RADAR TULUNGAGUNG - Giant Trance X E+ Elite resmi hadir sebagai salah satu sepeda gunung listrik atau e-mountain bike (EMTB) paling menarik tahun ini. Mengusung konsep lightweight EMTB dengan motor full power dan baterai lebih kecil, sepeda terbaru Giant ini langsung mencuri perhatian rider trail dan penggemar downhill.
Kehadiran Giant Trance X E+ Elite membawa pendekatan berbeda dibanding EMTB kebanyakan. Jika sebagian produsen fokus menghadirkan baterai besar dan bobot berat, Giant justru mencoba menggabungkan handling lincah dengan tenaga motor besar dalam satu paket.
Strategi tersebut membuat keyword “Giant Trance X E+ Elite” berpotensi menjadi salah satu pencarian populer di kalangan pecinta sepeda listrik gunung. Apalagi sepeda ini disebut punya karakter playful, agresif, namun tetap nyaman dipakai di jalur teknikal.
Desain Ringan dengan Setup Mullet
Giant Trance X E+ Elite menggunakan frame full carbon dengan desain modern berbasis suspensi Maestro dual-link khas Giant. Sepeda ini dibekali travel suspensi depan 150 mm dan belakang 140 mm.
Yang paling menarik adalah penggunaan setup mullet, yakni roda depan 29 inci dan roda belakang 27,5 inci. Kombinasi tersebut membuat chainstay menjadi jauh lebih pendek dibanding versi reguler.
Hasilnya, handling sepeda terasa lebih lincah saat masuk tikungan sempit maupun jalur teknikal menurun. Rider juga mendapat ruang gerak lebih luas ketika melewati drop dan lompatan.
Secara geometri, Giant Trance X E+ Elite memiliki head angle 65,8 derajat dan seat tube angle 76 derajat. Giant juga menyematkan fitur flip chip yang memungkinkan pengguna mengubah karakter handling hanya dengan mengatur posisi frame.
Motor Full Power dengan Karakter Agresif
Berbeda dari EMTB ringan lain yang memakai motor kecil, Giant Trance X E+ Elite justru dibekali motor SyncDrive Pro 2 dengan tenaga hingga 85 Nm torsi puncak.
Motor tersebut dipadukan dengan baterai Panasonic 400 Wh yang tertanam rapi di dalam downtube. Giant juga menyediakan opsi range extender 200 Wh untuk menambah kapasitas hingga 600 Wh.
Di atas kertas, kombinasi ini terdengar unik. Bobot sepeda menjadi lebih ringan dibanding EMTB full power biasa, namun tetap memiliki dorongan tenaga besar saat menanjak.
Sayangnya, dalam pengujian awal motor terasa terlalu agresif bahkan di mode bantuan rendah. Pengaturan bawaan membuat seluruh mode memakai torsi maksimum 85 Nm.
Masalah itu memang bisa diatasi lewat aplikasi RideControl, namun sistem disebut masih perlu penyempurnaan karena setting sering kembali ke default setiap baterai diisi ulang.
Baca Juga: Israel, Resolusi PBB, Mahkamah Internasional, dan Dunia yang Amburadul
Handling Jadi Nilai Jual Utama
Meski ada catatan pada software motor, Giant Trance X E+ Elite justru tampil impresif saat masuk jalur trail dan turunan.
Setup mullet dan chainstay pendek membuat distribusi bobot terasa jauh lebih seimbang dibanding versi Trance E+ biasa. Sepeda terasa ringan di tikungan dan mudah diajak bermanuver di jalur sempit.
Karakter suspensi Maestro juga mendapat banyak pujian. Sistem ini mampu menjaga roda tetap menempel di tanah saat melewati bebatuan dan akar pohon tanpa mengorbankan sensasi pop ketika melompat.
Di jalur flow trail, Giant Trance X E+ Elite disebut sangat menyenangkan dikendarai. Sepeda terasa cepat, responsif, dan tidak membutuhkan banyak tenaga untuk dikendalikan.
Namun untuk trek ekstrem berkecepatan tinggi, karakter sepeda ini lebih cocok disebut sebagai trail ripper ketimbang downhill smasher. Head angle yang agak curam membuat handling tetap agresif tetapi tidak terlalu liar.
Jarak Tempuh Tergantung Mode Berkendara
Karena memakai baterai 400 Wh, jarak tempuh Giant Trance X E+ Elite sangat bergantung pada mode bantuan motor yang dipilih.
Dalam pengujian standar dengan mode paling bertenaga, baterai habis setelah melewati sedikit lebih dari 1.000 meter elevasi tanjakan. Namun saat torsi dibatasi menjadi 50 Nm, jarak tempuh meningkat drastis hingga sekitar 1.800 meter elevasi.
Mode Smart Assist bawaan Giant sebenarnya dirancang untuk menyesuaikan tenaga motor secara otomatis. Sayangnya, sistem ini dianggap terlalu agresif dan membuat baterai cepat habis.
Karena itu, mode manual justru dinilai lebih nyaman digunakan, terutama untuk rider yang menginginkan kontrol tenaga lebih halus dan efisiensi baterai lebih baik.
Cocok untuk Rider Trail Aktif
Secara keseluruhan, Giant Trance X E+ Elite menawarkan konsep berbeda di dunia EMTB modern. Sepeda ini tidak mengejar baterai terbesar atau tenaga paling brutal, melainkan fokus pada handling menyenangkan dan karakter lincah.
Bagi rider ringan dan aktif yang suka bermain di trail teknikal, sepeda ini bisa menjadi pilihan menarik. Apalagi dengan tambahan range extender, pengguna tetap bisa menikmati perjalanan panjang tanpa kehilangan sensasi handling ringan khas EMTB modern.
Editor : Dinar Ananda Putri