Radar Tulungagung – Wisata kuliner Blitar menawarkan pengalaman rasa yang berbeda dibandingkan daerah lain di Jawa Timur. Tidak hanya dikenal sebagai kota tempat dimakamkannya Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, Kota Blitar juga menyimpan beragam kuliner khas yang masih mempertahankan cita rasa tradisional hingga saat ini.
Perjalanan kuliner di Kota Blitar dimulai sejak pagi hari dengan menikmati sarapan legendaris yang sudah dikenal masyarakat setempat. Dari soto khas hingga olahan bekicot, semuanya menghadirkan karakter rasa yang kuat dan menjadi bagian dari identitas kuliner daerah.
Dalam penelusuran kuliner sehari penuh di Kota Blitar, terdapat sejumlah makanan yang menjadi rekomendasi warga lokal dan layak dicoba wisatawan yang berkunjung ke kota tersebut.
Soto Bu Irong, Sarapan Legendaris dengan Kecap Khas
Destinasi pertama adalah Soto Bu Irong yang berada di kawasan dekat Jembatan Irong atau jembatan hitam. Soto ini dikenal sebagai salah satu menu sarapan favorit masyarakat Blitar.
Sekilas tampilannya menyerupai soto daging biasa. Namun, terdapat tambahan kecambah yang memberikan sensasi renyah saat disantap. Keunikan utama soto ini justru terletak pada penggunaan kecap yang memiliki cita rasa berbeda dari kecap pada umumnya.
Kuah hangat berpadu dengan rasa manis kecap menciptakan karakter yang khas. Isian daging sapi yang cukup melimpah membuat menu ini terasa mengenyangkan meski porsinya tidak terlalu besar.
Menurut penikmatnya, dominasi rasa manis menjadi ciri yang paling menonjol dari soto khas Blitar tersebut.
Tewel dan Ayam Kampung yang Dimasak dengan Kayu Bakar
Setelah sarapan, perjalanan berlanjut menuju warung Tewel Mbok Bari yang telah berdiri sejak tahun 1960. Lokasinya memang cukup jauh dari pusat kota, namun tempat ini menjadi salah satu rekomendasi kuliner paling populer di Blitar.
Tewel sendiri merupakan olahan nangka muda yang dimasak menjadi sayur berkuah santan. Hidangan ini disajikan bersama nasi dan ayam kampung berbumbu.
Kuah santan yang gurih dan creamy menjadi daya tarik utama. Meski terlihat pedas, rasa cabainya tidak terlalu mendominasi sehingga tetap nyaman dinikmati berbagai kalangan.
Sementara itu, ayam kampung yang dimasak memiliki bumbu yang meresap hingga ke dalam daging. Aroma khas dari proses memasak menggunakan kayu bakar juga masih terasa kuat.
Menariknya, baik Soto Bu Irong maupun warung tewel tersebut masih mempertahankan metode memasak tradisional menggunakan kayu bakar. Teknik ini dipercaya memberikan aroma smokey yang menambah kelezatan masakan.
Sate Bekicot, Kuliner Unik yang Jadi Ikon Blitar
Siang hari, perjalanan wisata kuliner Blitar berlanjut ke kawasan sentra sate bekicot. Lokasi ini berada cukup jauh dari pusat kota dan membutuhkan waktu perjalanan sekitar 40 menit hingga satu jam.
Sate bekicot menjadi salah satu kuliner khas yang cukup terkenal di Blitar. Meski berbahan dasar bekicot, makanan ini mampu menghilangkan aroma tanah yang biasanya menjadi tantangan dalam pengolahannya.
Daging bekicot yang dibakar terasa kenyal dengan balutan bumbu manis dan sedikit pedas. Pengolahan yang tepat membuat sate bekicot terasa bersih tanpa bau amis.
Deretan pedagang sate bekicot yang berjajar di satu kawasan menunjukkan bahwa kuliner ini telah menjadi bagian penting dari budaya makanan masyarakat setempat.
Menyegarkan Tenggorokan dengan Es Pelet
Setelah menikmati makanan bercita rasa kuat, perjalanan dilanjutkan dengan mencicipi es pelet, minuman tradisional khas Blitar.
Es pelet terbuat dari tepung beras yang dibentuk menjadi bulatan kecil-kecil, kemudian disajikan bersama santan, gula jawa, dawet, dan es batu.
Perpaduan rasa manis gula jawa dan gurih santan menghasilkan kesegaran yang cocok dinikmati saat cuaca panas. Tekstur pelet yang kenyal juga memberikan sensasi berbeda dibandingkan minuman tradisional lainnya.
Dengan harga sekitar Rp6.000 per porsi, es pelet menjadi pilihan jajanan yang ramah di kantong.
Kuliner Malam yang Tak Kalah Menggoda
Menjelang malam, petualangan kuliner ditutup dengan mencicipi sejumlah makanan khas lainnya seperti sompil, soto daging, dan kolak roti.
Sompil merupakan hidangan berbahan lontong yang disiram sayur lodeh dan taburan bubuk kedelai. Sekilas tampilannya mirip lontong cap go meh, tetapi tanpa tambahan daging atau ayam.
Sementara itu, soto daging khas Blitar kembali memperlihatkan karakter rasa manis yang kuat berkat penggunaan kecap khas daerah tersebut.
Dari seluruh perjalanan tersebut, satu kesimpulan yang muncul adalah dominasi rasa manis pada berbagai kuliner khas Blitar. Meski demikian, setiap hidangan tetap memiliki karakter unik yang membedakannya dari makanan serupa di daerah lain.
Kombinasi cita rasa tradisional, teknik memasak menggunakan kayu bakar, serta harga yang relatif terjangkau menjadikan wisata kuliner Blitar sebagai pengalaman yang layak dicoba bagi para pecinta makanan khas Nusantara.
Editor : Maylanni Diana Fitri