca Juga: Daftar HP Samsung Terbaru, dari Galaxy A07 Murah hingga Galaxy Z Fold Premium dengan Fitur AI Canggih

Geometri Agresif tapi Tetap Nyaman

Salah satu keunggulan utama Polygon Siskiu T7E ada di sektor geometri. Seat tube angle 77 derajat membuat posisi pedaling terasa lebih efisien dan nyaman untuk tanjakan panjang.

Sementara head tube angle 65 derajat membuat handling terasa stabil saat menghajar turunan curam dan jalur teknikal.

Baca Juga: 7 HP Infinix Terbaru 2026 Paling Worth It! Spek Gila, Gaming Lancar, Harga Masih Terjangkau Bikin Kaget!

 

Chainstay pendek 440 mm juga membuat sepeda tetap lincah diajak bermanuver meski menggunakan sistem full suspension dan motor listrik tambahan.

Polygon bahkan menyematkan fitur flip chip yang memungkinkan pengguna mengatur karakter sepeda sesuai kebutuhan. Pengguna bisa memilih setup full 29er untuk stabilitas maksimal atau mullet setup 27,5 inci belakang untuk handling lebih agresif.

Motor Shimano EP801 Jadi Senjata Utama

Daya tarik terbesar Polygon Siskiu T7E tentu ada pada motor Shimano EP801.

Motor elektrik ini punya torsi hingga 85 Nm dengan bobot hanya 2,6 kilogram. Tenaganya diklaim mampu menghasilkan power hingga 600 watt untuk melibas tanjakan ekstrem.

Baterainya juga cukup besar, yakni 630 Wh, yang mampu digunakan touring offroad seharian.

Dalam pengujian reviewer, mode boost dipakai terus menerus di jalan perkotaan sejauh 32 kilometer dan baterai hanya berkurang empat strip dari total 10 strip indikator.

Artinya, secara teori sepeda ini mampu menempuh sekitar 80 kilometer dalam mode tenaga maksimal.

Polygon Siskiu T7E juga punya tiga mode utama, yakni Eco, Trail, dan Boost. Namun reviewer justru lebih menyukai fitur seven step power mode karena tenaga motor bisa diatur lebih detail sesuai kebutuhan medan.

“Kadang tanjakan enggak butuh tenaga terlalu galak. Seven step ini lebih enak buat cari sweet spot,” jelasnya.

Selain itu, tersedia pula fitur walk assist untuk membantu mendorong sepeda di tanjakan ekstrem.

Nyaman Buat Adventure dan Solo Riding

Saat diajak menjelajah jalur kebun teh dan trek batu makadam, Polygon Siskiu T7E disebut sangat menyenangkan dikendarai.

Motor elektrik Shimano memberikan dorongan tenaga yang responsif tanpa jeda sehingga rider tetap merasa natural saat mengayuh.

Di jalur turunan panjang, handling sepeda juga disebut sangat stabil dan percaya diri. Ukuran frame medium dengan handlebar 780 mm dianggap ergonomis untuk tinggi badan sekitar 172 cm.

Namun reviewer memberi satu catatan penting pada sistem suspensi SR Suntour bawaan.

Saat melewati turunan makadam panjang dengan benturan bertubi-tubi, suspensi terasa mulai mengeras dan kehilangan karakter empuknya. Meski stabilitas tetap terjaga, rasa pegal di tangan dan kaki mulai terasa setelah perjalanan panjang.

Meski begitu, reviewer menyebut kekurangan tersebut justru bisa menjadi peluang upgrade suspensi agar performanya makin maksimal.

Harga Rp55 Jutaan Dinilai Worth It

Polygon Siskiu T7E saat ini dibanderol di kisaran Rp55 jutaan.

Harga tersebut dinilai cukup menarik mengingat spesifikasi, geometri, fitur motor Shimano EP801, serta pengalaman riding yang ditawarkan.

Bahkan di pasar luar negeri, sepeda ini disebut sebagai salah satu e-bike trail paling worth it di kelas budget-friendly.

“Ini sepeda yang nurut aja dibawa ke mana-mana. Justru bikin pengin nyasar terus,” tutup reviewer.

Editor : M. Helmi Nurhisam
#Polygon Siskiu T7E #Shimano EP801 #e-MTB Polygon #sepeda listrik gunung #Mountain bike adventure