Honda CUV e Dipakai 5 Hari, Teknologinya Canggih tapi Range Nyata Cuma 73-80 Km

Davina Ar Raafika • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 17:05 WIB
Honda CUV e dipakai 5 hari menunjukkan range nyata 73-80 km, layar TFT 7 inci RoadSync Duo, tetapi bagasinya hampir tidak ada dan charging butuh 6 jam. (Pinterest)
Honda CUV e dipakai 5 hari menunjukkan range nyata 73-80 km, layar TFT 7 inci RoadSync Duo, tetapi bagasinya hampir tidak ada dan charging butuh 6 jam. (Pinterest)

JAKARTA - Honda CUV e menjadi salah satu motor listrik paling canggih yang dijual Honda di Indonesia dengan layar TFT 7 inci, navigasi penuh Honda RoadSync Duo, dan sensasi berkendara yang disebut sangat mirip motor bensin. Namun, setelah digunakan selama lima hari, hasil pengujian menunjukkan jarak tempuh aktual hanya sekitar 73-80 km, waktu pengisian mencapai sekitar 6 jam, dan bagasi hampir tidak menyisakan ruang penyimpanan karena dipenuhi dua baterai.

Temuan tersebut disampaikan dalam video review kanal YouTube AutonetMagz yang menguji Honda CUV e dalam penggunaan harian selama lima hari.

Reviewer menilai motor ini terasa seperti “motor konsep” yang benar-benar diproduksi massal, tetapi kemampuan praktis untuk kebutuhan sehari-hari di Indonesia masih menyisakan beberapa kompromi.

Berawal dari SC e: Concept

Honda CUV e memiliki latar belakang yang cukup unik.

Motor ini berasal dari SC e: Concept yang dipamerkan pada Japan Mobility Show 2023.

Desain dan banyak elemen teknologinya disebut sangat dekat dengan versi konsep yang dipamerkan sebelumnya.

Versi produksi massal kemudian resmi dirilis di Indonesia pada akhir 2025.

Harga yang dipasarkan berada di kisaran Rp54 juta hingga Rp59 juta OTR Jakarta.

Dengan banderol tersebut, Honda CUV e langsung masuk ke segmen motor listrik premium.

Disebut “Motor Konsep” karena Terlalu Canggih

Reviewer menggunakan istilah “motor konsep” untuk menggambarkan Honda CUV e.

Bukan karena motor ini belum diproduksi, melainkan karena fitur dan tampilannya terasa sangat futuristis.

Desain bodi, panel instrumen, dan integrasi teknologi memberikan kesan seperti kendaraan yang biasanya hanya muncul di pameran otomotif.

Namun, di balik kecanggihan itu, reviewer merasa kemampuan harian motor ini belum sepenuhnya maksimal untuk kebutuhan pengguna Indonesia yang cenderung menginginkan kendaraan serba bisa.

Dua Baterai Total 2,8 kWh

Honda CUV e menggunakan dua baterai Mobile Power Pack dengan kapasitas total 2,8 kWh.

Kedua baterai harus dipasang secara bersamaan agar motor dapat digunakan.

Sistem ini berbeda dengan beberapa motor listrik lain yang masih memungkinkan operasi dengan satu baterai.

Konsekuensinya, ruang di bawah jok hampir sepenuhnya diambil alih oleh baterai.

Baca Juga: OPPO Find X9 Bocor, Pakai Dimensity 9500, Baterai 6.250 mAh dan Kamera Hasselblad 50MP

Pengisian 0-100 Persen Sekitar 6 Jam

Dalam pengujian AutonetMagz, pengisian daya dari 0 hingga 100 persen membutuhkan waktu sekitar 6 jam.

Durasi tersebut tergolong cukup panjang jika dibandingkan dengan beberapa motor listrik yang sudah menawarkan pengisian lebih cepat.

Karena itu, pola penggunaan yang paling masuk akal adalah mengisi daya semalaman di rumah.

Range Nyata 73-80 Km

Salah satu temuan paling penting dari review ini adalah jarak tempuh aktual.

Dengan baterai penuh, Honda CUV e hanya mampu menempuh sekitar 73-80 km dalam penggunaan nyata.

Angka ini sedikit lebih rendah dari klaim resmi yang berada di kisaran 80 km.

Reviewer menilai perbedaan tersebut masih wajar, tetapi tetap menjadi catatan karena di kelas harga Rp50 jutaan terdapat motor listrik lain yang menawarkan jangkauan lebih jauh.

Infrastruktur Swap Station Masih Terbatas

Honda memang menggunakan sistem baterai yang bisa dilepas dan ditukar.

Namun, reviewer menyoroti bahwa lokasi Swap Station masih sangat terbatas.

Keterbatasan infrastruktur membuat keunggulan baterai swap belum sepenuhnya terasa bagi banyak pengguna.

