Radar Tulungagung – Selama ini Kota Blitar lebih dikenal sebagai tempat peristirahatan terakhir Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Namun di balik sejarah yang melekat kuat, kota ini juga menyimpan kekayaan kuliner yang tak kalah menarik untuk dijelajahi.
Kuliner khas Blitar memiliki karakter yang cukup unik dibanding daerah lain di Jawa Timur. Sebagian besar hidangannya menghadirkan perpaduan rasa gurih dan manis yang kuat. Tak heran jika banyak wisatawan sengaja berburu makanan khas saat berkunjung ke kota ini.
Mulai dari sarapan hingga makan malam, terdapat sejumlah kuliner legendaris yang menjadi favorit warga lokal maupun pendatang. Beberapa di antaranya bahkan telah bertahan puluhan tahun dan masih mempertahankan cara memasak tradisional.
Mengawali Hari dengan Soto Daging Khas Blitar
Perjalanan kuliner dimulai dari salah satu warung soto yang cukup populer di Kota Blitar, yakni Soto Bu Irong. Warung ini dikenal sebagai tempat sarapan favorit masyarakat setempat.
Soto yang disajikan memiliki tampilan sederhana dengan isian daging sapi dan kecambah. Namun yang membuatnya berbeda adalah penggunaan kecap khas yang menghasilkan rasa manis lebih dominan.
Kuah hangat berpadu dengan kecap pekat menciptakan cita rasa yang khas. Kehadiran kecambah juga memberikan sensasi segar dan renyah dalam setiap suapan.
Meski terlihat sederhana, hidangan ini menjadi salah satu representasi kuat dari karakter kuliner Blitar yang identik dengan rasa manis.
Tewel dan Ayam Kampung yang Masih Dimasak dengan Kayu Bakar
Usai sarapan, perjalanan berlanjut ke warung tewel yang sudah beroperasi sejak tahun 1960. Tewel merupakan olahan nangka muda yang dimasak dalam kuah santan berbumbu.
Menu tersebut disajikan bersama ayam kampung yang dimasak hingga bumbunya meresap ke dalam daging. Rasa gurih santan menjadi elemen utama, sementara sensasi pedas hadir dalam kadar yang ringan.
Keistimewaan hidangan ini tidak hanya terletak pada rasanya, tetapi juga proses memasaknya yang masih menggunakan kayu bakar. Cara tradisional tersebut menghasilkan aroma khas yang sulit ditemukan pada masakan modern.
Selain ayam dan tewel, pengunjung juga dapat menikmati aneka sayuran sebagai pelengkap hidangan.
Sate Bekicot, Menu Ekstrem yang Jadi Buruan Wisatawan
Salah satu kuliner yang paling identik dengan Blitar adalah sate bekicot. Makanan ini kerap membuat penasaran wisatawan karena bahan utamanya yang tidak biasa.
Bekicot yang telah dibersihkan kemudian dibumbui dan dibakar hingga matang. Hasilnya adalah sate dengan tekstur kenyal dan rasa yang kaya rempah.
Menariknya, proses pengolahan yang tepat membuat sate bekicot tidak meninggalkan aroma tanah maupun bau amis. Justru rasa manis dan gurih dari bumbunya menjadi daya tarik utama.
Di kawasan sentra sate bekicot, pengunjung dapat menemukan banyak pedagang yang menawarkan menu serupa. Tempat tersebut menjadi salah satu destinasi kuliner yang cukup terkenal di wilayah Blitar.
Es Pelet, Minuman Tradisional yang Masih Bertahan
Di tengah cuaca siang yang panas, es pelet menjadi pilihan yang tepat untuk menyegarkan tenggorokan. Minuman tradisional ini dibuat dari tepung beras yang dibentuk menjadi bulatan kecil-kecil.
Penyajiannya dilengkapi dengan gula jawa cair, santan, dawet, dan es batu. Perpaduan bahan-bahan tersebut menghasilkan rasa manis dan gurih yang menyegarkan.
Selain unik, es pelet juga dikenal sebagai jajanan rakyat dengan harga yang terjangkau. Tak heran jika minuman ini masih digemari hingga sekarang.
Rasa Manis yang Menjadi Identitas Kuliner Blitar
Menjelang malam, perjalanan ditutup dengan mencicipi beberapa hidangan lain seperti sompil, soto daging, dan kolak roti. Ketiga menu tersebut kembali memperlihatkan ciri khas kuliner Blitar yang lekat dengan rasa manis.
Sompil sendiri merupakan hidangan berbahan lontong yang disiram sayur dan taburan bubuk kedelai. Sementara kolak roti menjadi pilihan pencuci mulut yang banyak dicari masyarakat.
Dari seluruh makanan yang dicoba selama sehari penuh, tampak bahwa kuliner Blitar memiliki identitas rasa yang kuat. Dominasi manis yang berpadu dengan gurih menciptakan pengalaman kuliner yang berbeda dan mudah diingat.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Blitar, mencicipi ragam makanan khas tersebut bisa menjadi cara terbaik untuk mengenal budaya lokal lebih dekat. Tidak hanya mengenyangkan, setiap hidangan juga menyimpan cerita panjang tentang tradisi dan cita rasa yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Editor : Maylanni Diana Fitri