RADAR TULUNGAGUNG - Tekno Pova 6 kembali menjadi sorotan di pasar smartphone kelas menengah setelah diuji langsung dalam skenario gaming ekstrem. Mengusung chipset MediaTek Helio G99 Ultimate, RAM hingga 12 GB, serta harga di kisaran Rp2 jutaan, Tekno Pova 6 digadang-gadang sebagai HP gaming terjangkau yang mampu melibas banyak game populer. Namun, hasil pengujian 12 game menunjukkan performa yang tidak selalu stabil di semua kondisi.
Sejak awal pengujian, Tekno Pova 6 langsung diuji pada game berat seperti Genshin Impact dengan setting rata kiri 60 FPS. Hasilnya, performa berada di kisaran 30 hingga 40 FPS saat eksplorasi, dan bisa naik ke 40–50 FPS saat melawan boss atau kondisi ringan. Namun, saat memasuki area berat, terjadi frame drop hingga 20–30 FPS. Meski demikian, suhu masih terjaga di kisaran 46–47 derajat Celsius setelah bermain sekitar 16–17 menit.
Masih dalam pengujian Tekno Pova 6, game eFootball dan PUBG Mobile juga menunjukkan hasil yang cukup stabil. PUBG Mobile berjalan di 40 FPS dengan setting Smooth Ultra, meski sesekali turun ke 30 FPS. Sementara eFootball mampu mencapai 60 FPS, namun tidak konsisten terutama saat siang hari atau kondisi ramai. Penguji menyarankan bermain di malam hari untuk pengalaman lebih stabil.
Performa di Game Ringan hingga Menengah
Pada game seperti Mobile Legends, Tekno Pova 6 mampu memberikan pengalaman lebih mulus. Dengan setting Ultra dan frame rate hingga 90 FPS, gameplay masih cukup stabil meski kadang turun ke 60–70 FPS saat war besar. Ini menunjukkan bahwa Helio G99 Ultimate masih kompetitif di kelas entry gaming, meskipun bukan tanpa kompromi.
Namun tidak semua game berjalan mulus. Beberapa game seperti FC Mobile masih terkunci di 30 FPS tanpa opsi 60 FPS. Hal ini menjadi catatan penting karena membatasi pengalaman gaming kompetitif. Sementara game seperti Kxrid bahkan hanya berjalan di kisaran belasan FPS, menandakan keterbatasan pada optimasi tertentu.
Suhu dan Efisiensi Daya
Dalam pengujian berkelanjutan, Tekno Pova 6 menunjukkan suhu yang relatif terkendali. Rata-rata berada di kisaran 41–45 derajat Celsius, bahkan saat bermain game berat dalam durasi panjang. Sistem pendingin internal diklaim membantu menjaga performa tetap stabil tanpa throttling ekstrem.
Dari sisi baterai, kapasitas 6000 mAh memberikan daya tahan yang cukup impresif. Dalam total pengujian sekitar 2 jam 5 menit bermain game, baterai masih tersisa 62%. Artinya, perangkat ini memang dirancang untuk sesi gaming panjang tanpa sering mengisi daya.
Hasil Benchmark dan Kesimpulan Performa
Dari sisi benchmark, Tekno Pova 6 mencatat skor AnTuTu sekitar 432.000 poin. Angka ini menegaskan posisinya sebagai smartphone gaming kelas menengah bawah yang masih mengandalkan Helio G99 Ultimate. Dalam berbagai pengujian, performanya cenderung konsisten di kelasnya, namun tidak bisa disejajarkan dengan chipset 5G atau mid-range 5 jutaan.
Secara keseluruhan, Tekno Pova 6 menawarkan pengalaman gaming yang cukup solid di kelas Rp2 jutaan. Game populer seperti Mobile Legends, PUBG Mobile, dan CODM masih bisa dimainkan dengan nyaman. Namun untuk game berat seperti Genshin Impact, pengguna harus rela menurunkan ekspektasi pada kestabilan FPS.
Dengan desain gaming, baterai besar, serta performa yang masih kompetitif di kelasnya, Tekno Pova 6 menjadi pilihan menarik bagi gamer pemula atau pengguna yang mencari HP murah dengan fokus gaming. Meski begitu, keterbatasan pada beberapa game dan suhu yang mulai naik di sesi panjang tetap menjadi catatan penting sebelum membeli.
Editor : Gita Dwi Nuraini