TULUNGAGUNG - Oppo Reno 15F 5G kembali menjadi perbincangan setelah resmi hadir di pasar dengan harga sekitar Rp6,5 juta. Di kelas menengah, harga tersebut memicu perdebatan, terutama soal apakah Oppo Reno 15F 5G benar-benar sepadan atau justru terkesan overprice.
Sejak awal diperkenalkan, Oppo Reno 15F 5G langsung mencuri perhatian berkat dukungan jaringan 5G dan desain premium yang diusung. Namun di sisi lain, penggunaan chipset Snapdragon 6 Gen 1 yang tergolong bukan terbaru membuat sebagian pengguna merasa ragu.
Meski begitu, Oppo Reno 15F 5G tetap menawarkan sejumlah keunggulan yang membuatnya menarik. Mulai dari tampilan, fitur, hingga daya tahan baterai yang besar, semuanya menjadi nilai jual utama di tengah persaingan smartphone kelas menengah.
Desain Premium, Mirip iPhone?
Dari segi desain, Oppo Reno 15F 5G tampil elegan dengan finishing yang solid dan warna yang menarik. Varian biru tua misalnya, memberikan kesan premium saat digenggam. Modul kamera belakang yang berisi tiga lensa juga terlihat modern, meski sekilas dianggap mirip dengan desain iPhone.
Material bodinya cukup kokoh, meskipun frame masih menggunakan plastik. Di bagian depan, layar sudah dilengkapi pelindung dan desain bezel yang relatif simetris. Sensor fingerprint juga sudah tersemat di dalam layar dan bekerja responsif.
Layar Terang dan Mulus
Oppo Reno 15F 5G dibekali layar AMOLED dengan refresh rate 120Hz yang memberikan pengalaman visual mulus. Tingkat kecerahan layar tergolong tinggi, sehingga tetap nyaman digunakan di luar ruangan.
Namun, ada catatan pada tuning warna layar yang terasa terlalu terang atau cenderung putih. Hal ini cukup terasa saat menonton film, meski untuk konten seperti foto pemandangan tetap terlihat baik.
Performa Stabil, Tapi Kurang Nendang
Sektor performa menjadi salah satu titik kritik utama. Oppo Reno 15F 5G masih menggunakan Snapdragon 6 Gen 1, chipset yang dinilai kurang kompetitif di harga Rp6 jutaan.
Meski begitu, dalam penggunaan sehari-hari performanya tetap stabil. Dengan RAM 8GB dan penyimpanan 256GB, multitasking berjalan lancar. Skor benchmark yang mencapai sekitar 869 ribu juga menunjukkan performa yang cukup solid di kelasnya.
Baca Juga: Review ADO A26 Plus, Sepeda Listrik Keliling Kota dengan Jarak Tempuh 100 KM dan Harga Rp12 Jutaan
Untuk gaming, Mobile Legends bisa dimainkan di setting tinggi dengan frame rate stabil di angka 90 fps. Suhu perangkat juga relatif terjaga meski digunakan tanpa pendingin tambahan.
ColorOS 16 Jadi Daya Tarik
Salah satu keunggulan Oppo Reno 15F 5G ada pada sistem operasi ColorOS 16 berbasis Android terbaru. Antarmukanya terlihat lebih segar dengan banyak opsi kustomisasi, mulai dari tema, ikon, hingga animasi.
Fitur tambahan seperti AI tools, multi-window, hingga pengaturan tampilan yang fleksibel membuat pengalaman penggunaan terasa lebih modern dan nyaman.
Kamera Oke, Tapi Tidak Konsisten
Di sektor kamera, Oppo Reno 15F 5G mengandalkan sensor utama Sony IMX766. Hasil foto pada kondisi ideal terlihat cukup baik dengan warna natural.
Namun, pada kondisi pencahayaan tertentu, hasil foto terkadang terlihat terlalu terang atau overexposed. Kamera depan mampu merekam hingga 4K 30 fps dan mendukung mode ultrawide, meski belum tersedia opsi 60 fps.
Untuk video, kamera utama bisa merekam hingga 4K 30 fps, sementara kamera ultrawide masih terbatas di Full HD. Stabilisasi juga terasa lebih optimal di resolusi 1080p dibandingkan 4K.
Baterai Besar Jadi Andalan
Keunggulan lain dari Oppo Reno 15F 5G adalah baterai berkapasitas 7.000 mAh. Daya tahan baterainya sangat baik dan mampu digunakan seharian penuh bahkan lebih.
Dukungan fast charging 80W juga membuat proses pengisian daya menjadi lebih cepat dan efisien.
Kesimpulan: Overprice atau Worth It?
Jika hanya melihat chipset, Oppo Reno 15F 5G memang terkesan kurang menarik di kelas harganya. Namun jika dilihat secara keseluruhan, smartphone ini tetap menawarkan paket lengkap.
Desain premium, layar berkualitas, baterai besar, dan fitur ColorOS 16 menjadi keunggulan yang sulit diabaikan. Oppo Reno 15F 5G bisa menjadi pilihan bagi pengguna yang lebih mengutamakan pengalaman penggunaan dibanding sekadar spesifikasi mentah.
Editor : Axsha Zazhika