Tulungagung - Polytron Fox 350 kembali membuktikan kemampuan motor listrik modern untuk perjalanan jarak jauh. Dalam sebuah pengujian touring luar kota, motor listrik ini berhasil menempuh perjalanan dari Bogor menuju Bandung sejauh 158,2 kilometer dengan kondisi medan dominan tanjakan.
Rute touring dimulai dari kawasan Cibinong, Bogor menuju Arjasari, Bandung melalui jalur Cianjur dan Soreang. Perjalanan tersebut menjadi salah satu pembuktian bahwa motor listrik kini tidak lagi sekadar cocok untuk penggunaan dalam kota.
Dengan membawa beban cukup berat, performa Polytron Fox 350 tetap dianggap memuaskan. Pengendara memiliki bobot sekitar 87 kilogram ditambah barang bawaan sekitar 20 kilogram yang terdiri dari box belakang dan isi bagasi.
Meski menghadapi jalur menanjak seperti kawasan Puncak hingga rute Cianjur menuju Soreang, motor listrik ini tetap mampu menyelesaikan perjalanan dengan sisa baterai 36 persen saat tiba di tujuan.
Pengisian Daya Dilakukan Dua Kali
Dalam perjalanan touring tersebut, pengendara melakukan dua kali pengisian daya di SPKLU berbeda.
Checkpoint pertama dilakukan di PLN UP3 Cianjur saat kondisi baterai tersisa sekitar 22 persen. Di lokasi ini, baterai Polytron Fox 350 diisi kembali hingga penuh sebelum melanjutkan perjalanan.
Selanjutnya, pengisian kedua dilakukan di SPKLU Gedung Budaya Sabilulungan, Soreang. Pada titik ini, kapasitas baterai naik dari 25 persen menjadi 62 persen hanya dalam waktu sekitar 25 menit.
Biaya yang dikeluarkan juga tergolong sangat murah. Pengendara hanya membayar parkir sekitar Rp3.000 dan biaya listrik sekitar Rp2.000 untuk proses pengisian tambahan tersebut.
Efisiensi biaya ini menjadi salah satu keunggulan utama kendaraan listrik dibanding motor berbahan bakar bensin, terutama untuk penggunaan harian maupun touring jarak menengah.
Performa Polytron Fox 350 Saat Melewati Tanjakan
Perjalanan menuju Bandung dikenal memiliki banyak jalur menanjak yang cukup berat untuk motor listrik berbasis hub drive. Namun Polytron Fox 350 masih mampu memberikan performa stabil sepanjang perjalanan.
Motor listrik ini menggunakan tenaga 3000 watt dengan karakter akselerasi halus namun responsif. Saat melewati tanjakan panjang, suhu dinamo sempat mencapai 141 derajat Celsius hingga indikator suhu menyala.
Meski demikian, kondisi tersebut disebut masih tergolong normal untuk perjalanan ekstrem dengan medan menanjak dan beban berat. Temperatur motor kembali turun saat memasuki jalur menurun.
Pengujian ini sekaligus menunjukkan bahwa Polytron Fox 350 masih mampu bekerja optimal meski digunakan touring lintas kota dengan kondisi jalan yang tidak ringan.
Namun reviewer juga mencatat ada keterbatasan khas motor listrik hub drive saat menghadapi tanjakan panjang. Sistem penggerak jenis ini dinilai kurang optimal dibanding motor listrik mid-drive untuk medan ekstrem.
Mode S Tidak Aktif Saat Baterai Rendah
Selama perjalanan, reviewer menemukan satu karakteristik menarik pada Polytron Fox 350. Saat kapasitas baterai turun hingga 22 persen, mode D pada speedometer mulai berkedip dan motor tidak lagi bisa berpindah ke mode S.
Fitur tersebut diduga menjadi sistem perlindungan baterai agar konsumsi daya tetap stabil ketika kapasitas mulai menipis. Dengan demikian, motor tetap dapat melanjutkan perjalanan tanpa menguras baterai secara berlebihan.
Meski mode Sport terkunci, performa motor masih dianggap cukup untuk melanjutkan perjalanan hingga checkpoint berikutnya.
Layak Jadi Motor Touring Listrik
Pengujian touring Bogor-Bandung ini menjadi bukti bahwa Polytron Fox 350 bukan sekadar motor listrik untuk penggunaan perkotaan.
Dengan jarak tempuh panjang, biaya operasional murah, fitur modern, serta kenyamanan berkendara yang baik, motor ini dinilai cukup layak digunakan untuk touring luar kota.
Terlebih, infrastruktur SPKLU yang semakin berkembang membuat pengguna motor listrik kini lebih percaya diri melakukan perjalanan jarak jauh.
Walau masih memiliki keterbatasan saat menghadapi tanjakan ekstrem, Polytron Fox 350 tetap menjadi salah satu motor listrik paling menarik di Indonesia saat ini, terutama bagi pengguna yang mencari kendaraan hemat, nyaman, dan ramah lingkungan.
Editor : Auliya Nur'Aini KhafadzohSumber : youtube, DIOLAH