Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Polygon Path 3 dan Path 4 Resmi Hadir dengan Wajah Baru, Hybrid Premium untuk Touring hingga Commuting, Mana yang Lebih Layak Dibeli?

Maylanni Diana Fitri • Kamis, 11 Juni 2026 | 14:35 WIB
Polygon Path 3 dan Path 4 hadir dengan desain baru, grupset modern, dan karakter berbeda. Mana hybrid terbaik untuk kebutuhan Anda?(pinterest)
Polygon Path 3 dan Path 4 hadir dengan desain baru, grupset modern, dan karakter berbeda. Mana hybrid terbaik untuk kebutuhan Anda?(pinterest)

Radar Tulungagung – Setelah cukup lama tanpa pembaruan besar, Polygon akhirnya menghadirkan generasi terbaru seri hybrid andalannya, Polygon Path 3 dan Polygon Path 4. Kehadiran dua model ini langsung menarik perhatian para pecinta sepeda karena membawa desain lebih modern, spesifikasi yang meningkat, serta karakter penggunaan yang berbeda.

Meski sama-sama masuk kategori sepeda hybrid, Polygon Path 3 dan Polygon Path 4 ternyata menyasar kebutuhan pengguna yang tidak sama. Keduanya dirancang untuk pengendara yang aktif menggunakan sepeda untuk aktivitas harian, commuting, hingga perjalanan jarak jauh, namun dengan fokus performa yang berbeda.

Secara tampilan, Polygon Path 3 dan Polygon Path 4 hadir dengan desain frame yang lebih segar dibanding generasi sebelumnya. Salah satu daya tarik utama ada pada pilihan warna baru yang lebih berani. Bahkan, terdapat varian dengan efek warna berubah atau chameleon yang membuat tampilannya terlihat premium dan berbeda saat terkena cahaya dari sudut tertentu.

Polygon Path 3 Cocok untuk Pengguna yang Suka Eksplorasi

Bagi pengendara yang sering melintasi berbagai jenis medan, Polygon Path 3 bisa menjadi pilihan menarik. Sepeda ini mengusung konsep hybrid yang mendekati karakter gravel bike sehingga tetap nyaman digunakan di jalan aspal maupun jalur campuran seperti paving block, kerikil, dan jalan tanah ringan.

Baca Juga: Perang Diponegoro: Kisah Perlawanan Pangeran Jawa yang Mengguncang Belanda dan Menjadi Perang Termahal di Nusantara

Frame aluminium yang digunakan telah dilengkapi banyak titik pemasangan aksesori. Pengguna dapat menambahkan rak belakang, bagasi depan, hingga perlengkapan touring sesuai kebutuhan.

Pada sektor penggerak, Path 3 menggunakan chainring tunggal 42T yang dipadukan dengan sproket 9-speed berukuran 11-46T. Kombinasi tersebut memberikan rentang rasio gigi yang luas sehingga memudahkan pengendara saat menghadapi tanjakan maupun menjaga kecepatan di jalan datar.

Yang paling menarik, Path 3 menjadi salah satu sepeda hybrid yang sudah menggunakan grupset Shimano Cues. Grupset terbaru dari Shimano ini dikenal menawarkan ketahanan lebih baik berkat teknologi Linkglide yang dirancang untuk penggunaan intensif dan usia pakai yang lebih panjang.

Untuk kenyamanan, Polygon membekali Path 3 dengan sadel Sele Royal yang terkenal empuk untuk perjalanan jauh. Sementara bannya menggunakan ukuran 700x40C dengan pola semi-slick yang tetap nyaman di aspal namun masih memiliki traksi saat melewati jalur nonaspal ringan.

Polygon Path 4 Lebih Fokus pada Kecepatan di Jalan Raya

Berbeda dengan saudaranya, Polygon Path 4 dirancang bagi pengguna yang mengutamakan efisiensi kayuhan dan kecepatan di jalan raya.

Baca Juga: Honda CUV e: Dibanderol Hampir Rp60 Juta, Motor Listrik Global Honda Ini Worth It Dibeli atau Kalah dari TVS iQube dan Polytron?

Tampilan sepeda ini terlihat lebih sporty dengan penggunaan fork berbahan karbon yang tidak hanya ringan tetapi juga mampu meredam getaran lebih baik dibanding fork aluminium biasa.

Salah satu daya tarik terbesar Path 4 adalah warna frame chameleon yang mampu berubah warna sesuai sudut pandang dan pencahayaan. Efek visual tersebut membuat sepeda ini tampil lebih eksklusif dan mencuri perhatian saat digunakan di jalan.

Pada sektor drivetrain, Path 4 menggunakan grupset Shimano Tiagra 10-speed dengan sproket 11-36T. Sistem ini menawarkan perpindahan gigi yang lebih halus dan responsif, terutama saat digunakan untuk menjaga kecepatan tinggi di jalan aspal.

Polygon juga menyematkan crankset dengan teknologi Hollowtech, yang dikenal lebih ringan dan memiliki efisiensi transfer tenaga yang lebih baik dibanding sistem square taper konvensional.

Bannya menggunakan ukuran 700x35C dengan tapak yang lebih halus. Kombinasi ini membuat Path 4 terasa lebih cepat saat melaju di jalan perkotaan maupun rute jarak jauh.

Perbedaan Penting yang Menentukan Pilihan

Selain sektor drivetrain dan karakter penggunaan, perbedaan lain terletak pada sistem hub roda. Jika Path 3 masih menggunakan quick release, Path 4 sudah mengadopsi sistem thru axle yang memberikan kestabilan lebih baik saat melaju dalam kecepatan tinggi.

Kedua sepeda sama-sama dibekali rem cakram hidrolik Shimano, sadel Sele Royal, grip ergonomis, serta aksesori standar seperti bel dan standar samping.

Bagi pengguna yang menginginkan sepeda serbaguna untuk commuting sekaligus petualangan ringan, Path 3 menawarkan fleksibilitas lebih besar. Namun bagi mereka yang lebih sering melaju di jalan raya dan mengutamakan kecepatan, Path 4 menjadi pilihan yang lebih menarik.

Dengan pembaruan desain, spesifikasi modern, serta karakter yang semakin jelas, Polygon kembali menunjukkan keseriusannya menggarap pasar sepeda hybrid premium di Indonesia.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#Polygon Path 4 #sepeda hybrid Polygon #Polygon Path 3 #Shimano Cues #Shimano Tiagra