Dokter Ungkap 5 Kunci Pola Hidup Sehat, Jangan Hanya Olahraga Seminggu Sekali

Ingge Nayla Ayu Karina • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 16:30 WIB
Pola hidup sehat menurut dokter meliputi makan seimbang, olahraga rutin, tidur cukup, relaksasi, dan menghindari gaya hidup kurang gerak.
Pola hidup sehat menurut dokter meliputi makan seimbang, olahraga rutin, tidur cukup, relaksasi, dan menghindari gaya hidup kurang gerak.

 

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Pola hidup sehat menjadi salah satu aspek penting yang terus digaungkan dalam momentum Hari Kesehatan Nasional. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami secara utuh bagaimana menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

 

Dokter penyakit dalam konsultan hati dan pencernaan, dr. Suindra, menjelaskan bahwa hidup sehat tidak selalu membutuhkan biaya mahal. Yang terpenting adalah komitmen untuk menjalankan kebiasaan sehat secara konsisten.

 

Menurutnya, terdapat lima prinsip utama atau "5C" yang menjadi dasar seseorang dapat menjalani pola hidup sehat.

 

Prinsip tersebut meliputi cukup makan dengan gizi seimbang, cukup istirahat, cukup relaksasi, serta cukup berolahraga.

 

Lima Kunci Pola Hidup Sehat

 

Dr. Suindra mengatakan pola hidup sehat adalah aktivitas yang dilakukan berdasarkan prinsip keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari.

 

"Makan yang baik, cukup berolahraga, cukup beristirahat dan cukup relaksasi merupakan bagian penting dari pola hidup sehat," ujarnya.

 

Ia menilai perkembangan teknologi saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat. Kemudahan memesan makanan melalui aplikasi dan meningkatnya aktivitas di rumah membuat banyak orang semakin jarang bergerak.

 

Kondisi tersebut memunculkan gaya hidup sedentari atau kurang aktivitas fisik.

 

Bahaya Gaya Hidup Kurang Gerak

 

Kurangnya aktivitas fisik dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Salah satunya adalah meningkatnya risiko obesitas.

 

Selain menyebabkan berat badan bertambah, kurang gerak juga membuat otot tidak terlatih dan fungsi paru-paru menurun.

 

Dr. Suindra menjelaskan, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi berbagai gangguan kesehatan lainnya.

 

Di antaranya adalah perlemakan hati, meningkatnya asam lambung, hingga gangguan buang air besar seperti sembelit.

 

Karena itu, masyarakat tetap disarankan menyempatkan diri berolahraga meski lebih banyak beraktivitas dari rumah.

 

Olahraga sederhana seperti senam atau berjalan pagi di sekitar lingkungan rumah dinilai cukup membantu menjaga kebugaran tubuh.

 

Tentunya aktivitas tersebut tetap harus dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker dan menjaga jarak.

 

Faktor Genetik Juga Perlu Diperhatikan

 

Selain gaya hidup, faktor keturunan juga memiliki pengaruh terhadap kondisi kesehatan seseorang.

 

Menurut dr. Suindra, riwayat penyakit dalam keluarga perlu menjadi perhatian agar seseorang dapat melakukan langkah pencegahan sejak dini.

 

Sebagai contoh, individu yang berasal dari keluarga dengan riwayat diabetes sebaiknya mulai mengatur pola makan.

 

Mereka dianjurkan membatasi konsumsi karbohidrat sederhana dan makanan tinggi gula.

 

Sebagai gantinya, asupan protein, sayuran, serta makanan tinggi serat perlu ditingkatkan.

 

Selain diabetes, sensitivitas terhadap jenis makanan tertentu juga dapat diwariskan.

 

Karena itu, seseorang perlu mengenali respons tubuh terhadap makanan tertentu agar dapat menghindari keluhan kesehatan yang sama seperti yang dialami anggota keluarganya.

 

Pentingnya Pola Makan yang Bervariasi

 

Dalam kesempatan tersebut, dr. Suindra juga menyoroti pentingnya pola makan yang bervariasi.

 

Ia menilai salah satu masalah yang banyak terjadi saat ini adalah kebiasaan mengonsumsi jenis makanan yang sama secara terus-menerus.

 

Contohnya adalah masyarakat yang terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji karena faktor kemudahan dan keterbatasan akses.

 

Padahal, pola makan sehat seharusnya mencakup berbagai sumber nutrisi.

 

Mulai dari sumber energi, protein, serat, hingga vitamin.

 

Konsep "empat sehat lima sempurna" yang sejak lama dikenal masyarakat dinilai masih relevan sebagai pedoman dasar dalam memenuhi kebutuhan gizi.

 

Olahraga Harus Dilakukan Secara Rutin

 

Banyak orang merasa sudah cukup berolahraga hanya karena mengikuti senam di kantor seminggu sekali.

 

Namun menurut dr. Suindra, kebiasaan tersebut belum cukup untuk mencapai tingkat kebugaran yang optimal.

 

Ia menekankan bahwa olahraga harus dilakukan secara rutin.

 

Minimal lima kali dalam satu minggu agar tubuh memperoleh manfaat kesehatan yang maksimal.

 

Durasi olahraga tidak perlu terlalu berat.

 

Satu sesi olahraga sekitar satu hingga satu setengah jam dinilai sudah cukup, selama dilakukan secara konsisten.

 

Jenis olahraga juga perlu disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing individu.

 

Bagi orang dengan berat badan berlebih, olahraga kardio lebih disarankan.

 

Sementara mereka yang mulai memasuki usia 40 hingga 50 tahun dapat memilih olahraga peregangan, yoga, atau senam kesehatan.

 

Sedangkan individu dengan postur tubuh kecil dapat menambahkan latihan beban untuk meningkatkan massa otot dan kebugaran.

 

Kualitas dan Durasi Tidur Sama Pentingnya

 

Selain makan dan olahraga, pola istirahat juga menjadi bagian penting dari pola hidup sehat.

 

Dr. Suindra menegaskan bahwa kualitas tidur dan durasi tidur sama-sama memiliki peran besar terhadap kesehatan.

 

Seseorang yang tidur lama belum tentu memperoleh kualitas istirahat yang baik.

 

Misalnya, seseorang yang mengalami gangguan pernapasan saat tidur dapat tetap merasa lelah meski sudah tidur dalam waktu panjang.

 

Sebaliknya, ada orang yang hanya membutuhkan waktu tidur singkat namun tetap merasa segar ketika bangun.

Baca Juga: Menggemukkan Badan secara Sehat dan Aman, Tips Efektif Menambah Berat Badan dengan Pola Makan Bergizi dan Gaya Hidup Tepat

Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor genetik masing-masing individu.

 

Karena itu, ukuran tidur yang cukup tidak dapat disamaratakan.

 

Indikator paling mudah untuk menilai kualitas tidur adalah kondisi tubuh saat bangun.

 

Apabila tubuh terasa segar dan bugar, maka kualitas dan durasi tidur kemungkinan sudah terpenuhi.

 

Di akhir perbincangan, dr. Suindra menegaskan bahwa menjalani pola hidup sehat tidak harus mahal.

 

Yang terpenting adalah adanya niat dan komitmen untuk menerapkan kebiasaan sehat secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
Sumber : Hidup Sehat tvOne, You Tube, DIOLAH
Olahraga Rutin Cara Menerapkan Pola Hidup Sehat Kualitas Tidur dan Kesehatan pola hidup sehat pola makan sehat