RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Penyakit kronis sulit disembuhkan masih menjadi tantangan besar di bidang kesehatan. Penyakit seperti jantung koroner, stroke, diabetes melitus, hingga kanker masih mendominasi penyebab kematian di dunia, termasuk di Indonesia.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan Manasik Kesehatan yang digelar di Masjid Annabawi. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan penyakit degeneratif dan penerapan pola hidup sehat.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa penyakit kronis tidak muncul secara tiba-tiba. Sebagian besar penyakit tersebut berkembang dalam waktu lama dan sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.
Ia mencontohkan penderita diabetes, kanker stadium awal, hingga gangguan saraf otak yang masih dapat beraktivitas secara normal meski penyakit sudah mulai berkembang.
Penyakit Kronis Masih Menjadi Penyebab Kematian Utama
Menurut penjelasan yang disampaikan, penyakit jantung koroner dan stroke masih menempati posisi teratas sebagai penyebab kematian di dunia.
Sementara itu, kanker berada pada urutan berikutnya. Indonesia juga disebut berada di peringkat keenam dunia dalam jumlah penderita diabetes melitus.
Kondisi tersebut dinilai memerlukan perhatian serius karena angka penderita penyakit degeneratif terus meningkat dari tahun ke tahun.
Apalagi selama masa pandemi Covid-19, perhatian masyarakat dinilai lebih banyak tertuju pada virus corona, sementara penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, dan jantung justru sering luput dari perhatian.
Padahal, penyakit penyerta tersebut disebut berperan besar dalam menurunkan daya tahan tubuh seseorang.
Tidak Sakit Belum Tentu Sehat
Dalam kesempatan itu, masyarakat juga diajak mengubah cara pandang mengenai kesehatan.
Menurut narasumber, seseorang yang tidak merasakan sakit belum tentu berada dalam kondisi sehat.
Ia mengutip data yang menyebutkan sekitar 70 persen penduduk dunia berada dalam kondisi tidak sakit, tetapi juga belum bisa dikategorikan sehat.
Adapun individu yang benar-benar sehat diperkirakan hanya sekitar 15 persen.
Kategori sehat tidak hanya dilihat dari kondisi fisik, tetapi juga kesehatan mental dan jiwa. Selain itu, kondisi fisik ideal juga perlu dibuktikan melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Karena itu, masyarakat dianjurkan menjalani medical check up setidaknya satu kali dalam setahun.
Radikal Bebas Disebut Jadi Pemicu Berbagai Penyakit
Salah satu poin utama dalam materi tersebut adalah peran radikal bebas dalam munculnya penyakit kronis.
Menurut pemateri, kerusakan sel di dalam tubuh dapat dipicu oleh tingginya radikal bebas akibat proses oksidasi yang berlebihan.
Kerusakan tersebut dapat terjadi pada berbagai organ, termasuk pankreas, pembuluh darah, saraf, dan organ lainnya.
Akibatnya, seseorang berisiko mengalami diabetes, hipertensi, jantung, stroke, hingga kanker.
Untuk menangkal proses tersebut, tubuh membutuhkan antioksidan.
Antioksidan disebut dapat diperoleh dari berbagai jenis buah-buahan seperti anggur, tomat, nanas, dan alpukat.
Sayangnya, pola konsumsi masyarakat saat ini dinilai mulai berubah.
Banyak orang lebih memilih makanan instan dan gorengan dibandingkan memperbanyak konsumsi buah serta makanan alami.
Gaya Hidup Menjadi Faktor Utama
Narasumber menegaskan bahwa gaya hidup yang salah menjadi salah satu alasan utama penyakit kronis sulit disembuhkan.
Beberapa kebiasaan yang dianggap berisiko antara lain tidur larut malam, makan terlalu dekat dengan waktu tidur, serta kurang minum air putih.
Menurutnya, tubuh memiliki mekanisme alami untuk melakukan perbaikan sel dan detoksifikasi ketika seseorang tidur dengan cukup.
Namun, kemampuan tersebut akan terganggu apabila pola tidur tidak teratur.
Produksi antioksidan alami di dalam tubuh juga disebut mulai menurun setelah usia 40 tahun.
Hal inilah yang dinilai menjadi salah satu alasan mengapa penyakit degeneratif lebih banyak ditemukan pada kelompok usia lanjut.
Pengobatan yang Tidak Tepat
Selain gaya hidup, pengobatan yang keliru juga disebut menjadi penyebab penyakit kronis sulit ditangani.
Banyak orang hanya berupaya menghilangkan gejala tanpa mencari penyebab utama penyakit.
Padahal, keluhan seperti pusing, nyeri, mual, pegal, dan kesemutan disebut sebagai alarm tubuh yang menunjukkan adanya gangguan kesehatan.
Karena itu, pemeriksaan secara menyeluruh dinilai penting agar sumber masalah dapat diketahui dengan lebih tepat.
Pentingnya Deteksi Dini
Penyebab lain yang membuat penyakit kronis sulit disembuhkan adalah keterlambatan penanganan.
Banyak pasien baru memeriksakan diri ketika penyakit sudah berada pada kondisi berat.
Baca Juga: 13 Cara Hidup Sehat ala Rasulullah dari Bangun Pagi hingga Tidur yang Wajib Dicoba
Akibatnya, proses pengobatan menjadi lebih sulit dan membutuhkan waktu lebih panjang.
Melalui kegiatan edukasi tersebut, masyarakat diingatkan bahwa menjaga kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan obat.
Perubahan gaya hidup, pola makan seimbang, istirahat yang cukup, serta pemeriksaan kesehatan rutin dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah munculnya penyakit kronis.
Dengan deteksi dini dan penerapan gaya hidup sehat, risiko penyakit degeneratif diharapkan dapat ditekan sejak awal.
Editor : Ingge Nayla Ayu KarinaSumber : AN NABAWI TV, You Tube, DIOLAH