Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Review Specialized Turbo Levo 2018, Sepeda Sultan E-Bike yang Bikin Gowesan Trail Makin Ringan dan Seru

Dinar Ananda Putri • Senin, 18 Mei 2026 | 21:28 WIB
Review Specialized Turbo Levo 2018, sepeda sultan e-bike dengan teknologi pedelec yang bikin gowes trail makin ringan.
Review Specialized Turbo Levo 2018, sepeda sultan e-bike dengan teknologi pedelec yang bikin gowes trail makin ringan.

 
 RADAR TULUNGAGUNG - Tren sepeda listrik atau e-bike semakin berkembang di kalangan pecinta gowes ekstrem. Salah satu yang menarik perhatian adalah Specialized Turbo Levo 2018, sepeda gunung premium yang disebut sebagai “sepeda sultan” karena harga dan teknologinya yang canggih. Dalam sebuah ulasan di kanal YouTube Mazmur, sepeda ini dibedah mulai dari spesifikasi hingga sensasi berkendara di trek all mountain.

Specialized Turbo Levo 2018 menjadi sorotan karena termasuk salah satu e-bike pertama dari Specialized yang mengusung sistem pedelec. Teknologi ini memungkinkan motor listrik membantu kayuhan pengendara tanpa menggunakan throttle atau gas seperti motor listrik pada umumnya.

Dalam video tersebut, reviewer menjelaskan bahwa banyak orang masih salah paham terhadap konsep e-bike. Sebagian menganggap sepeda listrik hanya mengandalkan tenaga mesin. Padahal, Specialized Turbo Levo tetap mengharuskan pengendara mengayuh pedal agar bantuan tenaga motor dapat bekerja.

“Ketika pedalnya digenjot nanti ada sensor ke motor elektriknya untuk membantu kayuhan,” ujar reviewer dalam videonya.

Baca Juga: Review Trek Powerfly 4 2021: E-Bike Gunung Makin Ringan dengan Motor Bosch CX Baru, Cocok Buat Touring hingga Commuting

Desain Frame Besar karena Sistem Baterai

Dari sisi desain, Specialized Turbo Levo 2018 tampil gagah dengan frame besar khas e-bike. Ukuran frame tampak lebih menggembung karena menyimpan baterai di bagian downtube. Sistem baterai tersebut menjadi sumber tenaga utama untuk membantu kayuhan saat melibas trek menanjak.

Sepeda ini menggunakan wheelset 27,5 inci dengan ban tubeless ready. Suspensi depan mengandalkan Fox Factory 36 dengan travel sekitar 120-130 mm, sementara rear shock memakai RockShox Monarch. Kombinasi tersebut membuat sepeda nyaman digunakan di jalur trail maupun all mountain.

Komponen lain juga tergolong premium. Specialized Turbo Levo dibekali groupset SRAM GX 11-speed, rem SRAM Level, serta saddle Specialized Body Geometry. Reviewer menyebut sepeda ini memang dirancang untuk medan berat dan petualangan panjang di hutan maupun pegunungan.

Teknologi Pedelec Jadi Nilai Utama

Keunggulan utama Specialized Turbo Levo terletak pada sistem pedelec. Teknologi ini membuat tenaga kayuhan terasa jauh lebih ringan saat melintasi tanjakan ekstrem. Pengendara tetap harus mengayuh, tetapi motor elektrik akan memberikan dorongan tambahan sesuai kekuatan pedal.

Sistem tersebut berbeda dengan sepeda listrik biasa yang dapat berjalan hanya dengan memutar throttle. Pada Specialized Turbo Levo, motor tidak akan aktif jika pedal tidak dikayuh.

Reviewer menjelaskan bahwa fitur ini sangat membantu menjaga stamina pesepeda ketika menjelajah trek panjang. Biasanya tenaga banyak terkuras saat menanjak sebelum menikmati turunan. Namun dengan bantuan pedelec, energi pengendara tetap terjaga sehingga pengalaman riding menjadi lebih menyenangkan.

“Naiknya bisa santai, turun pun masih kuat karena stamina tidak habis duluan,” ungkapnya.

Pada bagian frame juga terdapat panel kontrol untuk memilih mode bantuan tenaga. Tersedia beberapa mode seperti Eco, Trail, dan Turbo. Pengendara bisa menyesuaikan tingkat bantuan motor sesuai kebutuhan trek.

Baterai Diklaim Awet untuk Trek Jauh

Hal lain yang menarik perhatian adalah daya tahan baterai Specialized Turbo Levo 2018. Dalam pengujian singkat yang dilakukan reviewer, baterai diklaim masih tersisa setelah digunakan menempuh jarak sekitar 80 kilometer.

Baterai tersebut dapat diisi ulang melalui port charging yang berada di bagian frame. Sistem indikator baterai juga memudahkan pengguna memantau sisa daya selama perjalanan.

Meski termasuk sepeda mahal, reviewer menilai pengalaman berkendara yang ditawarkan sepadan dengan harga yang dibayar. Sepeda terasa ringan dikayuh dan memberikan sensasi berbeda dibanding sepeda gunung konvensional.

Baca Juga: Review Trek Powerfly 4 2021: E-Bike Gunung Makin Ringan dengan Motor Bosch CX Baru, Cocok Buat Touring hingga Commuting

Masih Dipandang Sebelah Mata

Di balik kecanggihannya, sepeda e-bike seperti Specialized Turbo Levo masih sering dipandang sebelah mata oleh sebagian komunitas pesepeda. Ada yang menganggap penggunaan motor listrik mengurangi esensi olahraga bersepeda.

Namun reviewer menegaskan bahwa anggapan tersebut biasanya muncul dari orang yang belum pernah mencoba langsung e-bike di trek sesungguhnya. Menurutnya, penggunaan pedelec justru membuat aktivitas gowes di jalur ekstrem menjadi lebih fun tanpa menghilangkan unsur olahraga.

“Jangan men-judge sebelum mencoba,” katanya.

Specialized Turbo Levo 2018 membuktikan bahwa perkembangan teknologi di dunia sepeda terus bergerak maju. Bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga bagaimana teknologi membantu pengendara menikmati petualangan lebih jauh dengan tenaga yang tetap terjaga.

Bagi pecinta trail dan all mountain, sepeda ini menjadi salah satu pilihan premium yang menawarkan perpaduan performa, kenyamanan, dan teknologi modern dalam satu paket.

Baca Juga: Alasan Mitsubishi Xpander Cross 2026 Jadi Mobil Keluarga Favorit, Ground Clearance Tinggi hingga Kabin Senyap Bikin Banyak Orang Kepincut

Editor : Dinar Ananda Putri
#Specialized Turbo Levo #E-bike trail #Sepeda sultan #Pedelec SpecializeD #sepeda listrik