RADAR TULUNGAGUNG - Modifikasi motor listrik kini semakin diminati, terutama untuk meningkatkan kenyamanan berkendara harian.
Salah satu komponen yang paling sering diganti adalah shockbreaker belakang, seperti yang dilakukan pengguna motor listrik Sprinter Prime dalam sebuah video tutorial YouTube.
Dalam video tersebut, pemilik motor membagikan cara ganti shockbreaker motor listrik Sprinter Prime menggunakan shockbreaker aftermarket merek Scarlet ukuran 320 mm.
Ia juga memberikan sejumlah tips penting agar pengguna tidak salah membeli shockbreaker.
Salah satu poin yang paling ditekankan adalah bentuk dudukan atau anting shockbreaker yang berbeda dengan motor matic biasa.
“Jangan sampai salah beli model antingnya, nanti nggak bisa dipasang,” jelasnya.
Shockbreaker Bawaan Dinilai Kurang Nyaman
Pemilik motor mengaku memutuskan mengganti shockbreaker karena suspensi bawaan terasa terlalu keras saat dipakai di jalan rusak. Ketika motor melewati lubang, bagian belakang motor langsung memantul tanpa redaman yang nyaman.
Kondisi tersebut membuat pengalaman berkendara terasa kurang stabil dan menimbulkan bunyi keras saat menghantam jalan bergelombang.
Untuk mengatasi masalah itu, ia memilih shockbreaker Scarlet dengan ukuran lebih panjang dibanding versi original.
Shockbreaker standar diketahui memiliki panjang 280 mm, sedangkan shockbreaker baru mencapai 320 mm.
Langkah Membuka Body Belakang
Proses penggantian dimulai dengan membongkar bagian bagasi dan body belakang motor listrik. Pengguna terlebih dahulu melepas seluruh baut menggunakan kunci sok ukuran 10.
Selain baut bagasi, baut behel belakang juga ikut dilepas karena menjadi pengikat body motor ke rangka utama.
Sebelum pembongkaran lebih lanjut dilakukan, MCB motor dimatikan terlebih dahulu demi alasan keamanan.
Langkah ini dinilai penting karena motor listrik memiliki sistem kelistrikan yang berbeda dibanding motor konvensional.
Soket Kabel Harus Diberi Tanda
Saat body belakang terbuka, beberapa soket kabel harus dilepas agar akses menuju shockbreaker lebih mudah.
Pemilik motor menyarankan pengguna memberi tanda pada setiap soket menggunakan marker agar tidak tertukar ketika pemasangan kembali dilakukan.
Tips sederhana tersebut dianggap sangat membantu, terutama bagi pemula yang baru pertama kali membongkar motor listrik.
Proses Pelepasan Shockbreaker
Untuk membuka shockbreaker lama, baut bagian atas dan bawah dilepas menggunakan kunci 13. Sementara mur penahan ditahan menggunakan kunci 15 agar baut tidak ikut berputar.
Setelah berhasil dilepas, shockbreaker bawaan langsung dibandingkan dengan versi aftermarket.
Perbedaannya terlihat cukup signifikan, terutama pada panjang dan desain tabung suspensi.
Shockbreaker Scarlet memiliki model tabung bawah dengan perpaduan warna kuning dan emas yang membuat tampilan motor terlihat lebih premium.
Wajib Cek Bushing Sebelum Dipasang
Sebelum pemasangan dilakukan, pemilik motor mencoba kecocokan baut dengan lubang shockbreaker terlebih dahulu.
Ternyata ukuran lubang shockbreaker aftermarket sedikit lebih besar sehingga membutuhkan tambahan bushing agar tidak oblak.
“Kalau longgar harus dipasang bushing dulu supaya aman,” katanya.
Setelah bushing terpasang, shockbreaker mulai dikencangkan dan dipasang pada sisi kiri serta kanan motor.
Hasil Akhir Lebih Tinggi dan Sporty
Usai pemasangan selesai, perubahan tampilan motor langsung terlihat. Posisi belakang motor menjadi lebih tinggi dan terlihat lebih nungging dibanding sebelumnya.
Menurut pemilik motor, perubahan tersebut justru membuat tampilan motor listrik Sprinter Prime terlihat lebih keren dan sporty.
Selain tampilan, kenyamanan juga meningkat cukup drastis. Suspensi terasa lebih lembut ketika ditekan dan rebound bekerja lebih halus dibanding shockbreaker bawaan.
Ia pun berencana melakukan test drive di berbagai kondisi jalan untuk mengetahui performa sebenarnya dari shockbreaker Scarlet tersebut.
Modifikasi sederhana seperti penggantian shockbreaker kini mulai menjadi pilihan banyak pengguna motor listrik yang ingin mendapatkan kenyamanan berkendara lebih maksimal.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan