JAKARTA - Pengalaman pemakaian Honda CUV e selama 1.000 km menunjukkan motor listrik Honda ini mampu mencapai kecepatan 93-97 km/jam dengan estimasi jarak tempuh harian sekitar 70-80 km. Namun, pengguna juga menyoroti bobot baterai yang cukup berat, bagasi yang sangat terbatas, serta material plastik bodi yang mudah tergores.
Temuan tersebut disampaikan dalam video review kanal YouTube PapaXperience yang membagikan pengalaman penggunaan Honda CUV e setelah menempuh sekitar 1.000 km.
Pengulas menyebut keputusan membeli motor ini lebih banyak dipengaruhi faktor promo harga dan kemudahan proses pembelian dibanding sekadar spesifikasi.
Dibeli karena Diskon Besar
Menurut pengulas, Honda CUV e dibeli saat ada promo diskon besar.
Harga normal motor disebut berada di kisaran Rp52 jutaan, tetapi saat promo turun menjadi Rp30 jutaan.
Selisih harga yang cukup jauh menjadi faktor utama yang membuat pembelian akhirnya dilakukan.
Pengulas bahkan menegaskan bahwa tanpa diskon tersebut, ia tidak akan membeli Honda CUV e.
Faktor Brand Honda dan Leasing Tanpa Survei
Selain harga promo, ada dua faktor lain yang dianggap sangat membantu.
Pertama adalah brand Honda yang dinilai memberikan rasa aman karena merupakan merek Jepang yang sudah lama dikenal di Indonesia.
Kedua adalah proses leasing yang disebut tanpa survei, sehingga pembelian terasa lebih mudah dan cepat.
Kombinasi ketiga faktor itu diskon besar, nama Honda, dan proses leasing menjadi alasan utama keputusan pembelian.
Menggunakan Dua Baterai yang Harus Diangkat
Honda CUV e menggunakan sistem dua baterai yang dapat dilepas untuk pengisian daya.
Setiap baterai memiliki bobot sekitar 10 kg.
Artinya, pengguna harus mengangkat masing-masing baterai saat ingin melakukan pengecasan di dalam rumah atau tempat lain.
Pengulas menilai bobot tersebut cukup terasa, terutama jika harus sering memindahkan baterai setiap hari.
Baca Juga: Honda CUV e Punya Layar TFT 7 Inci dan RoadSync, Tapi Bagasi Sempit dan Range Cuma 75 Km
Baterai Harus Dicas Bersamaan
Ada satu hal teknis yang cukup menarik dari sistem baterainya.
Jika kedua baterai tidak dicas secara bersamaan, sisa daya kendaraan akan mengikuti baterai dengan persentase paling rendah.
Dengan kata lain, ketidakseimbangan pengisian dapat memengaruhi indikator daya yang tersedia untuk berkendara.
Hal ini menjadi catatan penting bagi pengguna agar proses pengecasan dilakukan secara konsisten pada kedua baterai.
Pengisian 30 Persen ke 80 Persen Sekitar 2 Jam
Dalam pengujian yang dilakukan pengulas, pengisian daya dari 30 persen ke 80 persen membutuhkan waktu sekitar 2 jam.
Namun, karakter pengisiannya berubah ketika melewati 80 persen.
Menurut pengulas, proses dari 80 persen ke 100 persen berlangsung jauh lebih lama dibanding fase sebelumnya.
Karakter ini membuat pengisian cepat paling efektif dilakukan hingga kisaran 80 persen ketika pengguna membutuhkan motor segera dipakai kembali.
Konsumsi Baterai Saat Dipakai Harian
Pengulas juga membagikan data penggunaan nyata.
Dalam pemakaian sehari-hari dengan mode standar atau ECON, perjalanan sejauh 20 km menghabiskan sekitar 25 persen baterai.
Dari perhitungan tersebut, estimasi jarak tempuh total berada di kisaran 70-80 km.
Angka ini dianggap lebih relevan untuk penggunaan harian dibanding hanya melihat klaim pabrikan, karena diperoleh dari pengalaman langsung di jalan.
