RADAR TULUNGAGUNG- Panggung pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) kembali dikejutkan oleh strategi agresif dari pabrikan berlogo "D". Setelah publik sempat dihebohkan dengan kehadiran Chery Tiggo 4 Pro (Tiggo Cross) yang digadang-gadang sebagai mobil hybrid termurah di Indonesia dengan banderol Rp 319 juta, Daihatsu langsung membalikkan keadaan. Secara mengejutkan, PT Astra Daihatsu Motor resmi merilis Daihatsu Rocky Hybrid dengan harga Rp 293 juta saja, menjadikannya sebagai kendaraan hibrida paling terjangkau di tanah air saat ini.
Kehadiran unit ini tergolong istimewa karena didatangkan langsung secara utuh atau Completely Built Up (CBU) dari Jepang. Strategi peluncuran ini juga terbilang unik karena Toyota dipastikan tidak merilis kembaran produk ini, yaitu Raize dalam versi hibrida untuk pasar domestik. Alhasil, bagi para konsumen yang mendambakan sebuah compact SUV berteknologi elektrifikasi JDM (Japan Domestic Market) dengan harga di bawah Rp 300 juta, model ini menjadi satu-satunya opsi eksklusif yang tersedia di pasar Indonesia.
Spesifikasi Eksterior Autentik Khas Pasar Jepang
Secara visual, mobil bekas masa depan ini mempertahankan garis desain bodi kokoh yang sudah familiar bagi masyarakat Indonesia. Karena di negara asalnya belum mendapatkan siklus penyegaran wajah atau facelift, penampilannya sekilas sangat identik dengan varian standar. Kendati demikian, unit yang mendarat di tanah air bukanlah kasta tertinggi yang ada di Jepang, melainkan varian menengah. Hal ini ditandai dengan absennya lampu kabut (fog lamp) serta lampu berkendara siang hari (DRL) pada area bumper depan.
Perbedaan lain juga terlihat pada sektor kaki-kaki, di mana roda penggerak depan ini mengaplikasikan velg single-tone berbalut ban berukuran 195/65 R16, bukan diameter 17 inci seperti varian lokal tipe tertinggi. Sebagai penanda identitas ramah lingkungan, emblem Daihatsu kini mendapat sentuhan aksen latar berwarna biru muda, lengkap dengan sematan logo e-Smart Hybrid di sisi bodi dan buritan. Sisi fungsionalitas juga diperkuat dengan adanya kaca pemantau titik buta pada spion kiri depan untuk mempermudah visibilitas saat parkir di area sempit.
Inovasi Kabin dan Fitur Keselamatan Standar J-NCAP
Memasuki area interior, nuansa sporti langsung terasa berkat aksen garis merah yang menghiasi area kisi-kisi AC serta jahitan pada material jok kain. Untuk sektor penunjang hiburan, terdapat sebuah head unit berukuran besar yang sudah mendukung konektivitas mutakhir Android Auto serta Apple CarPlay. Meski roda kemudi masih menggunakan bahan poliuretan dan belum dibekali tombol pengaturan audio, aspek keselamatan kendaraan ini justru mengalami peningkatan masif jika dibandingkan dengan varian bensin konvensional.
Mobil ini telah dilengkapi dengan total 6 titik kantung udara (airbag) yang tersebar hingga ke pilar jendela demi proteksi optimal. Berhubung diproduksi langsung di pabrik Jepang, aspek ketahanan bodi dan struktur rangka SUV kompak ini sudah lolos uji tabrak ketat dengan standar baku J-NCAP yang tinggi. Selain itu, pada konsol tengah kini telah bertengger tombol Electronic Parking Brake (EPB) lengkap dengan Auto Hold, yang beroperasi mengaktifkan aktuator mekanis khusus pada rem tromol roda belakang.
Sistem e-Smart Hybrid: Konsumsi BBM Ekstrem Tembus 34 KM/Liter
Daya tarik utama yang menjadi senjata andalan kendaraan ini berada di balik kap mesinnya. Mengadopsi sistem Hybrid Seri yang serupa dengan teknologi e-Power milik Nissan, mesin bensin 3 silinder berkubikasi 1.200 cc di dalam ruang mesin tidak lagi bertugas memutar roda. Dapur pacu konvensional tersebut diturunkan outputnya dan dialihfungsikan murni sebagai genset atau generator stasioner untuk menyuplai daya listrik menuju baterai Lithium-ion berkapasitas 0,7 kWh.
Roda depan sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik murni yang sanggup memuntahkan tenaga instan sebesar 106 PS serta torsi masif mencapai 170 Nm. Melalui penyaluran daya elektrik ini, akselerasi dari keheningan hingga kecepatan 100 kilometer per jam dapat dituntaskan dalam kurun waktu 10 detik saja, menjadikannya salah satu produk tercepat yang pernah dipasarkan oleh pabrikan tersebut.
Kombinasi dimensi kompak, bobot ringan, serta efisiensi motor listrik ini menghasilkan efisiensi bahan bakar yang luar biasa. Berdasarkan pengujian metode WLTC, mobil ini mampu mencatatkan efisiensi hingga 28 kilometer per liter, bahkan bisa menyentuh angka fantastis 34 kilometer per liter pada pengujian standar JC08 di Jepang. Unit ini juga dilengkapi fitur S-Pedal (Smart Pedal) yang memungkinkan pengemudi melakukan akselerasi dan deselerasi secara instan hanya dengan mengatur injakan pada satu pedal gas saja. Bagi para peminat setianya, masa tunggu atau inden pengiriman unit CBU Jepang ini dijadwalkan akan mulai mendarat ke garasi konsumen pada bulan Desember mendatang.