Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Specialized Levo 4 Resmi Meluncur, E-MTB Super Canggih dengan Tenaga 111 Nm Ini Disebut Ubah Cara Orang Naik Gunung

Dinar Ananda Putri • Senin, 18 Mei 2026 | 22:39 WIB
Specialized Levo 4 hadir dengan motor 111 Nm, baterai modular, dan teknologi canggih yang bikin E-MTB makin brutal.
Specialized Levo 4 hadir dengan motor 111 Nm, baterai modular, dan teknologi canggih yang bikin E-MTB makin brutal.

 
RADAR TULUNGAGUNG - Specialized Levo 4 langsung mencuri perhatian pecinta sepeda gunung listrik dunia. Generasi terbaru e-mountain bike atau E-MTB ini hadir membawa tenaga lebih besar, baterai modular, dan teknologi motor baru yang disebut-sebut mampu mengubah pengalaman berkendara di jalur ekstrem pegunungan.

Dalam sejumlah pengujian di kawasan Flims, Swiss hingga trail di Inggris, Specialized Levo 4 menunjukkan karakter berbeda dibanding generasi sebelumnya. Bukan sekadar lebih bertenaga, motor terbaru pada sepeda ini diklaim menghadirkan kontrol lebih halus, suara lebih senyap, dan kemampuan menanjak yang jauh lebih agresif.

Specialized menyebut Levo 4 sebagai evolusi dari ikon E-MTB yang telah dikembangkan selama lebih dari satu dekade. Motor generasi terbaru pada model S-Works mampu menghasilkan tenaga hingga 111 Nm dengan peak power mencapai 720 watt. Angka tersebut meningkat signifikan dibanding generasi lama yang hanya berada di kisaran 90 Nm.

Baca Juga: Specialized Turbo Levo 4 Jadi E-MTB Paling Buas 2026, Motor 720 Watt dan Baterai Jumbo Ini Siap Libas Trek Ekstrem

Motor Baru Specialized Levo 4 Jadi Sorotan

Salah satu daya tarik utama Specialized Levo 4 ada pada sistem motor anyar yang dikembangkan secara eksklusif. Motor tersebut memakai konstruksi full metal gear untuk meningkatkan durabilitas dan mengurangi getaran saat digunakan di medan berat.

Tim pengembang Specialized bahkan menyebut fokus utama mereka bukan sekadar mengejar angka tenaga besar, tetapi bagaimana motor bisa memberikan karakter berkendara alami. Teknologi software terbaru memungkinkan distribusi tenaga terasa lebih halus saat melewati tanjakan teknikal.

Fitur overrun juga menjadi pembeda. Sistem ini membuat motor tetap memberikan dorongan singkat ketika pengendara berhenti mengayuh sejenak di medan sulit. Hasilnya, sepeda tetap stabil saat melewati batu, akar pohon, atau jalur curam.

Selain itu, motor baru ini diklaim 20 persen lebih kecil dibanding generasi sebelumnya. Specialized juga menekankan aspek NVH atau Noise, Vibration, and Harshness agar suara motor lebih halus dan nyaman didengar saat riding jarak jauh.

Baterai Modular Bikin Jarak Tempuh Lebih Fleksibel

Specialized Levo 4 hadir dengan baterai utama 840 Wh yang bisa dilepas langsung dari sisi downtube. Sistem side-entry tersebut membuat proses bongkar pasang baterai jauh lebih praktis dibanding model sebelumnya.

Menariknya, pengguna juga bisa memilih baterai 600 Wh atau memakai range extender 280 Wh sesuai kebutuhan perjalanan. Konsep modular ini memungkinkan rider menyesuaikan bobot sepeda dengan kebutuhan medan.

Dalam pengujian di pegunungan Alpen, kombinasi dua baterai bahkan memungkinkan pengendara menjelajah jalur ekstrem hingga ketinggian sekitar 3.000 meter. Sistem fast charger 700 watt terbaru juga mampu mengisi baterai hingga 80 persen dalam waktu kurang dari satu jam.

Specialized turut menyematkan ruang penyimpanan SWAT di dalam frame. Pengguna dapat menyimpan tool kit, ban cadangan, hingga perlengkapan kecil langsung di dalam sepeda.

Suspensi dan Geometri Siap Libas Jalur Ekstrem

Levo 4 memakai konfigurasi travel 150 mm di belakang dan fork 160 mm di depan. Namun frame-nya sudah kompatibel untuk fork hingga 180 mm bagi rider yang ingin setup lebih agresif.

Teknologi Genie Shock menjadi salah satu inovasi paling menarik. Sistem ini menggabungkan kenyamanan suspensi coil dengan karakter progresif khas air shock. Pada 70 persen awal travel, suspensi terasa lembut dan sensitif. Setelah melewati batas tersebut, tekanan udara meningkat drastis agar tidak mudah bottom out saat menghajar lompatan besar.

Soal geometri, Specialized memberi banyak opsi pengaturan. Head angle, chainstay, hingga bottom bracket dapat diubah sesuai karakter trail dan gaya berkendara pengguna.

Pengujian di bike park dan jalur alpine menunjukkan Levo 4 sangat stabil saat kecepatan tinggi. Grip ban, karakter suspensi, dan distribusi tenaga motor membuat sepeda ini tetap nyaman dipakai untuk jalur teknikal maupun flow trail.

Baca Juga: Renault Triber 2026 Resmi Hadir! MPV 7 Seater Murah Makin Modern, Desain Baru, Fitur Canggih, dan Siap Tantang Avanza–Xpander

Bobot Masih Jadi Catatan

Meski dibekali teknologi canggih, bobot Specialized Levo 4 tetap menjadi perhatian. Dengan baterai besar dan frame karbon, berat total sepeda berada di kisaran 22 hingga 23 kilogram tergantung spesifikasi.

Namun Specialized menilai kompromi tersebut sebanding dengan tenaga besar dan jarak tempuh panjang yang ditawarkan. Apalagi pengguna bisa memilih konfigurasi baterai lebih kecil untuk mengurangi bobot keseluruhan.

Levo 4 kini diposisikan sebagai E-MTB all-rounder yang mampu dipakai untuk touring gunung, bike park, hingga trail harian. Dengan kombinasi tenaga besar, handling stabil, dan fitur melimpah, banyak rider menyebut sepeda ini sebagai standar baru dunia E-MTB modern.

Baca Juga: Specialized Levo R 2026 Resmi Meluncur, E-Bike Trail Super Ringan dengan Motor 850 Watt Ini Disebut Jadi Penantang Baru Levo SL

Editor : Dinar Ananda Putri
#sepeda listrik gunung #sepeda listrik gunung 2026 #E-MTB #Specialized Levo 4