Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Berburu Kuliner Khas Blitar Seharian, Dari Soto Manis Legendaris hingga Sate Bekicot yang Bikin Penasaran

Maylanni Diana Fitri • Rabu, 10 Juni 2026 | 17:28 WIB
Wisata kuliner khas Blitar menawarkan soto legendaris, tewel, sate bekicot, hingga es pelet dengan cita rasa unik yang khas.(pinterest)
Wisata kuliner khas Blitar menawarkan soto legendaris, tewel, sate bekicot, hingga es pelet dengan cita rasa unik yang khas.(pinterest)

Radar Tulungagung – Kuliner khas Blitar ternyata menyimpan banyak kejutan bagi para pencinta makanan tradisional. Tak hanya dikenal sebagai kota tempat dimakamkannya Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, Blitar juga memiliki ragam hidangan yang masih mempertahankan resep turun-temurun dan cita rasa autentik.

Berbagai makanan khas dapat ditemukan mulai dari pagi hingga malam hari. Menariknya, sebagian besar kuliner yang dijumpai memiliki karakter rasa yang cukup berbeda dibanding daerah lain di Jawa Timur. Dominasi rasa manis menjadi ciri yang paling mudah dikenali saat menjelajahi wisata kuliner Blitar.

Perjalanan dimulai dengan sarapan di salah satu warung soto yang cukup terkenal di kalangan warga lokal, yakni Soto Bu Irong. Warung ini menjadi tujuan banyak pengunjung yang ingin menikmati sarapan hangat sebelum memulai aktivitas.

Soto Bu Irong, Kuliner Pagi yang Melegenda

Soto Bu Irong hadir dengan tampilan sederhana, namun memiliki karakter rasa yang khas. Kuah soto dipadukan dengan kecap berwarna pekat yang menghasilkan rasa manis lebih dominan dibanding soto pada umumnya.

Baca Juga: Wisata Kuliner Blitar Seharian, Dari Soto Bu Irong hingga Sate Bekicot, Ternyata Rasanya Didominasi Manis dan Bikin Ketagihan

Selain potongan daging sapi, hidangan ini juga dilengkapi kecambah yang memberikan sensasi renyah saat disantap. Perpaduan kuah hangat, kecap manis, dan tekstur kecambah menciptakan pengalaman makan yang berbeda.

Meski porsinya tidak terlalu besar, isiannya cukup melimpah sehingga tetap mengenyangkan sebagai menu sarapan.

Tewel, Warisan Kuliner yang Bertahan Puluhan Tahun

Dari pusat kota, perjalanan berlanjut menuju salah satu warung tewel yang sudah berdiri sejak tahun 1960. Tewel merupakan olahan nangka muda yang dimasak menggunakan santan dan berbagai bumbu tradisional.

Hidangan ini biasanya disajikan bersama ayam kampung berbumbu yang dimasak hingga meresap ke dalam daging. Kuah santan yang gurih menjadi daya tarik utama, sementara rasa pedasnya cenderung ringan.

Keunikan lain dari tempat makan ini adalah penggunaan kayu bakar sebagai media memasak. Cara tradisional tersebut menghasilkan aroma khas yang masih terasa pada setiap sajian.

Banyak pengunjung datang karena ingin merasakan cita rasa asli masakan Jawa yang kini mulai jarang ditemukan.

Sate Bekicot yang Menjadi Ikon Kuliner Blitar

Saat siang hari, perhatian beralih ke salah satu makanan paling ikonik dari Blitar, yaitu sate bekicot. Kuliner ini cukup populer dan sering menjadi incaran wisatawan yang ingin mencoba sensasi makanan berbeda.

Daging bekicot yang telah dibersihkan kemudian diolah dengan bumbu rempah sebelum dibakar. Hasilnya adalah sate dengan tekstur kenyal dan rasa manis gurih yang meresap hingga ke dalam.

Meski berasal dari hewan yang hidup di tanah, sate bekicot yang diolah dengan baik tidak meninggalkan aroma tanah maupun bau amis. Justru yang terasa adalah perpaduan bumbu yang kuat dan seimbang.

Tak heran jika kawasan penjual sate bekicot selalu ramai dikunjungi pembeli, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.

Menikmati Segarnya Es Pelet Khas Blitar

Setelah menyantap berbagai makanan berat, perjalanan kuliner dilanjutkan dengan mencicipi es pelet. Minuman tradisional ini cukup populer di Blitar dan sering menjadi pilihan untuk menghilangkan dahaga.

Es pelet dibuat dari tepung beras yang dibentuk bulat kecil, lalu disajikan bersama santan, gula jawa, dawet, dan es batu. Rasanya manis dan gurih dengan sensasi dingin yang menyegarkan.

Teksturnya yang kenyal membuat minuman ini terasa unik dan berbeda dari es dawet pada umumnya.

Kuliner Malam yang Tak Kalah Menarik

Menjelang malam, masih ada beberapa makanan khas yang layak dicoba, seperti sompil, soto daging, dan kolak roti. Sampil atau sompil merupakan hidangan berbahan lontong yang dipadukan dengan sayur lodeh dan taburan bubuk kedelai.

Sementara itu, soto daging kembali memperlihatkan karakter kuliner Blitar yang identik dengan rasa manis. Begitu pula kolak roti yang menjadi pilihan penutup untuk menikmati suasana malam di kota tersebut.

Dari berbagai makanan yang dicicipi selama sehari penuh, satu hal yang paling menonjol adalah konsistensi cita rasa khas Blitar. Rasa manis yang berpadu dengan gurih menjadi identitas kuat yang membedakan kuliner daerah ini dari wilayah lain.

Bagi pencinta wisata kuliner, Blitar menawarkan pengalaman yang lengkap. Mulai dari soto legendaris, tewel tradisional, sate bekicot yang unik, hingga es pelet yang menyegarkan, semuanya menjadi bukti bahwa kota ini memiliki kekayaan kuliner yang patut dibanggakan.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#Wisata Kuliner Blitar #kuliner khas Blitar #Soto Bu Irong #sate bekicot #es pelet