RADAR TULUNGAGUNG-Perhitungan weton masih menjadi salah satu tradisi yang dipercaya sebagian masyarakat Jawa, terutama ketika menentukan kecocokan pasangan sebelum menikah. Dalam kepercayaan Primbon Jawa, terdapat sejumlah kombinasi weton yang dianggap kurang baik apabila dipersatukan dalam sebuah pernikahan.
Bahkan, beberapa pasangan weton disebut memiliki hasil perhitungan yang jatuh pada angka tertentu yang diyakini dapat membawa berbagai persoalan dalam kehidupan rumah tangga. Meski demikian, para ahli primbon juga meyakini bahwa setiap perhitungan tetap memiliki jalan keluar atau solusi apabila kedua pasangan sudah mantap melangkah ke jenjang pernikahan.
Lalu, weton apa saja yang menurut Primbon Jawa sebaiknya dihindari untuk menikah?
Perhitungan Weton dan Angka 24 yang Dianggap Kurang Baik
Dalam tradisi Primbon Jawa, kecocokan pasangan sering dihitung berdasarkan neptu hari dan pasaran kelahiran. Beberapa kombinasi weton menghasilkan jumlah neptu 24 yang oleh sebagian perhitungan tradisional dianggap kurang menguntungkan.
Pasangan dengan hasil hitungan tersebut diyakini berpotensi menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan rumah tangga, mulai dari persoalan ekonomi, hubungan yang kurang harmonis, hingga sering munculnya konflik.
Namun, kepercayaan ini hanyalah bagian dari budaya dan tidak memiliki dasar ilmiah. Banyak pasangan tetap hidup bahagia meski memiliki weton yang dianggap kurang cocok.
1. Jumat Wage dan Minggu Pahing
Kombinasi pertama yang disebut dalam Primbon Jawa adalah pasangan Jumat Wage dan Minggu Pahing.
Neptu Jumat Wage berjumlah 10, sedangkan Minggu Pahing memiliki neptu 14. Jika dijumlahkan, keduanya menghasilkan angka 24.
Dalam kepercayaan Jawa, pasangan ini sering dianggap memiliki potensi menghadapi berbagai ujian dalam rumah tangga apabila tidak disertai perhitungan hari pernikahan yang tepat.
2. Selasa Pon dan Sabtu Pon
Pasangan weton berikutnya adalah Selasa Pon dan Sabtu Pon.
Selasa Pon memiliki neptu 10, sementara Sabtu Pon bernilai 14. Jumlah keduanya kembali menghasilkan angka 24 yang dianggap kurang ideal dalam perhitungan Primbon Jawa.
Karena itu, sebagian orang tua Jawa biasanya menyarankan untuk melakukan perhitungan lanjutan sebelum menentukan hari pernikahan.
3. Jumat Legi dan Senin Pahing
Jumat Legi mempunyai neptu 11, sedangkan Senin Pahing memiliki neptu 13.
Jika dijumlahkan, totalnya menjadi 24. Dalam sejumlah kitab Primbon Jawa, kombinasi ini juga termasuk pasangan yang sering mendapat perhatian khusus karena dipercaya berpotensi menghadapi tantangan dalam membangun rumah tangga.
4. Minggu Pon dengan Minggu Pon
Menariknya, pasangan dengan weton yang sama juga masuk dalam daftar ini.
Minggu Pon memiliki neptu 12. Apabila dua orang dengan weton Minggu Pon menikah, jumlah neptunya menjadi 24.
Menurut kepercayaan tradisional Jawa, pasangan dengan kombinasi ini sebaiknya melakukan perhitungan lanjutan agar dapat menemukan waktu atau hari pernikahan yang dianggap lebih baik.
5. Kamis Pahing dan Selasa Wage
Pasangan terakhir adalah Kamis Pahing dengan Selasa Wage.
Kamis Pahing memiliki neptu 17, sementara Selasa Wage bernilai 7. Jika dijumlahkan, hasilnya kembali menjadi 24.
Karena itulah pasangan ini juga sering disebut sebagai salah satu kombinasi weton yang perlu mendapat pertimbangan lebih lanjut dalam perhitungan Primbon Jawa.
Tradisi Budaya yang Perlu Disikapi Bijak
Meski masih dipercaya oleh sebagian masyarakat, perhitungan weton pada dasarnya merupakan bagian dari warisan budaya Jawa yang diwariskan secara turun-temurun.
Banyak tokoh budaya menilai bahwa kecocokan dalam pernikahan tidak hanya ditentukan oleh weton, melainkan juga komunikasi, komitmen, tanggung jawab, serta kesiapan kedua pasangan dalam menjalani kehidupan rumah tangga.
Karena itu, hasil perhitungan weton sebaiknya dijadikan sebagai bahan pertimbangan budaya, bukan satu-satunya penentu keputusan menikah. Keharmonisan keluarga tetap lebih dipengaruhi oleh sikap saling menghormati, pengertian, dan kerja sama antara suami dan istri dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Editor : Fadhilah Salsa Bella