RADAR TULUNGAGUNG - Perbedaan motor listrik Sprinter LX, Prime, dan Pro mulai menjadi perbincangan pecinta kendaraan listrik di Indonesia.
Tiga tipe motor listrik keluaran ETSA tersebut hadir dengan desain dan karakter berbeda yang menyasar kebutuhan pengguna masa kini.
Dalam video perbandingan yang beredar di YouTube, ketiga tipe motor listrik ini diperlihatkan secara detail mulai dari tampilan depan, bentuk body, dashboard, hingga desain lampu belakang.
Meski sama-sama mengusung konsep motor listrik modern, masing-masing tipe ternyata memiliki ciri khas tersendiri.
Motor listrik Sprinter LX tampil lebih simpel dengan desain yang cenderung minimalis.
Sementara Sprinter Prime hadir dengan bentuk lebih unik dan futuristis.
Sedangkan Sprinter Pro membawa nuansa premium dengan finishing yang terlihat lebih elegan.
Desain Lampu dan Spion Jadi Pembeda
Perbedaan motor listrik Sprinter LX, Prime, dan Pro paling mudah terlihat pada bagian kaca spion dan lampu depan. Sprinter LX dan Prime menggunakan kaca spion berbentuk bulat yang memberi kesan klasik modern.
Berbeda dengan Sprinter Pro yang memakai model spion mengotak sehingga terlihat lebih sporty dan tegas. Detail kecil ini membuat tampilan Pro terasa lebih premium dibanding dua tipe lainnya.
Pada sektor lampu depan, Sprinter LX dan Pro menggunakan desain lampu LED berbentuk persegi. Sedangkan Sprinter Prime justru memakai model lampu bulat yang membuat tampilannya lebih unik dan berbeda.
Tidak hanya itu, bentuk lampu belakang juga menjadi identitas tersendiri bagi ketiga motor listrik ini. Sprinter Prime dan Pro memiliki desain body belakang yang lebih mengerucut dengan stoplamp modern. Sementara Sprinter LX tampil lebih kotak atau sedikit pesek.
Material Body dan Finishing Berbeda
Selain desain eksterior, perbedaan motor listrik Sprinter LX, Prime, dan Pro juga tampak dari material finishing body. Pada bagian dalam body, Sprinter LX dan Prime menggunakan tekstur kasar menyerupai kulit jeruk.
Sementara Sprinter Pro memakai finishing halus dengan cat glossy yang memberikan kesan lebih mewah. Detail tersebut menunjukkan bahwa Sprinter Pro memang diposisikan sebagai varian tertinggi dalam seri ini.
Meski begitu, ketiganya tetap membawa identitas desain modern khas motor listrik perkotaan. Bentuk bodi yang compact membuat motor ini cocok digunakan untuk mobilitas harian, terutama di area perkotaan yang padat.
Fitur Pengereman dan Bagasi Tetap Lengkap
Ketiga tipe motor listrik ETSA Sprinter ini juga sama-sama dibekali fitur pengereman cakram depan dan belakang. Penggunaan disc brake pada kedua roda membuat sistem pengereman lebih optimal dan meningkatkan keamanan berkendara.
Pada Sprinter LX, penutup bagian cakram dibuat lebih minimalis sehingga kaliper rem terlihat jelas. Hal ini justru memberi kesan sporty pada tampilan motor.
Selain itu, seluruh tipe juga dibekali dashboard digital modern yang memudahkan pengendara memantau informasi kendaraan. Kapasitas bagasi yang cukup luas juga menjadi nilai tambah untuk penggunaan sehari-hari.
Pilihan Warna Menarik untuk Anak Muda
Motor listrik Sprinter LX, Prime, dan Pro tersedia dalam tiga pilihan warna menarik. ETSA tampaknya ingin menyasar pasar anak muda dan pengguna urban yang mengutamakan gaya dalam berkendara.
Sprinter Prime cocok bagi pengguna yang ingin tampil beda dengan desain unik. Sementara Sprinter Pro lebih pas untuk konsumen yang menyukai tampilan premium dan elegan.
Adapun Sprinter LX menjadi pilihan bagi pengguna yang menginginkan desain simpel namun tetap modern. Ketiganya memiliki karakter kuat yang bisa disesuaikan dengan gaya pengendara masing-masing.
Dengan semakin meningkatnya tren kendaraan listrik di Indonesia, kehadiran seri motor listrik ETSA Sprinter menjadi alternatif menarik bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan.
Pilihan desain yang beragam membuat konsumen memiliki lebih banyak opsi sesuai kebutuhan dan selera. Kini tinggal menentukan mana yang paling cocok digunakan untuk aktivitas harian.
Editor : Muhamad Ahsanul WildanSumber : Pacific Bike