JAKARTA - Honda CUV e hadir sebagai motor listrik premium Honda dengan layar TFT 7 inci full color, navigasi Honda RoadSync Duo, dan pengalaman berkendara yang disebut sangat natural seperti motor bensin. Namun, hasil pengujian menunjukkan jarak tempuh sekitar 75 km, bagasi sangat terbatas karena terisi dua baterai, dan harga mencapai Rp54-59 jutaan.
Informasi tersebut diungkap dalam video review kanal YouTube AutonetMagz yang membahas fitur, teknologi, performa, ergonomi, baterai, hingga kualitas build Honda CUV e.
Reviewer menilai motor ini menawarkan sensasi berkendara yang paling mendekati skutik bensin, tetapi harus dibayar dengan harga tinggi dan kepraktisan yang belum sebaik beberapa motor listrik lain di kelasnya.
Layar TFT 7 Inci Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu fitur yang paling mencuri perhatian adalah panel instrumen TFT 7 inci full color.
Layar ini tidak hanya menampilkan informasi dasar kendaraan, tetapi juga terintegrasi dengan Honda RoadSync Duo.
Navigasi yang tampil di layar disebut menyerupai tampilan peta Google Maps, sehingga pengendara dapat melihat petunjuk arah langsung dari panel motor tanpa harus terus-menerus melihat smartphone.
Fitur ini menjadi salah satu pembeda utama Honda CUV e dibanding banyak motor listrik lain yang masih menggunakan panel LCD sederhana.
Smartphone Bisa Terhubung Langsung ke Motor
Honda juga menghadirkan integrasi smartphone yang cukup lengkap.
Melalui sambungan ke ponsel, pengendara dapat:
- Menerima panggilan. - Mengatur musik. - Melihat notifikasi langsung dari layar motor.
Dengan demikian, banyak fungsi smartphone dapat diakses tanpa perlu sering mengeluarkan ponsel saat berkendara.
Pendekatan ini membuat Honda CUV e terasa lebih dekat dengan konsep kendaraan pintar berbasis konektivitas.
Ada Indikator Bagasi dan Fitur Mundur
Selain RoadSync, terdapat beberapa fitur tambahan yang cukup menarik.
Motor memiliki indikator bagasi terbuka yang muncul di speedometer.
Fitur lain yang jarang ditemukan pada motor konvensional adalah fitur mundur otomatis.
Cara mengaktifkannya dilakukan dengan menahan tombol starter lalu menekan tombol bawah, sehingga motor dapat bergerak mundur untuk membantu manuver parkir.
Fitur ini sangat berguna mengingat bobot motor listrik umumnya lebih berat dibanding skutik bensin biasa.
Ergonomi Terasa Lebar untuk Tinggi 164 Cm
Dalam pengujian ergonomi, reviewer dengan tinggi badan 164 cm menilai jok terasa cukup lebar.
Lebarnya jok memberikan kesan nyaman untuk penggunaan harian, terutama saat duduk dalam waktu lama.
Posisi berkendara secara umum terasa natural dan tidak memerlukan adaptasi besar bagi pengguna skutik Honda sebelumnya.
Baca Juga: Honda CUV e Dipakai 5 Hari, Teknologinya Canggih tapi Range Nyata Cuma 73-80 Km
Suspensi Cenderung Keras, tetapi Stabil
Karakter suspensi menjadi salah satu hal yang langsung terasa saat motor digunakan di jalan kota.
Reviewer menyebut suspensi cenderung keras.
Namun, kekerasan tersebut justru memberikan efek positif pada pengendalian.
Motor terasa stabil dan natural saat bermanuver di kepadatan lalu lintas perkotaan.
Karakter ini membuat Honda CUV e lebih terasa seperti skutik konvensional dibanding beberapa motor listrik yang sering terasa terlalu ringan atau kurang komunikatif di setang.
Tenaga 6 kW dan Torsi 22 Nm
Di sektor performa, Honda CUV e memiliki output 6 kW atau sekitar 8 PS.
Torsinya mencapai 22 Nm.
Untuk motor listrik perkotaan, angka torsi tersebut cukup besar dan membantu memberikan akselerasi spontan dari posisi diam.
Top speed yang tercatat berada di kisaran 80-83 km/jam.
Kecepatan ini dianggap memadai untuk penggunaan harian di dalam kota maupun jalan perkotaan yang lebih terbuka.
Menggunakan Dua Mobile Power Pack
Honda CUV e memakai sistem dua baterai Mobile Power Pack dengan kapasitas total 2,8 kWh.
Kedua baterai ditempatkan di bawah jok.