Top Speed Pernah Menyentuh 97 Km/Jam
Meski fokusnya sebagai motor listrik perkotaan, Honda CUV e ternyata mampu mencapai kecepatan yang cukup tinggi.
Pengulas menyebut motor pernah menyentuh 93-97 km/jam.
Setelah mencapai rentang tersebut, kecepatan kemudian ditahan oleh limiter.
Artinya, sistem kendaraan secara elektronik membatasi laju agar tidak terus bertambah.
Kecepatan hampir 100 km/jam ini menunjukkan Honda CUV e masih memiliki performa yang cukup untuk jalan yang lebih terbuka, bukan hanya lalu lintas padat perkotaan.
Bagasi Jadi Kritik Paling Besar
Salah satu kekurangan yang paling sering disorot adalah kapasitas bagasi.
Menurut pengulas, bagasi Honda CUV e sangat sempit dan hanya cukup untuk menyimpan jas hujan.
Ruang penyimpanan depan juga tidak terlalu membantu karena hanya cukup untuk barang kecil seperti sarung tangan.
Bagi pengguna yang terbiasa membawa helm, tas, atau perlengkapan kerja di bawah jok, keterbatasan ini menjadi pertimbangan penting.
Rem Sempat Berbunyi di 1.000 Km Pertama
Setelah pemakaian sekitar 1.000 km, pengulas menemukan masalah teknis pada rem.
Rem sempat mengeluarkan bunyi berdecit atau seperti tergerus.
Menariknya, masalah tersebut tidak dibawa ke bengkel dan diatasi secara mandiri oleh pengulas.
Meski akhirnya bisa ditangani, kejadian ini tetap dicatat sebagai pengalaman yang kurang menyenangkan selama masa penggunaan awal.
Baca Juga: Honda CUV e Dipakai 5 Hari, Teknologinya Canggih tapi Range Nyata Cuma 73-80 Km
Material Plastik Mudah Tergores
Catatan lain muncul pada kualitas material bodi.
Bagian plastik dengan tekstur yang disebut “kulit jeruk” dinilai cukup mudah tergores.
Pengulas menyebut goresan bisa muncul bahkan akibat kontak dengan tas atau sepatu.
Hal ini membuat pengguna perlu lebih berhati-hati saat parkir atau ketika membawa barang yang bersentuhan dengan bodi motor.
Kenyamanan dan Kepraktisan Harus Dipertimbangkan
Di luar kritik tersebut, pengulas tetap mengakui bahwa Honda CUV e memiliki beberapa nilai positif.
Faktor terbesar adalah statusnya sebagai produk Honda dengan dukungan merek yang kuat.
Namun, ia menekankan bahwa calon pembeli harus benar-benar mempertimbangkan aspek kepraktisan penggunaan sehari-hari.
Dua hal yang paling perlu diperhatikan adalah:
- Kebutuhan mengangkat baterai untuk pengecasan. - Keterbatasan ruang penyimpanan.
Bagi pengguna yang tinggal di rumah bertingkat atau harus membawa baterai naik turun tangga setiap hari, bobot sekitar 10 kg per baterai bisa menjadi tantangan tersendiri.
Kesimpulan Pengguna
Di bagian akhir video, pengulas menyebut Honda CUV e sebagai motor yang cukup baik, terutama karena membawa nama besar Honda dan kualitas dasar produk Jepang.
Namun, ia juga memberikan catatan kritis yang cukup jelas.
Bobot baterai yang berat, bagasi yang sangat terbatas, dan material plastik yang mudah tergores menjadi tiga kekurangan utama yang paling dirasakan selama 1.000 km pemakaian.
Karena itu, pengulas menyarankan calon pembeli untuk tidak hanya melihat performa dan merek, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan pengisian daya serta kepraktisan penggunaan harian sebelum memutuskan membeli Honda CUV e.
Editor : Davina Ar RaafikaSumber : Yt PapaXperience