Akibatnya, sebagian besar pemilik kemungkinan masih akan mengandalkan pengisian daya di rumah.

Bagasi Hampir Tidak Ada

Kritik terbesar dalam review ini diarahkan pada kapasitas bagasi.

Di bawah jok terdapat dua baterai dan sistem tiang penahan baterai.

Kombinasi tersebut membuat ruang penyimpanan hampir habis sepenuhnya.

Reviewer menyebut praktis hampir tidak ada bagasi yang bisa dimanfaatkan untuk barang bawaan sehari-hari.

Bagi pengguna skutik yang terbiasa menyimpan helm, tas, atau perlengkapan kerja di bawah jok, kondisi ini menjadi kompromi yang sangat besar.

RoadSync Duo Jadi Fitur Paling Mewah

Di sisi lain, Honda CUV e menawarkan salah satu sistem konektivitas paling lengkap di kelas motor listrik.

Fitur Honda RoadSync Duo dipadukan dengan layar TFT 7 inci full color.

Pengendara dapat menggunakan:

- Navigasi peta penuh. - Spotify. - Fitur telepon melalui smartphone.

Semua informasi tersebut ditampilkan langsung di layar motor, sehingga pengalaman berkendara terasa sangat modern dan mirip kendaraan premium.

Ergonomi Dapat Pujian Tinggi

Aspek yang paling banyak mendapat pujian adalah ergonomi.

Reviewer menyebut jok lebar dan empuk, ruang kaki lega, dan posisi stang sangat natural.

Karakternya disebut mirip Honda Vario 125, sehingga pengguna motor Honda konvensional tidak perlu banyak beradaptasi.

Untuk penggunaan harian di dalam kota, posisi berkendara terasa santai dan nyaman.

Sensasi Berkendara Paling Mirip Motor Bensin

Poin yang paling ditekankan sepanjang review adalah feel berkendara.

Honda CUV e disebut memberikan sensasi yang sangat mirip motor bensin.

Bukaan gas terasa presisi, pengereman empuk, dan respons kendaraan dapat dikontrol dengan sangat halus.

Reviewer bahkan menyebut perbedaannya cukup jauh dibanding banyak motor listrik murah yang sering memiliki throttle terlalu agresif atau sulit dikontrol di kecepatan rendah.

Baca Juga: Polytron Fox R Punya Mode Sport 96 Km/Jam dan Jarak Tempuh 130 Km, Komuter Harian yang Menarik

Uji Tanjakan 23 Derajat

AutonetMagz juga menguji kemampuan motor di tanjakan curam sekitar 23 derajat.

Dalam kondisi sendirian, motor mampu melewati tanjakan tersebut.

Saat berboncengan, motor masih bisa menanjak asalkan memiliki ancang-ancang.

Namun, ketika kendaraan berhenti di tengah tanjakan, performanya menjadi lebih terbatas.

Pada kondisi tersebut muncul peringatan suhu dinamo panas di panel instrumen.

Temuan ini menunjukkan bahwa Honda CUV e tetap memiliki batas performa ketika diberi beban berat dalam kondisi ekstrem.

Sistem Pengereman yang Lebih Natural

Salah satu detail teknis yang menarik adalah karakter sistem pengeremannya.

Pada banyak motor listrik, menarik tuas rem sering langsung memutus tenaga motor.

Di Honda CUV e, daya tidak diputus secara instan ketika gas masih ditarik.

Karakter ini membuat manuver di tikungan terasa lebih halus dan natural.

Motor juga sudah dilengkapi Combi Brake System (CBS) dan parking brake lock untuk membantu keamanan saat parkir.

Lebih Cocok untuk Mobilitas Jarak Dekat

Di bagian penutup, reviewer memberikan kesimpulan yang cukup tegas.

Menurutnya, Honda CUV e lebih cocok untuk mobilitas jarak dekat seperti di Jepang atau Eropa.

Di negara-negara tersebut, jarak harian pengguna cenderung lebih pendek dan infrastruktur kendaraan listrik lebih matang.

Sementara di Indonesia, banyak pengguna mengharapkan satu motor bisa dipakai untuk berbagai kebutuhan sekaligus, mulai dari komuter, belanja, hingga perjalanan yang lebih jauh.

Harapan untuk Generasi Berikutnya

Reviewer juga memberikan saran kepada Honda.

Ia berharap generasi berikutnya menggunakan baterai tanam dengan kapasitas lebih besar.

Pendekatan tersebut dinilai bisa memberikan dua keuntungan sekaligus:

- Jarak tempuh lebih panjang. - Kapasitas bagasi lebih besar karena ruang di bawah jok tidak lagi dipenuhi dua baterai swap.

Editor : Davina Ar Raafika
Sumber : Yt AutonetMagz
Honda CUV e Honda RoadSync Duo Harga Honda CUV e review Honda CUV e 5 hari jarak tempuh Honda CUV e