Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Puasa Weton untuk Anak Kembali Jadi Sorotan, Diyakini Jadi Ikhtiar Orang Tua Agar Anak Sholeh, Cerdas, dan Berbakti

Fadhilah Salsa Bella • Minggu, 21 Juni 2026 | 19:25 WIB
Puasa weton untuk anak dipercaya menjadi ikhtiar spiritual orang tua agar anak sholeh, cerdas, berbakti, dan mendapat perlindungan (Pinterest).
Puasa weton untuk anak dipercaya menjadi ikhtiar spiritual orang tua agar anak sholeh, cerdas, berbakti, dan mendapat perlindungan (Pinterest).

RADAR TULUNGAGUNG - Tradisi puasa weton untuk anak kembali menjadi perbincangan di kalangan masyarakat Jawa setelah banyak dibahas dalam berbagai kajian keagamaan dan budaya. Amalan yang telah lama dikenal di kalangan masyarakat Jawa ini diyakini sebagai salah satu bentuk ikhtiar spiritual orang tua agar anak tumbuh menjadi pribadi yang sholeh, cerdas, berbakti kepada orang tua, serta mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.

Dalam sebuah kajian yang beredar di media sosial, seorang penceramah menjelaskan bahwa puasa weton untuk anak bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan bentuk doa dan harapan orang tua yang dipadukan dengan amalan ibadah seperti puasa, sedekah, dzikir, dan sholawat.

Menurut penjelasannya, kehadiran anak dalam sebuah keluarga merupakan nikmat besar yang diberikan Allah SWT. Karena itu, orang tua tidak cukup hanya memberikan pendidikan formal dan memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga perlu melakukan ikhtiar batin agar anak mendapatkan petunjuk serta perlindungan dari Tuhan.

Baca Juga: BPNT dan PKH Tahap Kedua Berakhir Akhir Juni, Bantuan Pangan Tambahan Disebut Mulai Cair Juli 2026

Makna Puasa Weton untuk Anak

Puasa weton adalah puasa yang dilakukan bertepatan dengan hari kelahiran seseorang berdasarkan penanggalan Jawa. Dalam praktiknya, orang tua menjalankan puasa pada hari weton anak sebagai bentuk doa agar sang anak mendapatkan kebaikan dalam kehidupan.

Bagi masyarakat Jawa, weton merupakan perpaduan antara hari dan pasaran kelahiran. Misalnya Kamis Pon, Senin Wage, Sabtu Kliwon, dan sebagainya. Karena siklus weton berlangsung setiap 35 hari, maka puasa ini tidak dilakukan setiap minggu, melainkan mengikuti pertemuan hari dan pasaran kelahiran anak.

Cara tersebut dinilai lebih ringan dibandingkan harus berpuasa setiap pekan. Orang tua yang memiliki beberapa anak pun tetap dapat menjalankan puasa sesuai weton masing-masing anak.

Ikhtiar Spiritual untuk Kesalehan Anak

Dalam kajian tersebut dijelaskan bahwa banyak orang tua merasa sedih ketika menghadapi anak yang sulit dinasihati, malas belajar, enggan beribadah, atau terlalu sering menghabiskan waktu dengan gawai dan permainan daring.

Kondisi itu dipandang sebagai ujian yang perlu dihadapi dengan kesabaran sekaligus ikhtiar. Salah satu ikhtiar yang dianjurkan adalah memperbanyak doa dan amalan ketika menjalankan puasa weton.

Saat berpuasa, orang tua dianjurkan memperbanyak dzikir, membaca sholawat, bersedekah, serta memanjatkan doa khusus untuk anak. Harapannya, Allah SWT memberikan hidayah, kecerdasan, kesehatan, dan akhlak yang baik kepada anak-anak mereka.

Selain itu, waktu berbuka puasa dianggap sebagai salah satu momen terbaik untuk berdoa. Orang tua dianjurkan menyebut nama anak secara khusus dan memohon agar anak tumbuh menjadi pribadi yang taat kepada agama, hormat kepada orang tua, serta sukses di dunia dan akhirat.

Baca Juga: Kabar Terbaru Bansos 2026, Bantuan Beras dan Minyak Goreng Masih Cair, PKH dan BPNT Tahap Ketiga Segera Disiapkan

Sedekah dan Doa Jadi Pelengkap Amalan

Tidak hanya puasa, sedekah juga menjadi bagian penting dalam tradisi ini. Orang tua dapat membagikan makanan, jajanan, atau bantuan kepada tetangga dan masyarakat sekitar dengan niat memohon kebaikan untuk anak.

Amalan tersebut diyakini menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus sarana memperkuat doa yang dipanjatkan selama menjalankan puasa weton.

Dalam penjelasannya juga disebutkan bahwa orang tua hendaknya menjaga ucapan ketika menghadapi perilaku anak yang kurang baik. Sebab doa dan perkataan orang tua memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan anak.

Karena itu, orang tua dianjurkan untuk tidak mudah mengeluarkan kata-kata kasar atau doa buruk ketika marah. Sebaliknya, mereka dianjurkan membiasakan doa-doa baik yang berisi harapan agar anak menjadi pribadi yang lebih baik.

Tradisi yang Masih Dipertahankan

Meski tidak termasuk kewajiban dalam syariat Islam, puasa weton untuk anak masih dipraktikkan oleh sebagian masyarakat Jawa sebagai bentuk ikhtiar spiritual. Tradisi ini dipadukan dengan nilai-nilai keislaman seperti puasa sunnah, sedekah, dzikir, dan doa.

Pada akhirnya, tujuan utama dari amalan tersebut adalah menghadirkan kedekatan kepada Allah SWT sembari memohon agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang saleh, cerdas, berakhlak baik, serta mampu membanggakan keluarga.

Bagi banyak orang tua, puasa weton bukan sekadar ritual budaya, tetapi wujud cinta dan harapan agar anak selalu berada dalam lindungan serta petunjuk Tuhan sepanjang hidupnya.

Baca Juga: Kabar Rapel Gaji Pensiunan Juni 2026 Viral, PT Taspen Beri Penegasan soal Jadwal Cair 22-25 Juni

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#Puasa Weton untuk Anak #Anak Sholeh #Amalan Orang Tua #Weton Jawa #Tradisi Jawa