Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Hari Baik Hajatan September 2026 Menurut Primbon Jawa, Dipercaya Membawa Kelancaran Pernikahan hingga Sunatan

Fadhilah Salsa Bella • Minggu, 21 Juni 2026 | 17:30 WIB
Hari baik hajatan September 2026 menurut Primbon Jawa dipercaya membawa kelancaran pernikahan, sunatan, akikah, dan usaha baru (Pinterest).
Hari baik hajatan September 2026 menurut Primbon Jawa dipercaya membawa kelancaran pernikahan, sunatan, akikah, dan usaha baru (Pinterest).

RADAR TULUNGAGUNG - Informasi mengenai hari baik hajatan September 2026 menurut Primbon Jawa mulai menjadi perhatian masyarakat yang berencana menggelar acara penting pada tahun mendatang. Dalam tradisi Jawa, pemilihan hari pelaksanaan hajatan dipercaya memiliki pengaruh terhadap kelancaran acara, keharmonisan keluarga, hingga keberkahan yang diperoleh setelah acara berlangsung.

Kepercayaan mengenai hari baik hajatan September 2026 menurut Primbon Jawa merupakan bagian dari warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Banyak keluarga masih mempertimbangkan perhitungan hari dan tanggal sebelum menentukan waktu pelaksanaan pernikahan, khitanan, akikah, pindah rumah, maupun memulai usaha baru.

Menurut pandangan masyarakat Jawa, tidak semua hari memiliki energi yang sama. Karena itu, pemilihan hari yang tepat dianggap sebagai bentuk ikhtiar agar acara berjalan lancar dan terhindar dari berbagai hambatan yang tidak diinginkan.

Tradisi Menentukan Hari Baik dalam Budaya Jawa

Sejak dahulu, masyarakat Jawa mengenal berbagai perhitungan yang bersumber dari Primbon Jawa. Perhitungan tersebut digunakan sebagai pedoman untuk menentukan waktu terbaik dalam melaksanakan berbagai kegiatan penting.

Bagi sebagian masyarakat, keberhasilan sebuah hajatan tidak hanya ditentukan oleh kesiapan biaya dan perlengkapan acara. Faktor waktu juga dianggap memiliki peran penting karena berkaitan dengan harapan akan keselamatan, ketenangan, dan keberkahan di masa depan.

Karena itu, sebelum menetapkan tanggal acara, banyak keluarga terlebih dahulu melakukan perhitungan berdasarkan kalender Jawa dan berbagai pertimbangan tradisional lainnya.

Baca Juga: Sosialisasi Program Pembangunan Kesehatan Daerah 2026, Heru Tjahjono Ajak Masyarakat Tulungagung Manfaatkan CKG

September 2026 Dinilai Memiliki Sejumlah Hari yang Selaras

Berdasarkan penjelasan dalam pembahasan Primbon Jawa, bulan September 2026 disebut memiliki beberapa hari yang dinilai baik untuk melaksanakan hajatan besar.

Hari-hari tersebut dipercaya memiliki keselarasan energi yang mendukung berbagai kegiatan penting, terutama yang berkaitan dengan awal kehidupan baru seperti pernikahan dan pembentukan keluarga.

Selain itu, tanggal-tanggal tertentu pada bulan tersebut juga sering dijadikan pilihan untuk pelaksanaan khitanan, akikah, syukuran keluarga, hingga peresmian usaha baru.

Jumat dan Sabtu Kerap Menjadi Pilihan Favorit

Dalam tradisi Jawa, hari Jumat dan Sabtu sering mendapat perhatian khusus ketika menentukan waktu hajatan.

Hari Jumat dikenal sebagai hari yang penuh berkah dan memiliki nilai spiritual yang tinggi. Oleh karena itu, banyak keluarga memilih hari Jumat untuk melangsungkan akad nikah, akikah, maupun kegiatan keagamaan lainnya.

Masyarakat Jawa percaya bahwa pelaksanaan acara pada hari Jumat dapat membawa doa yang baik, keselamatan, serta kelancaran rezeki bagi keluarga yang menggelarnya.

Sementara itu, hari Sabtu sering dikaitkan dengan simbol keteguhan niat dan kekuatan dalam menjalani kehidupan. Karena alasan tersebut, hari Sabtu juga menjadi salah satu waktu yang banyak dipilih untuk menyelenggarakan pesta pernikahan maupun hajatan keluarga lainnya.

Baca Juga: Kisah Nyi Roro Kidul Kembali Jadi Perbincangan, Ini Asal Usul dan Mitos Penguasa Pantai Selatan yang Masih Dipercaya hingga Kini

Primbon Dipandang Sebagai Bentuk Ikhtiar

Para sesepuh Jawa memandang perhitungan hari baik sebagai salah satu bentuk ikhtiar yang dilakukan manusia sebelum melaksanakan kegiatan besar.

Melalui perhitungan tersebut, masyarakat berharap acara yang digelar dapat berlangsung lancar, tamu hadir dengan baik, serta keluarga yang mengadakan hajatan memperoleh kebahagiaan dan ketenteraman setelah acara selesai.

Meski demikian, Primbon Jawa tidak dipandang sebagai penentu mutlak nasib seseorang. Perhitungan hari baik lebih sering digunakan sebagai pedoman budaya yang melengkapi usaha dan persiapan yang telah dilakukan.

Keputusan Tetap Kembali kepada Masing-Masing Keluarga

Di tengah perkembangan zaman modern, tradisi menentukan hari baik masih bertahan di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.

Banyak keluarga yang tetap mempertimbangkan perhitungan Primbon sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur. Namun, keputusan akhir mengenai waktu pelaksanaan hajatan tetap disesuaikan dengan kondisi keluarga, kesiapan acara, serta keyakinan masing-masing.

Karena itu, informasi mengenai hari baik hajatan September 2026 dapat dijadikan referensi tambahan bagi masyarakat yang sedang merencanakan acara penting. Selain memperhatikan perhitungan budaya, persiapan yang matang, doa, dan kerja sama keluarga tetap menjadi faktor utama untuk mewujudkan hajatan yang lancar, aman, dan penuh keberkahan.

Baca Juga: Kisah Nyi Roro Kidul yang Melegenda, Benarkah Penguasa Pantai Selatan Ini Pernah Menampakkan Diri?

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#hari baik hajatan September 2026 #hari baik pernikahan #hari baik sunatan #tanggal baik September 2026 #Primbon Jawa