Berbeda dengan beberapa motor listrik lain, sistem Honda mengharuskan kedua baterai digunakan secara bersamaan.
Motor tidak dapat berjalan hanya dengan satu baterai.
Artinya, jika salah satu baterai tidak terpasang atau bermasalah, kendaraan tidak bisa digunakan seperti biasa.
Hasil Uji Jarak Tempuh Sekitar 75 Km
Honda mengklaim jarak tempuh hingga 80 km.
Namun, hasil pengujian AutonetMagz menunjukkan angka yang sedikit berbeda.
Dengan kondisi baterai 100 persen, jangkauan yang diperoleh berada di kisaran 75 km.
Reviewer menilai angka tersebut cukup realistis untuk penggunaan nyata, tetapi masih kalah kompetitif dibanding beberapa motor listrik lain di rentang harga serupa.
Baca Juga: Polytron Fox R Dipakai 5 Bulan dan 6.400 Km, Biaya Operasional Cuma Rp1,3 Jutaan
Bagasi Sangat Terbatas
Konsekuensi penggunaan dua baterai besar langsung terasa pada kapasitas bagasi.
Sebagian besar ruang di bawah jok terpakai oleh baterai.
Akibatnya, bagasi hanya cukup untuk menyimpan jas hujan.
Bagi pengguna yang terbiasa menyimpan helm, tas kerja, atau barang belanja di bawah jok, keterbatasan ini menjadi salah satu kompromi terbesar Honda CUV e.
Harga Rp54-59 Jutaan
Honda memasarkan CUV e dalam dua varian.
- Tipe standar sekitar Rp54 juta. - Tipe RoadSync Duo sekitar Rp59 juta.
Dengan harga mendekati Rp60 juta, motor ini masuk ke wilayah yang jauh lebih premium dibanding sebagian besar motor listrik komuter di Indonesia.
Karena itu, ekspektasi konsumen terhadap fitur, kualitas, dan performa juga menjadi lebih tinggi.
Build Quality Dapat Pujian
Salah satu aspek yang paling diapresiasi reviewer adalah kualitas rakitan.
Build quality Honda CUV e disebut terasa sangat kokoh.
Material plastik terlihat rapat dan tidak memberikan kesan murahan.
Reviewer juga menyoroti bahwa rangka motor bukan eSAF, sehingga memberikan rasa solid dan premium saat disentuh maupun dikendarai.
Kesan premium inilah yang menurut reviewer membuat Honda CUV e berbeda dari banyak motor listrik lain yang masih terasa seperti produk generasi awal.
Sensasi Berkendara Paling Mirip Motor Bensin
Poin yang paling sering ditekankan sepanjang review adalah karakter berkendaranya.
Honda CUV e disebut memberikan pengalaman yang sangat natural, hampir menyerupai skutik bensin.
Respons throttle, distribusi tenaga, dan handling terasa familiar bagi pengguna motor konvensional.
Hal ini penting karena salah satu tantangan motor listrik adalah membuat pengguna tidak merasa “asing” saat pertama kali mengendarainya.
Kelebihan dan Kekurangan Menurut Review
Kelebihan
- Layar TFT 7 inci full color. - Navigasi Honda RoadSync Duo. - Integrasi smartphone lengkap. - Fitur mundur otomatis. - Handling stabil dan natural. - Build quality premium dan kokoh.
Kekurangan
- Harga sangat tinggi. - Bagasi sangat sempit. - Jarak tempuh sekitar 75 km. - Sistem harus memakai dua baterai sekaligus.
Kesimpulan: Premium, tetapi Tidak Paling Praktis
Di bagian penutup, reviewer menyimpulkan bahwa Honda CUV e menawarkan pengalaman berkendara yang sangat natural dan kualitas build yang berada di atas rata-rata motor listrik.
Motor ini terasa seperti produk premium Honda, baik dari sisi material, perakitan, maupun sensasi berkendara.
Namun, keunggulan tersebut harus dibayar dengan harga yang relatif tinggi, bagasi yang sangat terbatas, dan jangkauan baterai yang belum sekompetitif beberapa rival di kelas harga yang sama.
Bagi konsumen yang mengutamakan kualitas Honda dan pengalaman berkendara paling mirip motor bensin, Honda CUV e menjadi pilihan menarik.
Sebaliknya, bagi pengguna yang lebih fokus pada kepraktisan bagasi dan jarak tempuh maksimal per pengisian, motor ini masih memiliki beberapa kompromi yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli.
Editor : Davina Ar RaafikaSumber : Yt AutonetMagz