Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Shockbreaker Motor Listrik Sprinter Prime Diganti Scarlet 320 Mm, Hasilnya Bikin Kaget Saat Lewat Jalan Rusak

Muhamad Ahsanul Wildan • Minggu, 17 Mei 2026 | 12:28 WIB
Shockbreaker motor listrik Sprinter Prime diganti Scarlet 320 mm, hasilnya lebih empuk dan nyaman di jalan rusak. (Ilustrasi Gemini AI)
Shockbreaker motor listrik Sprinter Prime diganti Scarlet 320 mm, hasilnya lebih empuk dan nyaman di jalan rusak. (Ilustrasi Gemini AI)

RADAR TULUNGAGUNG - Pengguna motor listrik kini mulai banyak melakukan modifikasi demi meningkatkan kenyamanan berkendara.

Salah satunya seperti yang dilakukan pemilik motor listrik Sprinter Prime yang mengganti shockbreaker bawaan dengan shockbreaker aftermarket merek Scarlet ukuran 320 mm.

Pergantian shockbreaker motor listrik Sprinter Prime ini dilakukan karena suspensi standar dinilai terlalu keras dan kurang nyaman saat melintasi jalan berlubang maupun rusak.

Dalam video yang diunggah di YouTube, pemilik motor menjelaskan bahwa shockbreaker original tidak memiliki rebound yang baik sehingga motor terasa “mental” ketika menghantam jalan bergelombang.

Shockbreaker aftermarket Scarlet dipilih karena dianggap mampu memberikan bantingan lebih empuk sekaligus meningkatkan tampilan motor listrik agar terlihat lebih sporty dan padat.

Baca Juga: Motor Listrik Alpha One Bisa Tembus 140 Km/Jam, Rahasia Upgrade 72 Volt Ini Bikin Tanjakan Bromo Tak Lagi Menyeramkan

Shockbreaker Original Dinilai Terlalu Keras

Sebelum proses pemasangan dilakukan, pemilik motor lebih dulu menjelaskan perbedaan shockbreaker bawaan dengan versi aftermarket. Shockbreaker asli diketahui memiliki ukuran 280 mm, sedangkan shockbreaker Scarlet yang dipasang memiliki panjang 320 mm atau lebih tinggi 4 cm.

Menurutnya, perbedaan ukuran tersebut sengaja dipilih untuk mendukung rencana modifikasi berikutnya, seperti mengganti arm belakang yang lebih panjang dan penggunaan velg ring 12.

“Kalau lewat jalan rusak rasanya gradak gruduk karena shockbreaker original keras sekali,” ujarnya dalam video tersebut.

Ia juga mengingatkan pengguna motor listrik agar tidak salah membeli shockbreaker. Sebab, dudukan atau anting shockbreaker motor listrik berbeda dengan motor matic pada umumnya.

Proses Bongkar Body Motor Listrik

Untuk mengganti shockbreaker motor listrik Sprinter Prime, bagian bagasi dan body belakang harus dibongkar terlebih dahulu. Proses pembongkaran menggunakan beberapa alat sederhana seperti kunci sok ukuran 10, kunci 13, kunci 15, dan obeng plus.

MCB motor juga dimatikan sebelum pembongkaran dilakukan guna menghindari korsleting atau risiko tersengat listrik.

Setelah body belakang berhasil dibuka, baut shockbreaker bagian atas dan bawah mulai dilepas. Pemilik motor menyebut mur penahan harus ditahan menggunakan kunci 15 agar baut bisa dibuka dengan mudah menggunakan kunci 13.

Selain itu, seluruh soket kabel diberi tanda khusus agar tidak tertukar saat proses pemasangan kembali.

Shockbreaker Scarlet Bikin Motor Lebih Empuk

Usai shockbreaker baru terpasang, perubahan langsung terlihat jelas. Bagian belakang motor tampak lebih tinggi dan roda belakang kini menyentuh lantai secara penuh.

Pemilik motor juga melakukan pengecekan rebound dan preload bawaan pabrik sebelum test ride dilakukan. Hasil awal menunjukkan suspensi bekerja lebih lembut dibanding shockbreaker original.

“Empuk banget, harusnya lebih nyaman dan nggak jedag lagi,” katanya.

Tampilan motor listrik juga terlihat lebih agresif karena posisi belakang menjadi lebih nungging. Kombinasi warna kuning dan emas pada shockbreaker Scarlet turut membuat tampilan motor semakin mencolok.

Harus Perhatikan Bushing dan Dudukan

Dalam video tersebut dijelaskan pula bahwa pemasangan shockbreaker aftermarket tidak bisa langsung dilakukan begitu saja. Pengguna wajib memastikan ukuran baut dan bushing sesuai agar shockbreaker tidak oblak saat digunakan.

Jika lubang shockbreaker terlalu longgar, maka bushing tambahan harus dipasang terlebih dahulu supaya posisi suspensi tetap presisi dan aman.

Pemilik motor bahkan menggunakan selongsong tambahan untuk memastikan shockbreaker terpasang rapat di dudukan.

Akan Dilanjutkan Test Drive

Setelah seluruh proses selesai, motor langsung dicoba secara singkat untuk mengetahui perubahan karakter suspensi. Hasilnya dinilai jauh lebih nyaman dibanding standar bawaan pabrik.

Meski demikian, pemilik motor belum melakukan pengaturan ulang preload maupun rebound karena masih menggunakan setelan bawaan dari pabrik Scarlet.

Ia berencana melakukan test drive lebih lanjut di berbagai kondisi jalan, mulai dari jalan rata, jalan berlubang, hingga jalan rusak untuk memastikan performa shockbreaker benar-benar sesuai harapan.

Dengan semakin banyaknya pengguna motor listrik di Indonesia, modifikasi seperti penggantian shockbreaker diprediksi akan menjadi tren baru demi meningkatkan kenyamanan sekaligus tampilan kendaraan.

Baca Juga: Motor Listrik Alpha One Bisa Tembus 140 Km/Jam, Rahasia Upgrade 72 Volt Ini Bikin Tanjakan Bromo Tak Lagi Menyeramkan

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#modifikasi motor listrik #Suspensi motor listrik #Sprinter Prime #shockbreaker motor listrik #shockbreaker Scarlet 320 mm