RADAR TULUNGAGUNG– Pasar sedan hibrida kelas menengah di tanah air yang sekian lama didominasi secara tunggal oleh Toyota Corolla Altis Hybrid kini resmi mendapatkan menantang berat. PT Honda Prospect Motor menghadirkan amunisi terbarunya lewat Honda Civic RS e:HEV. Menariknya, berbeda dengan kompetitor yang cenderung memilih penamaan konvensional, Honda menyematkan emblem e:HEV (Electric Hybrid Electric Vehicle) sebagai penanda identitas teknologi dual motor listrik teranyarnya. Langkah ini menjadi strategi jitu untuk menggaet para antusias otomotif yang menginginkan kendaraan ramah lingkungan, namun tetap mempertahankan DNA sporty khas pabrikan berlogo huruf 'H' tersebut.
Secara visual, sekilas tidak ada rombakan ekstrem pada siluet tubuh jika disandingkan dengan varian Turbo standar. Namun jika dicermati lebih dekat, terdapat detail pembeda yang cukup eksklusif. Logo ikonik Honda di bagian depan dan belakang kini dipertegas dengan aksen kelir biru khas lini elektrifikasi Honda. Penyegaran kosmetik juga menyentuh area bumper depan, di mana varian e:HEV ini justru menanggalkan lampu kabut (fog lamp) demi mengejar area pasokan udara yang lebih bersih dan aerodinamis.
Performa Gabungan e:HEV yang Melampaui Varian Turbo
Jantung mekanis yang digendong oleh sedan premium ini terbilang sangat padat di dalam ruang mesin. Honda membenamkan konfigurasi yang serupa dengan sistem penggerak milik CR-V Hybrid. Di atas kertas, mesin bensin murninya sanggup memuntahkan tenaga sebesar 141 PS dengan torsi maksimal 184 Nm. Namun, performa sesungguhnya disokong oleh motor elektrik bertenaga badak yang memproduksi daya mandiri sebesar 184 PS serta torsi instan mencapai 315 Nm.
Saat kedua sistem penggerak tersebut bekerja secara simultan, tenaga kombinasi (combined output) yang dimuntahkan mampu menyentuh angka impresif sebesar 203 PS. Output performa ini secara otomatis melampaui catatan tenaga varian Civic Turbo konvensional yang mentok di angka 178 PS. Seluruh daya tersebut disalurkan ke dua roda depan melalui transmisi otomatis e-CVT. Dengan bobot bodi sedan yang jauh lebih ringan dan aerodinamis ketimbang sebuah SUV, limpahan tenaga sebesar ini menjanjikan sensasi akselerasi yang sangat responsif, padat, dan dipastikan jauh lebih kencang saat dipacu di lintasan aspal.
Sektor Kaki-Kaki Kekar dan Upgrade Audio Premium Bose
Guna mengimbangi lonjakan tenaga yang masif tersebut, sektor deselerasi turut mendapatkan perhatian serius dari para insinyur Honda. Diameter piringan rem cakram pada keempat roda—baik sisi depan maupun belakang—kini diperbesar secara signifikan demi memberikan daya cengkeram pengereman yang lebih optimal dan presisi. Kendati demikian, sektor estetika roda masih mempertahankan konfigurasi velg alloy palang sporty berwarna hitam pekat berdiameter 17 inci yang dibalut oleh ban bawaan premium Yokohama berprofil 215/50 R17.
Bergeser ke area kabin, rombakan paling prestisius terletak pada sektor hiburan. Varian e:HEV ini telah dipersenjatai dengan sistem audio premium besutan Bose yang mengandalkan konfigurasi 12 speaker, lengkap dengan kehadiran komponen subwoofer di area kargo belakang. Output suara yang dihasilkan terbilang sangat jernih dan megah. Namun, besarnya dentuman frekuensi rendah (bass) dari sistem audio premium ini menyisakan catatan minor berupa getaran sember pada beberapa panel plastik door trim dalam kabin. Untuk mengatasinya secara sempurna, konsumen sangat disarankan untuk menambahkan material peredam suara (sound deadening) ekstra di bengkel spesialis pasca-pembelian.
Sensasi Nyetir Ergonomis dan Fitur Responsif
Kelebihan utama dari kabin sedan ini tetap terletak pada posisi duduknya yang dirancang sangat ergonomis dan rendah (low-slung), memberikan sensasi berkendara ala mobil balap sejati namun tetap ditopang oleh busa jok semi-bucket yang empuk berbalut material kulit tebal berkombinasi bahan suede hitam berjahit merah. Area dasbor yang memadukan nuansa retro-modern dengan kisi AC bermotif grill sarang lebah ini juga dihuni oleh panel instrumen digital penuh sebesar 10 inci, yang justru berdimensi lebih masif ketimbang layar head unit utama berukuran 9 inci di bagian tengah.
Saat tuas drive mode digeser ke opsi Sport, mobil ini tidak hanya mengubah kalibrasi pedal gas menjadi sangat instan, melainkan juga mengaktifkan suara raungan mesin artifisial melalui speaker kabin untuk mendongkrak adrenalin pengemudi. Berbeda dari kebanyakan mobil hibrida yang memiliki karakter injakan pedal rem artifisial yang canggung akibat proses regenerative braking, sistem pengereman pada gawai roda empat ini terasa sangat natural, linear, layaknya membawa mobil bermesin bensin konvensional.