RADAR TULUNGAGUNG - Samsung kembali menghadirkan Samsung Galaxy A57 5G sebagai suksesor di lini mid-range yang selalu dinanti penggemarnya. Di tengah gempuran ponsel pintar kelas menengah dari berbagai merek lain seperti iQOO, Poco, hingga realme yang menawarkan spesifikasi menggoda, Samsung tetap menjadi pilihan utama bagi banyak pengguna berkat kenyamanan ekosistemnya. Namun, hadirnya ponsel ini memicu perdebatan di kalangan pengamat teknologi mengenai seberapa besar peningkatan yang ditawarkan dibandingkan pendahulunya, Galaxy A56.
Secara visual, Samsung Galaxy A57 5G membawa angin segar bagi para pecinta desain. Samsung akhirnya mendengar keinginan pasar dengan memperkecil ukuran bezel secara signifikan, memberikan kesan layar yang lebih luas dan modern. Selain itu, perangkat ini tampil lebih tipis dan ringan. Dengan bobot hanya 180 gram—10 persen lebih enteng dari model sebelumnya—dan ketebalan 6,9 mm, ponsel ini menawarkan kenyamanan genggaman yang jauh lebih baik bagi penggunanya sehari-hari.
Upgrade Fokus pada Estetika, Bukan Performa
Berbicara mengenai dapur pacu, Samsung Galaxy A57 5G ditenagai oleh prosesor Exynos 1680. Sekilas, penggunaan prosesor ini terdengar seperti peningkatan standar, namun setelah ditelaah lebih dalam, tidak banyak perubahan teknologi revolusioner yang disematkan. Konfigurasi inti prosesornya hampir serupa dengan Exynos 1580 pada Galaxy A56, hanya dengan penyesuaian komposisi inti untuk efisiensi. Hasilnya, meskipun skor benchmark sedikit meningkat pada pengujian multicore, performa untuk gim berat masih terasa stagnan dan cenderung memicu suhu tinggi pada penggunaan intensif.
Samsung tampaknya sengaja bermain aman di zona nyamannya. Sistem pendingin yang diklaim 13 persen lebih luas pada Samsung Galaxy A57 5G ternyata belum memberikan dampak signifikan saat ponsel digeber untuk bermain gim berat seperti Genshin Impact. Bagi pengguna yang mengharapkan lonjakan performa signifikan untuk gaming, perangkat ini mungkin tidak memberikan sensasi yang menggembirakan, mengingat suhu ponsel bisa mencapai 47-48 derajat Celsius saat diuji pada skenario penggunaan berat.
Kamera dan Fitur yang Tetap Setia
Sektor kamera pada Samsung Galaxy A57 5G praktis tidak mengalami perubahan besar. Kombinasi kamera utama 50 MP, ultrawide 13 MP, dan makro 5 MP menghasilkan kualitas foto yang identik dengan Galaxy A56. Karakter warnanya cenderung cerah namun sedikit flat, yang memang menjadi ciri khas pemrosesan gambar Samsung. Perubahan kecil justru terlihat pada aspek stabilisasi video saat melakukan zooming, di mana transisinya kini terasa lebih mulus dan minim hentakan dibandingkan model tahun lalu.
Di luar itu, Samsung tetap mempertahankan keunggulan pada aspek ketahanan fisik. Ponsel ini telah mengantongi sertifikasi IP68, yang memungkinkan ketahanan terhadap air hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit. Selain itu, dukungan software jangka panjang hingga 6 tahun menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki oleh mayoritas kompetitornya di kelas harga yang sama. Meskipun begitu, kecepatan pengisian daya 45W tetap terasa standar, memerlukan waktu lebih dari satu jam untuk mencapai pengisian penuh dari kondisi kosong.
Secara keseluruhan, Samsung Galaxy A57 5G adalah ponsel yang sangat "aman". Jika Anda adalah pengguna setia yang menyukai desain premium, ketipisan bodi, serta bezel yang akhirnya tampil tipis, perangkat ini sangat layak dipinang. Namun, bagi pengguna yang mencari nilai lebih pada performa gaming atau inovasi fitur revolusioner, selisih harga dengan model sebelumnya perlu menjadi pertimbangan matang. Di pasar saat ini, Samsung harus mulai berbenah dan keluar dari zona nyaman jika tidak ingin pangsa pasarnya tergerus oleh kompetitor yang berani menawarkan spesifikasi jauh lebih agresif di rentang harga serupa.