Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Hitungan Jawa untuk Menanam Viral di Kalangan Petani! Cara Tentukan Waktu Tanam Padi, Sayur, hingga Umbi Berdasarkan Hari dan Pasaran

Maylanni Diana Fitri • Jumat, 12 Juni 2026 | 19:20 WIB
Hitungan Jawa untuk menanam viral di kalangan petani, metode tradisional tentukan waktu tanam padi, sayur, dan umbi.(pinterest)
Hitungan Jawa untuk menanam viral di kalangan petani, metode tradisional tentukan waktu tanam padi, sayur, dan umbi.(pinterest)

Radar Tulungagung - Hitungan Jawa untuk Menanam kembali menjadi sorotan setelah sebuah penjelasan dari seorang kreator konten pertanian viral di media sosial. Dalam video tersebut, ia membahas secara rinci tentang hitungan Jawa untuk menanam yang digunakan sebagian petani tradisional untuk menentukan waktu terbaik dalam bercocok tanam, mulai dari padi, sayuran, hingga tanaman umbi-umbian.

Metode ini memadukan sistem hari nasional (Ahad hingga Sabtu) dengan pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Dari kombinasi dua sistem tersebut, muncul perhitungan angka yang diyakini dapat menentukan jenis tanaman yang cocok ditanam pada hari tertentu.

Sistem Hitungan Jawa untuk Menanam

Dalam penjelasan yang viral tersebut, hitungan Jawa untuk menanam dijabarkan sebagai gabungan antara tujuh hari dalam kalender nasional dan lima hari pasaran Jawa. Setiap hari memiliki nilai angka tertentu, begitu juga dengan pasaran.

Baca Juga: 7 HP RAM 12 GB Terbaik 2026, Spek Dewa Harga Mulai Rp3 Jutaan! Poco X7 Pro hingga Infinix GT30 Pro Masuk Daftar

Misalnya, Ahad bernilai 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, dan Sabtu 9. Sementara pasaran Jawa terdiri dari Pon 7, Wage 4, Kliwon 8, Legi 5, dan Pahing 9. Kedua angka tersebut kemudian dijumlahkan untuk menentukan kategori tanaman.

Kategori Tanaman Berdasarkan Perhitungan

Hasil penjumlahan dalam hitungan Jawa untuk menanam kemudian dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu buah, oyot (akar), godong (daun), dan pohon.

Baca Juga: 10 HP Terbaik Harga Rp5-6 Jutaan 2026, Performa Gaming Kencang dan Kamera Bagus, Poco X8 Pro hingga Xiaomi 14T Jadi Primadona

Jika hasil penjumlahan berada pada kategori tertentu, maka jenis tanaman yang disarankan pun berbeda.

Salah satu contoh yang dijelaskan adalah ketika hari Selasa Kliwon, hasil penjumlahan menunjukkan angka tertentu yang masuk kategori “godong”, sehingga dianggap cocok untuk menanam sayuran daun.

Kearifan Lokal Petani Jawa

Meski kini banyak petani menggunakan teknologi modern, hitungan Jawa untuk menanam masih dipercaya sebagian masyarakat sebagai bagian dari kearifan lokal. Sistem ini dianggap sebagai bentuk pengetahuan leluhur yang lahir dari pengamatan panjang terhadap alam dan musim.

Namun demikian, pembuat penjelasan tersebut juga menegaskan bahwa metode ini tidak bersifat wajib. Artinya, hitungan Jawa lebih bersifat sebagai pengetahuan tambahan dan warisan budaya, bukan aturan mutlak dalam pertanian modern.

Relevansi di Era Modern

Di tengah perkembangan teknologi pertanian saat ini, keberadaan hitungan Jawa untuk menanam menjadi menarik karena menunjukkan bagaimana masyarakat Jawa dahulu menggabungkan observasi alam dengan sistem penanggalan tradisional.

Banyak pihak menilai metode ini mencerminkan cara berpikir sistematis leluhur dalam memahami pola alam, meskipun belum tentu memiliki dasar ilmiah modern. Meski begitu, nilai budaya dan historisnya tetap menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi petani yang masih mempertahankan tradisi.

Kesimpulan

Hitungan Jawa untuk menanam merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat Jawa yang menggabungkan kalender hari dan pasaran untuk menentukan waktu tanam. Meski tidak wajib digunakan, sistem ini masih dipercaya sebagian petani sebagai panduan tradisional yang diwariskan turun-temurun.

Fenomena viral ini sekaligus menunjukkan bahwa tradisi pertanian Jawa masih memiliki tempat di era modern, baik sebagai identitas budaya maupun sebagai pengetahuan tambahan dalam dunia pertanian.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#hitungan Jawa untuk menanam #kearifan lokal petani #sistem pasaran Jawa #pertanian tradisional Jawa #kalender jawa