JAKARTA - Polygon kembali meramaikan pasar sepeda listrik gunung atau e-MTB dengan merilis dua produk terbarunya, yakni Polygon Siskiu T6E dan Polygon Siskiu T7E. Kedua model ini hadir sebagai pengembangan terbaru dari lini populer Siskiu T Series yang selama ini dikenal sebagai trail bike serba bisa untuk berbagai medan.
Peluncuran Polygon Siskiu T6E dan T7E menjadi bukti bahwa produsen sepeda asal Indonesia ini semakin serius menggarap segmen intelligent mountain bike atau iMTB. Setelah sebelumnya sukses memperkenalkan Polygon Mount Bromo, kini Polygon memperluas lini e-bike mereka dengan membawa nama besar Siskiu.
Di website resmi Polygon dijelaskan bahwa kedua model terbaru ini memang terinspirasi langsung dari geometri Polygon Siskiu T Series. Dengan karakter trail bike modern, kedua sepeda ini dirancang untuk menghadirkan kenyamanan saat climbing, stabilitas saat descending, serta kemampuan all-rounder yang cocok untuk rider adventure.
Mengusung Frame Alloy dan Motor Shimano Bertenaga
Baik Polygon Siskiu T6E maupun T7E sama-sama menggunakan frame berbahan alloy yang terkenal ringan namun tetap kokoh untuk kebutuhan trail dan off-road.
Keduanya juga dibekali motor listrik dengan torsi besar mencapai 85 Newton meter, angka yang sangat ideal untuk menghadapi tanjakan curam maupun jalur teknikal berbatu.
Untuk Polygon Siskiu T6E, motor yang digunakan adalah Shimano EP6. Motor ini dikenal cukup bertenaga, meski memiliki bobot sedikit lebih berat dibanding Shimano EP8 karena bagian crankcase-nya belum menggunakan material magnesium.
Sementara itu, Polygon Siskiu T7E hadir dengan motor Shimano EP8 yang menjadi varian lebih premium. Shimano EP8 dikenal lebih ringan, lebih responsif, dan menjadi pilihan favorit di banyak e-MTB kelas atas di pasar internasional.
Perbedaan Utama Ada di Kapasitas Baterai
Selain sektor motor, perbedaan paling mencolok antara Polygon Siskiu T6E dan T7E terletak pada kapasitas baterainya.
Polygon Siskiu T6E menggunakan baterai berkapasitas 504 Wh yang sudah cukup untuk kebutuhan riding harian maupun trail jarak menengah.
Sedangkan Polygon Siskiu T7E dibekali baterai lebih besar yakni 630 Wh, membuatnya lebih ideal untuk perjalanan panjang, eksplorasi jalur ekstrem, hingga petualangan seharian penuh tanpa khawatir kehabisan daya.
Meski kapasitas baterai berbeda, kedua motor Shimano tersebut tetap menghasilkan torsi yang sama, yakni 85 Nm. Hal ini membuat performa tanjakan tetap terasa kuat pada kedua model.
Baca Juga: 8 HP Vivo Terbaru 2026 Paling Worth It, RAM Besar dan Chipset Gahar Bikin Gaming Makin Lancar
Travel Suspensi Siap untuk Semua Medan
Polygon Siskiu T6E dan T7E sama-sama membawa konfigurasi suspensi khas trail bike modern, yaitu fork depan 150 mm dan rear suspension 140 mm.
Setup ini membuat sepeda masuk ke kategori do-it-all bike, artinya nyaman digunakan untuk berbagai kebutuhan mulai dari jalur tanah ringan, single track, hingga turunan teknikal yang lebih agresif.
Baca Juga: Infinix Note 60 Pro Resmi Debut dengan Snapdragon, Harga Tembus Rp 6 Juta Bikin Heboh
Karakter ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi rider yang ingin memiliki satu sepeda untuk semua kebutuhan riding.
Fitur Flip Chip Bikin Setup Lebih Fleksibel
Salah satu teknologi menarik yang dibawa Polygon pada lini Siskiu T terbaru ini adalah flip chip.
Fitur ini memungkinkan rider untuk mengatur konfigurasi wheelset sesuai kebutuhan. Jika ingin fokus pada jalur menurun yang agresif, setup mullet bisa digunakan dengan kombinasi roda depan 29 inci dan belakang 27,5 inci.
Namun jika ingin sensasi do-it-all yang lebih seimbang, penggunaan full wheelset 29 inci tetap menjadi pilihan paling nyaman.
Flip chip juga membantu menjaga bottom bracket height agar tetap ideal sehingga handling sepeda tetap optimal meski ukuran roda diubah.
Baca Juga: Polygon Siskiu T7E Dikritik Pengguna, Ini Deretan Kekurangan E-Bike Rp55 Jutaan yang Perlu Diketahui
Sistem Pengereman dan Groupset Andal
Karena membawa motor listrik besar dan baterai berkapasitas tinggi, Polygon juga membekali kedua e-MTB ini dengan sistem pengereman serius.
Rotor berukuran 203 mm digunakan di bagian depan dan belakang untuk memastikan pengereman tetap maksimal saat menghadapi turunan curam maupun kecepatan tinggi.
Bagian baterai ditempatkan di dalam down tube dan bersifat removable, meski pengguna memerlukan beberapa kunci khusus untuk melepasnya.
Untuk sistem drivetrain, Polygon Siskiu T6E menggunakan konfigurasi 1x10 speed, sedangkan Polygon Siskiu T7E hadir lebih premium dengan setup 1x12 speed.
Keduanya tetap mengandalkan groupset dari Shimano yang sudah dikenal kuat dan mudah dalam perawatan.
Harga Mulai Rp54 Juta
Dari sisi harga, Polygon Siskiu T6E dibanderol sekitar Rp54 juta, sementara Polygon Siskiu T7E dijual di kisaran Rp65 juta.
Dengan spesifikasi tersebut, kedua sepeda ini diproyeksikan tidak hanya menyasar pasar Indonesia, tetapi juga pasar internasional, mengingat peluncurannya dilakukan serentak di beberapa negara.
Bagi pecinta e-MTB yang mencari sepeda trail listrik dengan performa tinggi, nama besar Polygon Siskiu T6E dan T7E jelas menjadi pilihan yang patut diperhitungkan
Editor : Dyah Wulandari