RADAR TULUNGAGUNG - Dalam tradisi Primbon Jawa, perhitungan weton tidak hanya digunakan untuk melihat karakter seseorang, tetapi juga untuk membaca kecocokan pasangan. Salah satu hasil perhitungan yang cukup sering dibahas adalah Weton Satrio Lelaku, sebuah kategori yang diyakini membuat pasangan menjadi pusat perhatian dan sering menjadi bahan pembicaraan banyak orang.
Istilah Weton Satrio Lelaku belakangan kembali ramai diperbincangkan di kalangan pecinta budaya Jawa. Menurut penjelasan dalam tradisi primbon, perhitungan ini bukan merujuk pada sifat pribadi seseorang, melainkan hasil perpaduan weton dua orang yang menjalin hubungan atau pernikahan.
Dalam kepercayaan Jawa, Weton Satrio Lelaku menggambarkan pasangan yang kehidupannya kerap menjadi sorotan masyarakat. Apa pun yang dilakukan, baik keberhasilan maupun kegagalan, sering kali menarik perhatian lingkungan sekitar.
Apa Itu Weton Satrio Lelaku?
Secara harfiah, Satrio Lelaku dapat dimaknai sebagai sosok yang menjalani berbagai peristiwa hidup yang menjadi "lakon" atau cerita bagi banyak orang. Dalam konteks perjodohan, pasangan yang masuk kategori ini diyakini akan sering menghadapi situasi yang membuat mereka diperbincangkan.
Menariknya, kondisi tersebut tidak selalu bermakna buruk. Ketika pasangan mengalami kesuksesan, pencapaian tersebut bisa menjadi perhatian banyak orang. Sebaliknya, ketika menghadapi masalah atau cobaan, keadaan mereka juga cenderung menjadi bahan gosip dan perbincangan.
Karena itu, pasangan yang masuk kategori Satrio Lelaku sering dianjurkan memiliki mental yang kuat dan tidak mudah terpengaruh oleh komentar negatif dari lingkungan sekitar.
Perhitungan Weton Jodoh yang Masuk Satrio Lelaku
Dalam perhitungan Primbon Jawa, kategori Satrio Lelaku muncul dari hasil penjumlahan neptu weton pasangan yang mencapai angka tertentu.
Terdapat tiga kelompok perhitungan yang diyakini masuk dalam kategori ini, yaitu:
1. Weton Jodoh Bertemu Angka 20
Pasangan yang memiliki total neptu 20 disebut berpotensi mengalami kehidupan yang penuh sorotan. Mereka sering menjadi objek pembicaraan, baik dalam urusan rumah tangga, pekerjaan, maupun kehidupan sosial.
Pada beberapa perhitungan primbon, angka 20 juga dikaitkan dengan kategori lain yang dianggap cukup berat sehingga pasangan perlu lebih bijak dalam menghadapi berbagai ujian.
2. Weton Jodoh Bertemu Angka 27
Kelompok kedua adalah pasangan yang hasil penjumlahan wetonnya mencapai angka 27. Meski sama-sama masuk kategori Satrio Lelaku, tingkat tantangan yang dihadapi bisa berbeda tergantung kombinasi weton masing-masing pasangan.
Menurut kepercayaan Jawa, pasangan dalam kategori ini tetap memiliki peluang menjalani kehidupan harmonis asalkan mampu menjaga komunikasi dan tidak mudah terpancing oleh omongan orang lain.
3. Weton Jodoh Bertemu Angka 34
Perhitungan ketiga adalah pasangan dengan total neptu 34. Dalam sejumlah tafsir primbon, angka ini juga dikaitkan dengan kategori Ratu, yang sering diartikan sebagai pasangan yang disegani atau memiliki pengaruh di lingkungan sekitar.
Namun, di balik penghormatan tersebut, mereka juga berpotensi menjadi perhatian banyak orang sehingga kehidupan pribadinya tidak jarang menjadi bahan pembicaraan.
Baca Juga: BPNT dan PKH Tahap Kedua Berakhir Akhir Juni, Bantuan Pangan Tambahan Disebut Mulai Cair Juli 2026
Cocok untuk Berdagang dan Berwirausaha
Salah satu hal menarik dari pasangan dengan Weton Satrio Lelaku adalah anggapan bahwa mereka memiliki kecocokan dalam bidang perdagangan atau usaha.
Kemampuan menghadapi banyak orang, dikenal luas, dan sering menjadi pusat perhatian dianggap dapat membantu perkembangan bisnis yang dijalankan. Karena itu, pasangan dalam kategori ini kerap disarankan untuk memanfaatkan peluang di sektor usaha atau perdagangan.
Meski demikian, keberhasilan tetap ditentukan oleh kerja keras, strategi, dan kemampuan mengelola usaha, bukan semata-mata berdasarkan perhitungan weton.
Kunci Menghadapi Perhitungan Satrio Lelaku
Menurut pandangan primbon, pasangan yang masuk kategori Satrio Lelaku sebaiknya memiliki ketahanan mental yang baik. Mereka dianjurkan untuk tidak terlalu memikirkan gosip, fitnah, atau komentar negatif yang muncul dari lingkungan sekitar.
Sikap sabar, dewasa, dan tidak mudah terpancing emosi disebut sebagai kunci utama agar kehidupan rumah tangga tetap harmonis. Dengan begitu, berbagai sorotan yang datang dari luar tidak akan mengganggu hubungan pasangan.
Pada akhirnya, perhitungan weton dalam Primbon Jawa dipandang sebagai bagian dari warisan budaya yang masih dipercaya sebagian masyarakat. Terlepas dari benar atau tidaknya ramalan tersebut, keharmonisan hubungan tetap ditentukan oleh komunikasi, saling pengertian, dan komitmen kedua pasangan.
Editor : Fadhilah Salsa Bella