Radar Tulungagung - Saham BUMI kembali menjadi perhatian investor pasar modal setelah masuk dalam daftar saham pilihan yang dipantau analis bersama tiga emiten lain, yakni IND, DEWA, dan INCO. Keempat saham tersebut dinilai memiliki peluang menarik melalui strategi buy on weakness di tengah pergerakan IHSG yang masih mengalami tekanan.
Pergerakan saham BUMI menjadi salah satu yang paling banyak diperbincangkan karena masih berada dalam radar investor setelah mengalami penurunan cukup dalam. Meski sempat tertekan, analis melihat adanya peluang pemulihan apabila saham tersebut mampu mempertahankan area support dan menembus level resistance penting.
Dalam perdagangan terbaru, IHSG ditutup melemah di zona merah. Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi sekitar 0,5 persen dan bertahan di level 6.220. Pergerakan indeks sempat menguat hingga mendekati level 6.400, namun tekanan jual kembali membawa IHSG turun.
Saham BUMI Berpeluang Rebound, Ini Level Pentingnya
Analis menilai saham BUMI masih memiliki peluang untuk kembali menguat. Saat ini, saham dari Grup Bakrie tersebut berada di area yang cukup menarik bagi investor yang menerapkan strategi bertahap.
Pada perdagangan terakhir, saham BUMI ditutup di level Rp168 per saham dengan pelemahan sekitar 2,89 persen. Pergerakan intraday menunjukkan adanya tekanan, tetapi secara teknikal saham ini masih berpotensi menguji area support.
Area support saham BUMI berada di kisaran Rp150 hingga Rp156. Sementara itu, resistance terdekat berada pada level Rp179 hingga Rp185. Jika mampu menembus area resistance Rp185, saham BUMI berpeluang melanjutkan kenaikan menuju level psikologis Rp200.
Indikator teknikal seperti MACD juga disebut mulai menunjukkan sinyal positif dengan adanya golden cross. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat saham BUMI masih menarik untuk dicermati.
IND dan DEWA Masuk Radar Investor
Selain BUMI, saham IND juga menjadi pilihan analis. Saham ini direkomendasikan dengan strategi buy on weakness setelah mengalami koreksi.
IND ditutup melemah sekitar 3,38 persen di level Rp2.290. Namun, koreksi tersebut dinilai masih sehat karena volume transaksi relatif lebih kecil dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Area support IND berada di kisaran Rp2.160 hingga Rp2.250. Sedangkan resistance terdekat berada di level Rp2.470 sampai Rp2.560. Secara teknikal, indikator MACD mulai menunjukkan potensi pembalikan arah setelah berada di area oversold.
Sementara saham DEWA juga masuk dalam daftar pantauan. Saham tersebut ditutup melemah 3,24 persen di level Rp358. Analis melihat peluang akumulasi berada pada area support Rp320 hingga Rp338.
Jika mampu mempertahankan momentum, saham DEWA berpotensi bergerak menuju resistance Rp390 hingga Rp408.
INCO Masih Menjaga Tren Positif
Saham INCO menjadi pilihan terakhir yang mendapat perhatian. Berbeda dengan beberapa saham lainnya, INCO masih bergerak sideways meskipun pasar mengalami tekanan.
INCO ditutup melemah sekitar 1,67 persen di level Rp4.990. Namun, area support Rp4.560 hingga Rp4.750 dinilai masih menjadi titik penting bagi investor.
Jika mampu bertahan di area tersebut, saham INCO berpotensi kembali menguji resistance Rp5.475 hingga Rp5.675.
Secara teknikal, INCO juga menunjukkan sinyal positif melalui indikator MACD yang mulai membentuk golden cross.
Investor Tetap Diminta Waspada
Meski empat saham tersebut memiliki peluang rebound, keputusan investasi tetap berada di tangan masing-masing investor. Analis mengingatkan agar pelaku pasar tetap memperhatikan risiko, terutama kondisi IHSG dan sentimen global.
Pergerakan saham BUMI, DEWA, IND, dan INCO ke depan akan sangat bergantung pada kekuatan beli, volume transaksi, serta kemampuan masing-masing saham menembus level resistance.
Dengan strategi yang disiplin, investor dapat memanfaatkan momentum pasar tanpa mengabaikan risiko yang ada.
Editor : M. Helmi Nurhisam