Hari Kesehatan Nasional: Dokter Beberkan Rahasia Pola Hidup Sehat dan Bahaya Kurang Gerak

Ingge Nayla Ayu Karina • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 16:35 WIB
Dokter mengungkap pentingnya pola hidup sehat, mulai dari pola makan, olahraga rutin, hingga kualitas tidur untuk mencegah berbagai penyakit.
Dokter mengungkap pentingnya pola hidup sehat, mulai dari pola makan, olahraga rutin, hingga kualitas tidur untuk mencegah berbagai penyakit.

 

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Momentum Hari Kesehatan Nasional menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk kembali memperhatikan pola hidup sehat. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin memudahkan aktivitas sehari-hari, gaya hidup kurang gerak justru menjadi ancaman baru bagi kesehatan.

 

Kemudahan memesan makanan melalui aplikasi hingga banyaknya aktivitas yang dapat dilakukan dari rumah membuat sebagian orang semakin jarang melakukan aktivitas fisik.

 

Dokter penyakit dalam konsultan hati dan pencernaan, dr. Suindra, mengingatkan bahwa pola hidup sehat tidak sekadar terhindar dari penyakit, tetapi juga mencakup keseimbangan berbagai aspek kehidupan.

 

Menurutnya, terdapat sejumlah prinsip dasar yang perlu diterapkan agar tubuh tetap sehat dan bugar.

 

Lima Pilar Utama Hidup Sehat

 

Dr. Suindra menjelaskan bahwa hidup sehat berawal dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

 

Prinsip tersebut meliputi cukup mengonsumsi makanan bergizi, cukup beristirahat, memiliki waktu relaksasi, serta rutin melakukan aktivitas fisik.

 

"Orang yang hidup sehat adalah mereka yang mampu menjaga keseimbangan antara makan, olahraga, istirahat, dan relaksasi," jelasnya.

 

Ia menilai masih banyak masyarakat yang menganggap kesehatan hanya sebatas tidak merasakan keluhan atau gejala penyakit.

 

Padahal, gaya hidup sehari-hari memiliki peran besar dalam menentukan kondisi kesehatan seseorang di masa depan.

 

Teknologi Membuat Masyarakat Semakin Pasif

 

Perkembangan teknologi memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga memicu meningkatnya gaya hidup sedentari atau kurang bergerak.

 

Aktivitas seperti bekerja dari rumah, memesan makanan secara daring, hingga menghabiskan waktu berjam-jam menggunakan telepon pintar membuat tubuh kehilangan kesempatan untuk aktif bergerak.

 

Menurut dr. Suindra, kebiasaan tersebut dapat berdampak buruk apabila berlangsung dalam jangka panjang.

 

Kurangnya aktivitas fisik menyebabkan otot tubuh tidak terlatih dan kebugaran menurun.

 

Selain itu, fungsi paru-paru juga menjadi kurang optimal.

 

Risiko Penyakit Akibat Kurang Aktivitas Fisik

 

Gaya hidup kurang gerak dapat memicu munculnya berbagai masalah kesehatan.

 

Salah satu dampak yang paling sering terjadi adalah kenaikan berat badan atau obesitas.

 

Ketika berat badan meningkat, risiko penyakit lain juga ikut bertambah.

 

Dr. Suindra menyebutkan bahwa kondisi tersebut dapat memicu perlemakan hati, meningkatnya asam lambung, hingga gangguan pencernaan seperti sembelit.

 

Karena itu, masyarakat tetap dianjurkan meluangkan waktu untuk berolahraga meski aktivitas lebih banyak dilakukan di rumah.

 

Olahraga ringan seperti berjalan pagi, senam, maupun peregangan dinilai cukup membantu menjaga kebugaran tubuh.

 

Faktor Keturunan Tidak Boleh Diabaikan

 

Selain pola hidup, faktor genetik juga berpengaruh terhadap kondisi kesehatan seseorang.

 

Menurut dr. Suindra, riwayat penyakit dalam keluarga dapat menjadi petunjuk untuk melakukan langkah pencegahan lebih dini.

 

Sebagai contoh, seseorang yang memiliki anggota keluarga penderita diabetes sebaiknya mulai membatasi konsumsi gula dan karbohidrat sederhana.

 

Mereka juga disarankan memperbanyak konsumsi protein, sayuran, dan makanan tinggi serat.

 

Tidak hanya itu, sensitivitas terhadap makanan tertentu juga dapat diturunkan dari orang tua kepada anak.

 

Karena itu, mengenali kondisi tubuh dan riwayat kesehatan keluarga menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan.

 

Pola Makan Harus Beragam

 

Dr. Suindra menilai salah satu kesalahan yang sering dilakukan masyarakat adalah mengonsumsi jenis makanan yang sama secara terus-menerus.

 

Kebiasaan tersebut banyak terjadi pada individu yang terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji.

 

Padahal, tubuh membutuhkan berbagai jenis nutrisi agar dapat berfungsi dengan baik.

 

Ia menekankan pentingnya menerapkan pola makan yang beragam, mulai dari sumber karbohidrat, protein, vitamin, hingga serat.

 

Konsep empat sehat lima sempurna yang selama ini dikenal masyarakat masih dinilai relevan sebagai dasar pemenuhan gizi.

 

Olahraga Seminggu Sekali Dinilai Belum Cukup

 

Banyak orang merasa sudah berolahraga karena mengikuti kegiatan senam di kantor setiap akhir pekan.

 

Namun menurut dr. Suindra, olahraga yang dilakukan hanya seminggu sekali belum cukup untuk mencapai tingkat kebugaran optimal.

 

Ia menyarankan agar aktivitas fisik dilakukan secara rutin, minimal lima kali dalam satu minggu.

 

Durasi olahraga sekitar satu jam hingga satu setengah jam dinilai sudah cukup apabila dilakukan secara konsisten.

 

Jenis olahraga pun perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.

 

Mereka yang memiliki berat badan berlebih lebih dianjurkan melakukan olahraga kardio.

 

Sedangkan kelompok usia yang mulai memasuki usia lanjut dapat memilih yoga, peregangan, maupun senam kesehatan.

 

Kualitas Tidur Menentukan Kebugaran Tubuh

 

Selain makan dan olahraga, pola tidur juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan.

 

Menurut dr. Suindra, kualitas tidur dan durasi tidur harus berjalan seimbang.

 

Tidak semua orang membutuhkan waktu tidur yang sama.

 

Ada individu yang sudah merasa segar setelah tidur selama beberapa jam, sementara sebagian lainnya membutuhkan waktu tidur lebih lama.

Baca Juga: 13 Cara Hidup Sehat ala Rasulullah dari Bangun Pagi hingga Tidur yang Wajib Dicoba

Indikator utama tidur yang baik adalah kondisi tubuh saat bangun.

 

Apabila seseorang bangun dalam keadaan segar dan bugar, maka kualitas tidurnya dapat dikatakan baik.

 

Sebaliknya, tidur terlalu lama tetapi tetap merasa lelah menunjukkan adanya masalah pada kualitas istirahat.

 

Dr. Suindra menegaskan bahwa menjalani pola hidup sehat tidak harus mahal.

 

Kunci utamanya adalah komitmen untuk menjalankan kebiasaan sehat secara rutin agar kualitas hidup tetap terjaga.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
Sumber : Hidup Sehat tvOne, You Tube, DIOLAH
Olahraga Rutin Pola Makan Seimbang Bahaya Kurang Gerak pola hidup sehat gaya hidup sehat