RADAR TULUNGAGUNG - Redmi Note 15 4G resmi hadir sebagai lini paling terjangkau dari keluarga Redmi Note 15. Meski menyasar kelas menengah bawah, Redmi Note 15 4G justru datang dengan kenaikan harga yang cukup signifikan dibanding generasi sebelumnya.
Jika tahun lalu seri Redmi Note basic masih nyaman di kisaran Rp2 jutaan, kini Redmi Note 15 4G dibanderol mulai Rp2,99 juta untuk varian 6GB/128GB. Sementara versi 8GB/256GB menyentuh angka Rp3,1 juta. Kenaikan harga ini memicu banyak pertanyaan: apakah Redmi Note 15 4G masih layak dibeli?
David dari GadgetIn mencoba menjawabnya lewat review lengkap perangkat ini.
Desain Redmi Note 15 4G Naik Kelas
Perubahan paling terasa pada Redmi Note 15 4G ada di sektor desain. Xiaomi merombak total tampilan ponsel ini agar terlihat lebih premium.
Bagian belakang kini menggunakan desain kamera besar ala seri Pro dengan modul menyerupai flagship. Bodinya dibuat lebih tipis, berada di bawah 8 mm, lebih ramping dibanding generasi sebelumnya yang mencapai 8,2 mm.
Frame dan bodi belakang memang masih berbahan polikarbonat, tetapi finishing mengilap membuat tampilannya lebih mewah.
“Redmi Note 15 4G sekarang terasa jauh lebih mahal dari kelasnya,” ungkap reviewer.
Meski desain kameranya menuai pro kontra karena dianggap terlalu besar, Xiaomi tampaknya ingin memberi identitas visual seragam di seluruh seri Redmi Note 15.
Layar AMOLED 120Hz Jadi Daya Tarik Utama
Di bagian depan, Redmi Note 15 4G membawa layar AMOLED 6,77 inci Full HD+.
Refresh rate 120Hz membuat scrolling media sosial dan navigasi terasa mulus. Bezelnya juga jauh lebih tipis dibanding Redmi Note generasi sebelumnya.
Kecerahan puncak mencapai 3.200 nits, membuat layar tetap nyaman digunakan di luar ruangan.
Fitur premium lain juga mulai hadir, seperti in-display fingerprint scanner yang sebelumnya belum tersedia di kelas ini.
Untuk proteksi, Xiaomi menyematkan high durability glass serta rating IP64 tahan debu dan percikan air.
Performa Andalkan Helio G100 Ultra
Masuk ke dapur pacu, Redmi Note 15 4G ditenagai chipset MediaTek Helio G100 Ultra.
Chipset ini dipadukan RAM hingga 8GB dan penyimpanan internal 256GB.
Skor AnTuTu terbaru menembus 500 ribuan, cukup kompetitif untuk kelas harga Rp3 jutaan.
Dalam pengujian gaming, Mobile Legends berjalan stabil di 60 fps. Namun untuk game berat seperti Genshin Impact, performanya masih terbatas di setting rendah dengan frame rate sekitar 30 fps.
Artinya, Redmi Note 15 4G cocok untuk gaming kasual, tetapi bukan pilihan utama gamer hardcore.
Baterai 6000 mAh dan Fast Charging 33W
Salah satu upgrade penting pada Redmi Note 15 4G adalah kapasitas baterai.
Kini Xiaomi membekali baterai 6.000 mAh, naik 500 mAh dibanding pendahulunya.
Daya tahan ini cukup untuk penggunaan seharian penuh bahkan lebih, terutama untuk browsing, media sosial, dan streaming.
Pengisian dayanya menggunakan fast charging 33W, lengkap dengan charger di dalam box.
Selain itu, ponsel ini juga mendukung reverse charging hingga 15W untuk mengisi perangkat lain.
Kamera 108MP Cukup Andal, Video Jadi Catatan
Untuk fotografi, Redmi Note 15 4G mengandalkan kamera utama 108MP.
Hasil foto siang hari cukup tajam dengan detail baik. Mode zoom 3x juga masih usable berkat resolusi tinggi.
Namun saat malam hari, kualitas zoom mulai menurun dan detail terlihat kurang konsisten.
Sektor video menjadi kelemahan utama. Kamera belakang belum memiliki OIS maupun EIS, sehingga hasil rekaman terasa goyang saat berjalan.
Kamera depan justru tampil lebih stabil untuk vlog dengan resolusi maksimal 1080p 30fps.
Worth It atau Tidak?
Secara keseluruhan, Redmi Note 15 4G menawarkan peningkatan besar di desain, layar, baterai, dan build quality.
Namun kenaikan harga Rp500 ribu membuat persaingan jadi lebih ketat.
Jika pengguna mencari HP Xiaomi terbaru dengan desain premium, layar AMOLED 120Hz, baterai jumbo, dan kamera 108MP, Redmi Note 15 4G masih tergolong aman dibeli.
Namun bagi yang mengutamakan value terbaik, beberapa pengguna mungkin lebih tertarik memburu seri tahun lalu yang kini dijual lebih murah.
Redmi Note 15 4G menjadi bukti bahwa Xiaomi mulai mendorong lini Note basic naik kelas, sekaligus naik harga.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina