Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Polygon Path 3 vs Path 4 Resmi Hadir dengan Wajah Baru, Hybrid Premium Bergaya Gravel dan Road yang Siap Bikin Pesepeda Bingung Memilih

Maylanni Diana Fitri • Kamis, 11 Juni 2026 | 14:30 WIB
Polygon Path 3 dan Path 4 terbaru hadir dengan desain baru, Shimano Cues dan Tiagra. Mana hybrid terbaik untuk kebutuhan Anda?(pinterest)
Polygon Path 3 dan Path 4 terbaru hadir dengan desain baru, Shimano Cues dan Tiagra. Mana hybrid terbaik untuk kebutuhan Anda?(pinterest)

Radar Tulungagung – Setelah cukup lama tidak menghadirkan pembaruan besar pada lini sepeda hybrid, Polygon Path 3 dan Path 4 terbaru akhirnya hadir dengan sejumlah penyegaran menarik. Tidak hanya dari segi desain, kedua sepeda ini juga membawa karakter yang berbeda untuk menjawab kebutuhan pesepeda perkotaan yang semakin beragam.

Sekilas, kedua model tersebut memang terlihat mirip. Namun jika diperhatikan lebih detail, Polygon Path 3 dan Polygon Path 4 dirancang untuk segmen pengguna yang berbeda. Path 3 lebih mengarah ke konsep hybrid-gravel, sedangkan Path 4 menawarkan karakter hybrid-road yang lebih fokus pada kecepatan dan efisiensi di jalan aspal.

Pembaruan paling mencolok terlihat pada desain frame dan pilihan warna yang lebih modern. Bahkan salah satu varian hadir dengan efek warna bunglon atau rainbow subtle yang berubah sesuai sudut pandang dan pencahayaan. Tampilan tersebut membuat sepeda terlihat lebih premium tanpa kesan berlebihan.

Polygon Path 3, Hybrid Serbaguna untuk Aspal dan Jalur Campuran

Bagi pesepeda yang gemar menjelajahi berbagai medan, Polygon Path 3 menawarkan fleksibilitas yang menarik. Sepeda ini dirancang untuk penggunaan harian di perkotaan, namun tetap siap diajak melintasi jalan paving, kerikil, hingga jalur tanah ringan.

Baca Juga: Review Honda CUV e: Motor Listrik Rp59 Jutaan dengan Fitur Canggih, Rasa Berkendara Paling Mirip Motor Bensin?

Frame alloy yang digunakan telah dilengkapi banyak titik mounting sehingga memudahkan pengguna memasang rak, bagasi, maupun perlengkapan touring lainnya.

Bagian fork juga menggunakan material alloy dengan sentuhan finishing carbon look yang memberikan kesan elegan sekaligus modern.

Salah satu daya tarik utama Path 3 terletak pada penggunaan groupset Shimano Cues 9-speed, yang saat ini menjadi salah satu produk terbaru Shimano yang cukup banyak diperbincangkan di kalangan pesepeda.

Sistem LinkGlide yang dibawa Shimano Cues diklaim memiliki daya tahan lebih baik dibandingkan sistem konvensional, terutama untuk penggunaan harian dengan frekuensi perpindahan gigi yang tinggi.

Pada bagian belakang, tersedia sprocket 11-46T yang tergolong lebar untuk konfigurasi 9-speed. Rasio ini membuat sepeda tetap nyaman digunakan saat menghadapi tanjakan tanpa mengorbankan performa di jalan datar.

Untuk sektor pengereman, Path 3 sudah dibekali rem cakram hidrolik Shimano yang menawarkan pengereman lebih responsif dan minim perawatan.

Ban berukuran 700x40C dengan pola semi-slick semakin menegaskan karakter gravel-ready yang dimilikinya. Bahkan pengguna masih dapat melakukan upgrade hingga ukuran 45C apabila membutuhkan traksi lebih besar.

Polygon Path 4 Fokus pada Kecepatan dan Efisiensi

Berbeda dengan saudaranya, Polygon Path 4 lebih ditujukan bagi pengguna yang mengutamakan kecepatan saat berkendara di jalan raya.

Baca Juga: Review Honda CUV e: Motor Listrik Rp59 Jutaan dengan Fitur Canggih, Tapi Benarkah Layak Dibeli? Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Frame alloy yang digunakan dipadukan dengan fork karbon, sehingga bobot sepeda menjadi lebih ringan sekaligus mampu meredam getaran dengan lebih baik.

Salah satu hal yang paling menarik perhatian adalah pilihan warna bunglon yang membuat tampilan sepeda terlihat eksklusif dan berbeda dari kebanyakan sepeda hybrid di pasaran.

Pada sektor drivetrain, Polygon membekali Path 4 dengan Shimano Tiagra 10-speed yang selama ini dikenal sebagai groupset andalan untuk kebutuhan road bike entry hingga menengah.

Sprocket belakang memiliki rentang 11-36T yang menawarkan perpindahan gigi lebih rapat dan halus. Karakter ini sangat cocok untuk pengguna yang sering melakukan commuting jarak jauh maupun bersepeda dengan kecepatan tinggi.

Crankset yang digunakan juga sudah mengadopsi sistem Hollowtech yang lebih ringan dan efisien dalam menyalurkan tenaga kayuhan.

Sementara itu, penggunaan ban 700x35C dengan tapak halus membuat rolling resistance lebih rendah sehingga sepeda terasa lebih cepat saat melaju di jalan aspal.

Keunggulan lainnya terdapat pada penggunaan sistem thru axle pada roda. Teknologi ini membuat roda lebih kokoh, stabil, dan presisi dibandingkan sistem quick release yang masih digunakan pada Path 3.

Pilih Fleksibilitas atau Kecepatan?

Secara keseluruhan, Polygon Path 3 dan Path 4 hadir dengan keunggulan masing-masing. Path 3 cocok bagi pesepeda yang menginginkan satu sepeda untuk berbagai kondisi jalan, mulai dari aspal hingga jalur semi off-road.

Sebaliknya, Path 4 menjadi pilihan ideal bagi mereka yang lebih banyak bersepeda di jalan raya dan mengutamakan performa, kecepatan, serta efisiensi kayuhan.

Dengan desain baru yang lebih segar, spesifikasi modern, serta karakter yang berbeda, kedua model ini berpotensi menjadi salah satu pilihan menarik di segmen sepeda hybrid premium tahun ini.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#Polygon Path 4 #sepeda hybrid Polygon #Polygon Path 3 #Shimano Cues #Shimano Tiagra