RADAR TULUNGAGUNG - Popularitas motor listrik adventure di Indonesia terus meningkat.
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Indomobil E-Motor Tirano karena tampilannya yang gagah dan identik dengan motor touring.
Namun di balik desain adventure tersebut, pengalaman nyata pemilik motor justru mengungkap fakta berbeda.
YouTuber otomotif Om Faiz mengaku kapok touring jauh menggunakan Indomobil E-Motor Tirano setelah motor itu dipakai lebih dari 5.000 kilometer.
Dalam video ulasannya, Om Faiz menjelaskan bahwa motor tersebut dibeli secara pribadi dan bukan unit sponsor dari Indomobil.
Karena itu, ia merasa bebas menyampaikan kekurangan maupun kelebihan motor listrik tersebut.
Selama delapan bulan penggunaan, Tirano miliknya sudah mengalami banyak modifikasi demi meningkatkan kenyamanan berkendara.
Mulai dari jok yang dibuat lebih tinggi empat sentimeter, pemasangan racer stang pivot, hingga mengganti suspensi depan dan belakang menggunakan komponen motor lain seperti NMAX dan PCX 160.
Velg depan juga diganti memakai ukuran 14 inci milik Aerox lengkap dengan ban FDR Hover untuk meningkatkan handling.
Sempat Kehabisan Baterai Saat Touring
Ekspektasi awal Om Faiz terhadap Tirano cukup tinggi. Desainnya dianggap sangat cocok untuk touring dan perjalanan jarak jauh.
Sayangnya, pengalaman di lapangan justru berbeda.
Saat touring pertama mengelilingi wilayah Banten, motor listrik tersebut sempat kehabisan baterai di perjalanan dari Cilegon menuju Labuan.
Padahal jaraknya hanya sekitar 72 kilometer. Akibatnya, ia harus berhenti di warung kecil untuk mengisi daya menggunakan charger adjustable.
Pengalaman touring kedua bahkan lebih berat. Om Faiz melakukan perjalanan Tangerang-Madiun pulang-pergi dengan total hampir 1.900 kilometer.
Rute panjang itu melewati Pantura hingga jalur selatan Jawa seperti Pacitan, Gunung Kidul, Pangandaran dan Sumedang.
Meski perjalanan berhasil diselesaikan, pengalaman tersebut justru membuatnya menyadari bahwa Tirano kurang ideal dipakai touring berat.
Getaran Mulai Terasa Saat Dipacu Kencang
Salah satu keluhan utama yang diungkap Om Faiz adalah munculnya getaran ketika motor dipakai dalam kecepatan tinggi.
Menurutnya, bagian rangka utama terasa kurang kokoh jika motor dipaksa melaju lebih kencang atau dimodifikasi ekstrem.
Ia menilai kondisi itu cukup berbahaya apabila pengguna berniat melakukan upgrade baterai dan controller agar motor bisa melaju di atas 100 km/jam.
Karena alasan itulah, Om Faiz kini lebih memilih motor listrik lain untuk touring jarak jauh.
Justru Nyaman untuk Aktivitas Harian
Meski kurang cocok untuk touring, Om Faiz tetap mengakui banyak kelebihan dari Indomobil E-Motor Tirano.
Motor listrik ini dinilai sangat nyaman digunakan untuk aktivitas harian, terutama perjalanan pendek dalam kota.
Jarak tempuh sekitar 80 kilometer dianggap cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Ditambah lagi kecepatan maksimal 85 km/jam masih memadai untuk penggunaan perkotaan.
Motor ini juga minim perawatan. Selama ribuan kilometer pemakaian, hampir tidak ada kerusakan serius yang dialami.
Tidak perlu ganti oli, filter maupun servis rutin rumit seperti motor bensin konvensional.
Selain itu, fitur bawaan seperti bracket top box, dudukan side bag dan desain adventure membuat tampilannya tetap menarik di mata konsumen Indonesia.
“Kalau buat harian cocok banget, tapi kalau buat touring jauh saya lebih pilih motor lain,” ujar Om Faiz dalam videonya.
Pengakuan tersebut menjadi gambaran menarik bagi calon pembeli motor listrik yang sedang mempertimbangkan Indomobil E-Motor Tirano sebagai kendaraan utama.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan