RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Chery J6 menjadi salah satu mobil listrik yang mencuri perhatian di Indonesia berkat desain kotaknya yang unik dan kemampuan all wheel drive (AWD). Setelah digunakan selama beberapa bulan untuk aktivitas sehari-hari, sejumlah kelebihan dan kekurangan dari SUV listrik ini mulai terlihat.
Pengalaman tersebut dibagikan oleh pengamat otomotif Fitra Eri melalui kanal YouTube pribadinya. Ia mengaku memilih Chery J6 karena tampil berbeda dibanding mobil listrik lain di kelas harga Rp500 jutaan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa tidak ada kendaraan yang benar-benar sempurna. Chery J6 pun memiliki beberapa catatan yang menurutnya perlu diperhatikan calon pembeli.
Beberapa Detail Dinilai Kurang Praktis
Salah satu hal yang disoroti adalah nama mobil tersebut. Menurut Fitra, identitas awal mobil sebagai iCar 03 atau Jaecoo J6 sebenarnya lebih sesuai dengan karakter desain yang diusung.
Pasalnya, berbagai elemen kendaraan banyak menggunakan identitas huruf "i", mulai dari logo hingga detail lampu.
Selain itu, Chery J6 juga dinilai cukup mudah kotor, terutama saat melewati jalan yang basah atau terdapat genangan air.
Hal ini disebabkan belum adanya mud flap bawaan yang dapat mengurangi cipratan lumpur ke bodi kendaraan.
Kekurangan lain terdapat pada sistem pengoperasian fitur kendaraan. Hampir seluruh fungsi dipusatkan di layar sentuh berukuran besar.
Mulai dari pengaturan pendingin udara, wiper belakang, hingga setelan spion harus diakses melalui menu digital.
Konsep tersebut memang membuat interior terlihat modern dan minimalis. Namun, menurut Fitra, hal itu justru membuat beberapa fungsi menjadi kurang praktis ketika digunakan saat berkendara.
Panel Instrumen Terlalu Simpel
Panel instrumen digital juga mendapat perhatian.
Meski tampil dengan resolusi yang baik, informasi yang ditampilkan dinilai terlalu sederhana.
Mobil ini tidak menyediakan data trip meter maupun konsumsi listrik secara real time.
Padahal, informasi tersebut dianggap penting bagi pengguna kendaraan listrik untuk mengetahui efisiensi penggunaan energi.
Selain itu, sandaran jok belakang juga belum dilengkapi fitur reclining.
Padahal ruang kabin belakang sebenarnya cukup lega dan berpotensi memberikan kenyamanan lebih untuk perjalanan jauh.
Apple CarPlay yang tersedia secara wireless maupun wired juga memiliki kekurangan.
Saat fitur tersebut aktif, sejumlah shortcut pengaturan kendaraan menghilang sehingga pengguna perlu keluar dari tampilan utama terlebih dahulu.
Jarak Tempuh Dinilai Cukup untuk Aktivitas Harian
Terlepas dari beberapa kekurangan tersebut, Chery J6 tetap memberikan pengalaman penggunaan yang memuaskan.
Mobil listrik ini memiliki klaim jarak tempuh hingga 418 kilometer.
Berdasarkan pengalaman penggunaan di berbagai kondisi lalu lintas perkotaan, kendaraan tersebut mampu menempuh sekitar 390 hingga 400 kilometer.
Menurut Fitra, angka tersebut tergolong realistis dan sudah cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
Bahkan, perjalanan antarkota seperti Jakarta-Bandung maupun Jakarta-Cirebon dinilai masih dapat dilakukan dengan nyaman.
Selain itu, interval servis pertama yang mencapai 5.000 kilometer juga menjadi nilai tambah tersendiri.
Desain Jadi Faktor Utama Pembelian
Bentuk eksterior menjadi alasan terbesar di balik keputusan membeli Chery J6.
Desain mengotak yang diusung membuat SUV listrik ini tampil gagah dan berbeda dari kebanyakan mobil listrik lainnya.
Karakter desain tersebut juga dianggap memberikan kesan premium dan berpotensi tetap menarik dalam jangka panjang.
Interiornya pun mendapat pujian.
Kabin dipenuhi garis-garis tegas dengan nuansa maskulin, ditambah ambient light dan material yang memberikan kesan mewah.
Menurut Fitra, tidak sedikit orang yang justru lebih tertarik dengan Chery J6 dibanding kendaraan lain yang memiliki harga lebih mahal.
Performa AWD Jadi Andalan
Keunggulan utama lainnya terletak pada performa.
Varian Intelligent Wheel Drive dibekali dua motor listrik dengan tenaga mencapai 275 hp dan torsi 385 Nm.
SUV listrik ini juga diklaim mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu sekitar enam detik.
Namun, berdasarkan pengujian yang dilakukan sendiri, Fitra mencatat waktu akselerasi sekitar 5,7 detik.
Catatan tersebut tergolong sangat impresif untuk kendaraan SUV di kelas harga Rp500 jutaan.
Sistem AWD yang dimiliki juga memberikan rasa percaya diri lebih ketika melintasi berbagai kondisi jalan.
Mobil ini memiliki beberapa mode berkendara seperti slippery, mud, beach hingga all-road.
Fitur Modern Tambah Kenyamanan
Chery J6 juga dibekali sejumlah fitur yang meningkatkan kenyamanan berkendara.
Penggunaan kaca double glass di bagian depan membuat kabin terasa lebih senyap.
Panoramic sunroof berukuran besar turut memberikan kesan lapang dan premium.
SUV listrik ini juga memiliki kompartemen penyimpanan tambahan di bagian belakang yang dapat digunakan untuk menyimpan portable charger maupun barang lain.
Selain itu, mobil telah dilengkapi sistem DVR bawaan yang dapat merekam kondisi di sekitar kendaraan tanpa perlu memasang dashcam tambahan.
Sistem ADAS yang tersedia juga dinilai bekerja cukup baik dan tidak terlalu sensitif terhadap kondisi lalu lintas Indonesia.
Di akhir ulasannya, Fitra menegaskan dirinya tidak menyesal memilih Chery J6.
Menurutnya, kombinasi desain yang ikonik dan sistem all wheel drive menjadi dua alasan utama yang membuat mobil listrik ini sulit disaingi oleh para kompetitornya.
Editor : Ingge Nayla Ayu KarinaSumber : FitraEri, You Tube, DIOLAH