Giant Trance E Plus 1 Pro Jadi E-Bike Full Suspension Paling Diburu, Motor Yamaha dan Baterai 500Wh Bikin Gowes Makin Ganas

Dinar Ananda Putri • Dipublikasikan Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB
Giant Trance E Plus 1 Pro hadir dengan motor Yamaha, suspensi Maestro, dan baterai 500Wh yang bikin trail makin brutal.
Giant Trance E Plus 1 Pro hadir dengan motor Yamaha, suspensi Maestro, dan baterai 500Wh yang bikin trail makin brutal.

 
RADAR TULUNGAGUNG - Giant Trance E Plus 1 Pro langsung mencuri perhatian pecinta sepeda listrik gunung atau e-MTB berkat kombinasi desain agresif, motor bertenaga, dan teknologi modern yang membuat pengalaman berkendara semakin nyaman. Dalam video ulasan yang beredar di YouTube, Giant memperkenalkan Giant Trance E Plus 1 Pro sebagai salah satu e-bike full suspension paling fleksibel untuk berbagai karakter pengendara.

Keyword utama “Giant Trance E Plus 1 Pro” menjadi sorotan karena sepeda ini hadir membawa sejumlah peningkatan signifikan dibanding generasi sebelumnya. Mulai dari sistem suspensi Maestro 140 mm, fork depan 150 mm, hingga motor SyncDrive Pro berbasis Yamaha yang dikenal responsif saat melibas tanjakan ekstrem maupun jalur teknikal.

Tidak hanya itu, Giant Trance E Plus 1 Pro juga disebut sebagai e-bike yang “demokratis” secara geometri. Artinya, sepeda ini dirancang agar cocok digunakan oleh banyak tipe rider, baik pemula maupun pengendara berpengalaman yang gemar bermain di trek trail dan enduro ringan.

Baca Juga: Giant Trance X E+ Elite Bikin Heboh, EMTB Ringan Bermotor Buas Ini Disebut Paling Fun untuk Trail dan Turunan

Giant Andalkan Suspensi Maestro dan Motor Yamaha

Salah satu daya tarik terbesar Giant Trance E Plus 1 Pro terletak pada sistem suspensinya. Giant tetap mempertahankan teknologi Maestro Suspension yang selama ini menjadi andalan mereka di kategori mountain bike premium.

Suspensi belakang memiliki travel 140 mm yang dipadukan dengan suspensi depan 150 mm. Kombinasi tersebut membuat sepeda mampu menyerap benturan dengan baik saat melewati jalur berbatu, akar pohon, hingga trek menurun berkecepatan tinggi.

Di sektor dapur pacu, Giant membenamkan motor SyncDrive Pro hasil kolaborasi dengan Yamaha. Motor ini menawarkan bantuan kayuhan yang halus namun tetap bertenaga. Pengguna dapat memilih lima mode bantuan berbeda, mulai dari ECO, BASIC, ACTIVE, SPORT, hingga POWER.

Menariknya, seluruh mode bantuan tersebut bisa disesuaikan melalui aplikasi Ride Control yang tersedia untuk Android dan iOS. Pengguna dapat mengatur tingkat bantuan motor sesuai kebutuhan medan maupun gaya berkendara.

Baca Juga: Giant Trance E Resmi Meluncur, EMTB Trail Rocket dengan Motor Yamaha dan Jarak Tempuh Gila Ini Bikin Rider Tergoda

Baterai 500Wh Diklaim Lebih Cepat Terisi

Giant juga membawa inovasi baru lewat baterai Downtube Energy Pack berkapasitas 500Wh. Baterai buatan Panasonic tersebut diklaim memiliki sistem pendinginan lebih baik karena setiap sel dipisahkan sejauh 2 mm.

Dengan teknologi itu, suhu baterai lebih stabil sehingga performa motor tetap optimal saat digunakan dalam perjalanan panjang. Giant bahkan mengklaim baterai dapat terisi hingga 60 persen hanya dalam waktu 90 menit menggunakan Smart Charger terbaru.

Sementara untuk pengisian penuh hingga 100 persen, pengguna hanya membutuhkan waktu sekitar 3 jam 40 menit. Angka tersebut tergolong impresif untuk ukuran e-bike trail modern.

Tidak hanya cepat diisi ulang, posisi baterai yang tertanam di downtube juga membuat tampilan Giant Trance E Plus 1 Pro terlihat lebih rapi dan modern.

Desain Simpel Tanpa Display Jadi Nilai Tambah

Berbeda dengan banyak e-bike lain yang menggunakan layar besar di area setang, Giant memilih pendekatan minimalis pada Trance E Plus 1 Pro. Informasi dasar ditampilkan melalui Ride Control One menggunakan indikator LED sederhana.

Di sisi kiri terdapat indikator lima mode bantuan motor, sedangkan sisi kanan menunjukkan sisa baterai dengan lima lampu LED yang masing-masing mewakili 20 persen daya.

Keputusan tanpa display besar ini membuat cockpit terlihat bersih dan ringan. Sebagai gantinya, Giant menyediakan aplikasi Ride Control untuk menampilkan data berkendara secara lebih lengkap melalui smartphone.

Melalui aplikasi tersebut, pengguna juga bisa melihat statistik perjalanan, melakukan tuning motor, hingga mengubah konfigurasi tampilan sesuai kebutuhan.

Bobot Ringan dan Harga Kompetitif

Hal lain yang cukup mengejutkan adalah bobot Giant Trance E Plus 1 Pro. Dalam ukuran medium, berat sepeda tercatat hanya 21,8 kilogram. Angka itu bahkan lebih ringan sekitar 1,5 kilogram dibanding klaim resmi pabrikan.

Frame sepeda menggunakan material aluminium ALUXX yang terkenal kuat namun tetap ringan. Giant menilai konstruksi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Trance E Plus 1 Pro terasa lebih sporty dibanding seri Full E Plus sebelumnya.

Untuk pasar global, lini Giant Trance E Plus hadir dalam tiga varian harga. Model termurah dibanderol mulai 4.399 euro, sedangkan varian tertinggi mencapai 6.299 euro. Sementara Giant Trance E Plus 1 Pro dipasarkan di kisaran 4.999 euro.

Dengan kombinasi teknologi modern, handling stabil, dan fitur personalisasi lengkap, Giant Trance E Plus 1 Pro berpotensi menjadi salah satu e-bike trail paling diminati tahun ini.

Baca Juga: Israel, Resolusi PBB, Mahkamah Internasional, dan Dunia yang Amburadul

Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : Pinterest
sepeda listrik gunung motor Yamaha SyncDrive Pro Giant Trance E Plus 1 Pro e-bike Giant Giant Maestro Suspension